logo

Karang Taruna Kecamatan Cibinong, Bantu Pemkab Ciptakan Lingkungan Bersih

 Karang Taruna Kecamatan Cibinong, Bantu Pemkab Ciptakan Lingkungan Bersih

Ketua umum Karang Taruna, Cibinong, Denny Suhendar.(foto, ones)
05 Mei 2021 03:16 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - BOGOR: ibukota sebuah wilayah merupakan etalase bagi wilayah itu sendiri. Meyakini hal itu, Karang Taruna Kecamatan Cibinong, Bogor, Jawa Barat pimpinan Denny Suhendar lantas bertekad akan "mempercatik" Cibinong sebagai ibukota Kabupaten Bogor.

Caranya dengan menata lingkungan terdekat, Karang Taruna pun menargetkan untuk membersihkan sampah di bantaran Sungai Kalibaru, yang terletak memanjang di tepian Jalan Raya Bogor, tepatnya dari depan Ramayana hingga Carefour Cibinong.

Apalagi program itu sejalan dengan program yang dicanangkan pemerintah kabupaten (Pemkab), yakni menjadikan Kabupaten Bogor sebagai City Sport and Tourism. Terkait kiprah Karang Taruna ini, Denny pun menceritakan, Cibinong boleh dibilang sebagai wajah dari, ibukota Kabupaten Bogor.

Namun, lanjutnya, selama ini penanganan masalah sampah, khususnya yang di bantaran Sungai Kalibaru, sangat luar biasa lambannya. "Sering viral di medsos. Banyak media nasional yang menyoroti masalah sampah yang ada di bantaran Sungai Kalibaru,* ujarnya.

Dikemukakannya, sesungguhnya srjak empat tahun lalu memang ada program penanganan sampah di bantaran sungai tersebut. Tapi, penanganannya belum terlihat hasilnya secara signifikan. "Saya berpikir, kalau ada aktivitas di sekitar sungai tersebut, mungkin perhatian warga terhadap masalah sampah di Sungai Kalibaru, bisa melibatkan banyak orang," ungkapnya.

Maka, tercetuslah, sejak tujuh bulan yang lalu, gerakan membersihkan zona sampah di bantaran Sungai Kalibaru. Kendati telah berhssil membersihkan bantaran Sungai Kalibaru, Denny menyatakan, masih banyak target yang harus diselesaikan. Dalam upaya membersihkan sampah di bantaran Kalibaru, target utamanya setiap bulan, pembersihan zona sampah yang dilakukan bisa maju 50 meter, di bantaran Sungai Kalibaru.

"Selama ini kan, yang disebut peduli lingkungan, masih terbatas pada kegiatan seremonial belaka," kata Denny. Akhirnya terpikir, kalau zona sampah ini bisa diubah menjadi tempat yang nyaman. Tempat hiburan, maka kepeduliannya bisa sama-sama.

"Nah mulailah kita bergerak, membersihkan bantaran Sungai Kalibaru. Sampah yang ada kita bakar," ujarnya. Karena, Karang Taruna juga memiliki resque yang bekerja sama dengan BPBD dan sering menjadi relawan tiap ada bencana. Maka, Karang Taruna bisa memperoleh satu unit perahu karet dari BPBD, yang dimanfaatkan untuk operasional survai sampah di aliran Sungai Kalibaru.

Saat ini, perahu karet oun dimanfaatkan pula untuk hiburan warga. Warga bisa menyusuri Sungai Kalibaru, setelah sampahnya sudah dibersihkan. Untuk kegiatan ini, warga tidak dipungut biaya, tapi mereka diwajibkan untuk membeli bibit tanaman.

"Kita tetap ada di zona sosial, jadi tidak komersil," terang Denny. Perahu karet juga digunakan untuk mengontrol pohon tumbang, yang kerap terjadi di aliran sungai itu. Setelah berjalan selama 3,5 tahun ini, ungkap Denny, rekan-rekan Karang Taruna dinilai telah menemui titik nyamannya dalam berorganisasi dan mengabdi pada masyarakat.

"Jadi, saya udah nggak capek-capek mengontrol dan mengawasi mereka. Mereka sudah langsung inisiatif, bila ada sesuatu yang harus dilakukan," tuturnya.

Bagi Denny tidak ada seremonial lagi, yang ada baginya hanyalah kerja nyata. Memperlihatkan hasil kerja, bukan hanya meminta bantuan. Saat ini, hasil positifnya, aktivitas Karang Taruna dalam upaya membersihkan sampah di sungai maupun bantaran Sungai Kalibaru mampu memotivasi masyarakat sekitar.

"Tidak sedikit, warga yang datang ke tepi sungai membawa bibit tanaman, dan menanamkannya," ungkap Denny. Warga pun, imbuhnya, menjadi enggan untuk membuang sampah di sungai.

Aktivitas Karang Taruna Kecamatan Cibinong ini, akhirnya memperoleh apresiasi dari Kementerian Sosial (Kemensos). Direktur PSPKKM Serimika BR Karo, pernah mengunjungi Posko Karang Taruna Kecamatan Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

Dia menyatakan, Kemensos sebagai pembina baik fungsional maupun teknis terhadap Karang Taruna, selalu mendorong untuk tetap produktif dan berkarya. Waktu itu, Kemensos mengapresiasi dengan memberikan dukungan bantuan sebesar Rp.49.600.000. Bantuan bersumber dari dana hibah dalam negeri. Dana hibah ini berasal dari hasil penyelenggaraan UGB yang dilakukan oleh dunia usaha, yang izin penyelenggaraannya diberikan oleh Kemensos.***