logo

Serahkan Bantuan Rp720 Juta, Irwan: Awak Nenggala Gugur Sempurna Di Laut Sebagai Patriot!

Serahkan Bantuan Rp720 Juta, Irwan: Awak Nenggala Gugur Sempurna Di Laut Sebagai Patriot!

Direktur SidoMuncul, Irwan Hidayat menyampaikan bantuan cek tunai total sebesar Rp720 Juta untuk ahli waris awak kapal selam KRI Nanggala-402 dan diserahkan langsung oleh perwakilan SIDO Surabaya, Reivo Aditya Hidayat kepada ahli waris yang disaksiksn langsung oleh Komandan KRI Cakra 401 Letnan Kolonel (Letkol) Laut (P) Haran Al Ahsan
04 Mei 2021 23:48 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Setelah secara simbolis dilakukan pemberian bantuan uang tunai sebesar Rp720 Juta dari Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat yang diterimakan kepada ahli waris awak kapal selam KRI Nanggala 402 yang tenggelam di Perairan Bali, pada Rabu lalu (21/4/2021) yang diwakili Wakil Kepala Staf Angkatan laut (Wakasal) Laksamama Madya TNI Ahmadi Heri Purwono, S.E., M.M, mewakili Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., di Gedung Utama Denma Mabesal, Cilangkap, Senin (26/4/2021) maka pada Senin (3/5/2021) direalisasikan bantuan dari perusahaan jamu dan farmasi termodern ini kepada 53 ahli waris awak kapal selam KRI Nanggala-402.

Ke 53 ahli waris korban kapal selam Nanggala langsung diberikan cek tunai dari SidoMuncul yang diserahkan secara simbolis oleh perwakilan SidoMuncul Surabaya, Reivo Aditya Hidayat yang tak lain adalah putra Johan Hidayat (adik kandung Irwan Hidayat) berlangsung di Gedung Bramasta Satuan Kapal Selam (Satsel) Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Senin (3/5/2021).

Bantuan tersebut merupakan wujud belasungkawa SidoMuncul untuk keluarga yang ditinggalkan para patriot bangsa ini. Adapun besaran bantuan yang didapat ahli waris disesuaikan dengan tingkat kepangkatan kru KRI Nanggala-402, mulai dari Rp10 Juta, Rp15 Juta, Rp20 Juta, hingga Rp25 Juta.

Penyerahan bantuan disaksikan Komandan KRI Cakra 401 Letnan Kolonel (Letkol) Laut (P) Haran Al Ahsan di lokasi Surabaya dan dari Jakarta langsung berinteraksi secara virtual dengan Direktur SidoMuncul Irwan Hidayat.

Irwan bertutur keluarga besar SidoMuncul merasakan keprihatinan mendalam dan turut berbelasungkawa dengan peristiwa tenggelamnya KRI Nanggala-402. Dia bersama pihak keluarga turut mendoakan para korban maupun pihak keluarga yang ditinggalkan agar tetap tabah, tawakal dan tetap semangat serta selalu berkeyakinan bahwa Tuhan yang berkehendak.

Pasti ada rencana Tuhan yang terbaik bagi para patriot tersebut dan keluarga yang mereka tinggalkan.

“Walau para skuad KRI Nanggala-402 telah gugur, saya merasa bangga karena mereka gugur sebagai pahlawan dalam melaksanakan tugas menjaga, mengamankan dan mengawal keutuhan NKRI dari matra laut. Mereka tetap berkomitmen pada tugas dan pengabdiannya terakhir. Ketika Ibu Pertiwi memanggil, mereka siap dan sigap mendedikasikan hidupnya untuk keutuhan laut Indonesia bahkan gugur juga di laut. Saya rasa mereka (awak kapal-red) sudah sempurna hidup dan gugur di laut sesuai panggilan pengabdiannya. Keluarga dan bangsa ini saya yakin bangga atas pengorbanannya. Saya turut bangga pada Angkatan Laut Indonesia,” ungkap Irwan yang awalnya sejak kecil juga ingin bercita-cita menjadi Angkatan Laut karena sangat gagah dengan seragam putih-putihnya dan berani mengarungi samudera dan lautan luas.

Irwan berharap, sumbangan yang diberikan SidoMuncul bisa membantu meringankan beban ahli waris. Setidaknya bisa menghibur sekali pun atas kehilangan nyawa orang-orang yang dicintai ini tak bisa tergantikan dengan nilai atau bentuk apa pun juga.

“Dengan segala hormat, kami turut merasa kehilangan. Bantuan Sido Muncul tidak besar dan tentu tidak bisa menukar nyawa para pejuang bangsa ini. Namun, kami berharap supaya sumbangan ini bisa turut membantu dan ikut menghibur membahagiakan keluarga untuk terus bersemangat meneruskan jiwa patriotisme mereka. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Komandan KRI Cakra 401 Letnan Kolonel (Letkol) Laut (P) Haran Al Ahsan yang sudah memfasilitasi pertemuan dengan ahli waris ini,” kata Irwan yang tercatat sebagai orang terkaya Indonesia ini.

Sementara itu dari markas Satuan Kapal Selam (Satsel) Koarmada Surabaya, Letkol Laut (P) Haran Al Ahsan bersama para ahli waris awak KRI Nanggala-402 menyampaikan ucapan rasa terima kasih dan apresiasi tinggi atas atensi SidoMuncul memberikan bantuan uang tunai yang tidak kecil, dan rata semua diterimakan para ahli waris.

“Kami mewakili komandan satuan kapal selam, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Irwan Hidayat atas rasa empati, belasungkawa, dukungan, maupun bantuan yang diberikan kepada ahli waris KRI Nanggala-402. Rasanya, kami tidak tepat mengucap gugur karena beliau-beliau masih terus beroperasi selamanya,” tandas Haran.

Haran mengungkapkan hubungan persaudaraan awak kapal Cakra 401 dan Nanggala 402 amat sangat erat. Sebab, kedua kapal datang secara bersamaan ke Indonesia dari Jerman demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Mudah-mudahan dua kapal selam ini sama-sama bisa menjalankan tugas negara dalam mengamankan wilayah kelautan NKRI," jelas Haran.

Dia mengharapkan para ahli waris bisa bersabar dan tegar menghadapi cobaan tersebut. Komandan KRI Cakra 401 ini pun menguatkan moral para ahli waris dengan menyebut kru KRI Nanggala-402 sebagai syuhada bagi agama dan negaranya karena gugur saat menjalankan tugas membela Merah Putih.

“Pihak yang mendoakan para korban tidak hanya dari masyarakat Indonesia. Yang membanggakan dan mengharukan atensi dan empati juga berasal dari negara-negara sahabat lainnya,” ungkap Komandan Haran.

Irwan juga mengungkapkan pemberian bantuan SidoMuncul disampaikan dalam bentuk cek tunai dan bukan bilyet giro sehingga pihak ahli waris bisa segera langsung mencairkannya. Bantuan tersebut langsung diantarkan pihak SidoMuncul kepada para ahli waris jika pada saat penyerahan langsung di Satuan Kapal Selam (Satsel) Koarmada II, mereka para ahli waris tidak bisa hadir.

“Kami tidak ingin merepotkan keluarga korban yang sudah merasakan kehilangan yang begitu besar,” ujarnya.

Irwan juga menyampaikan bahwa ada satu ahli waris yang memiliki Kartu Keluarga (KK) dan KTP berbeda dengan awak kapal. Walau begitu, pihaknya akan tetap menunggu pembenahan data tersebut.

“Akan tetap kami berikan bantuan sesuai komitmen kami untuk membantu langsung para ahli waris," kata Irwan.

Sulung dari lima saudara generasi ketiga SidoMuncul ini menyebut kenapa SidoMuncul memberlakukan seperti ini karena sebagai perusahaan publik, emiten berkode SIDO ini diberi kewajiban untuk menyampaikan secara terbuka, transparan, dan harus akuntabel.

"Tentu kita juga akan sampaikan laporan ini kepada Mabes Angkatan Laut di Jakarta," kata Irwan.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH