logo

Operasi Ketupat Candi, Sudah Ada 5000 Orang Masuk Jateng

Operasi Ketupat Candi, Sudah Ada 5000 Orang Masuk Jateng

Apel Operasi Ketupat Candi 2021
05 Mei 2021 11:58 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - SEMARANG: Pemprov Jateng siap melaksanakan pelarangan mudik yang akan dimulai tanggal 6 hingga 17 Mei 2021. Tak hanya fokus pada penyekatan, Pemprov memastikan pengawasan dilakukan hingga tingkat RT-RW. Hal itu disampaikan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, usai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2021, di Halaman Mapolda Jateng, Rabu (5/5/2021).

Dalam acara itu, jajaran Forkopimda Jateng hadir lengkap. “Alhamdulillah, InsyaAllah kita sudah siap semua dan simulasi-simulasi mana yang harus diputar-balik, bagaimana cara checkingnya tadi ada surat, ada keterangan vaksin, ada juga keterangan swab, semuanya berjalan,” ucap Ganjar.

Menurutnya, dari pengecekan kemarin di beberapa titik pihaknya memastikan para petugas telah siap. Mulai dari mengecek kendaraan mana yang harus diputarbalik dan yang bisa melintas. “Di Batang kemarin sore saya cek dari pihak kepolisian dan tenaga medisnya sudah melakukan checking dan ini menurut saya cara yang cukup bagus agar kita bisa melaksanakan,” ujarnya.

Tak sampai di situ, Ganjar memastikan pihaknya juga menyiagakan petugss hingga ke titik paling kecil yakni tingkat RT-RW. Diharapkan, mereka ikut bekerja sama mencatat siapa yang keluar masuk daerahnya. Sebab berdasarkan catatan aplikasi, pihaknya menerima laporan sudah ada 5.000 orang yang masuk ke Jateng. Ganjar mengatakan, tak masalah jika mereka yang masuk ini mengikuti dan memenuhi syarat dengan baik. “Yang repot adalah mereka yang nekat nerobos. Jangan sampai kejadian di Pati terulang, dan kemudian menularkan kepada yang lain,” tegasnya.

Selain itu, Ganjar menegaskan tempat wisata juga terus dipantau. Semua dalam posisi yang tidak 100 persen. Bahkan ia meminta agar tempat wisata baru hingga klub malam juga diperketat pemantauannya. “Tempat-tempat wisata baru, atau barangkali klub-klub malam yang seringkali tidak terdeteksi oleh kita, maka yang seperti itu kalau tidak mengindahkan kita minta untuk ditutup,” tandasnya.

Wakapolda Jateng Brigjen Abioso Seno Aji menambahkan, di Jawa Tengah setidaknya ada 1.400-an personil disiagakan selama Operasi Ketupat Candi 2021. Pihaknya berkomitmen memutarbalikkan kendaraan dari luar Jateng yang tak sesuai ketentuan. “Pengalaman di India sudah saksikan bersama. Jadi kalau punya pikiran waras maka kita tidak ingin mengalami hal serupa,” tegasnya.***

Editor : Markon Piliang