logo

Penyidik Senior Novel Baswedan Tersingkir Dari KPK?

Penyidik Senior Novel Baswedan Tersingkir Dari KPK?

penyidik senior KPK Novel Baswedan
04 Mei 2021 11:54 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Sejumlah pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang beralih status menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) diperkirakan bakal tergusur karena tidak lolos dari tes wawasan kebangsaan. Hanya saja sampai saat ini, KPK belum mengumumkan nama-nama pegawainya yang lolos jadi ASN secara resmi atau yang sebaliknya tersingkir.

Informasi yang berkembang menyebutkan, yang tersingkir atau tidak lolos test kebangsaan, termasuk di antaranya penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Plt Jubir KPK Ali Fikri membenarkan bahwa pihaknya telah menerima hasil assesment wawasan kebangsaan yang diserahkan pihak BKN RI tanggal 27 April 2021. Namun, dia belum bisa merinci nama pegawai yang lolos jadi ASN atau sebaliknya tersingkir. "KPK baru akan menyampaikan hasilnya kepada publik waktu dekat," katanya, Selasa (4/5/2021).

Ketua KPK Firli Bahuri sebelumnya juga mengakui belum tahu siapa saja yang lolos tes kebangsaan dari BKN RI tersebut. Dia juga tidak dapat memastikan kabar yang menyebutkan Novel Baswedan tersingkir dari lembaga antirasuah itu.

Berdasarkan informasi, terdapat 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos tes wawasan kebangsaan. Mereka gagal alih status menjadi ASN. Peralihan status pegawai KPK menjadi ASN merupakan amanat Pasal 1 angka 6 UU 19/2019 tentang KPK.

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron sebelumnya menyatakan, sebagai lembaga penegak hukum, KPK harus mematuhi aturan perundang-undangan, termasuk terkait peralihan status pegawai dari pegawai independen yang diatur oleh KPK menjadi ASN. "Kita penegak hukum harus taat hukum. Hukum menggariskan bahwa kita harus jadi ASN," kata Ghufron.

Dia menyebutkan, Peraturan Pemerintah (PP) 41/2020 tentang Pengalihan Pegawai KPK Menjadi ASN mengatur langkah-langkah teknis proses peralihan pegawai untuk menjadi ASN. Pegawai KPK harus mengikuti dua syarat yakni dari internal KPK serta berikrar setia kepada Pancasila dan NKRI.

"Kompetensi dasar sesuai lembaga tersebut dan kesetiaan terhadap ideologi Pancasila dan NKRI untuk pengukuran ideologi dasar sebagai calon pegawai KPK selalu melakukan tes kompetensi tersebut," kata Ghufron. ***

Editor : Pudja Rukmana