logo

Larangan Mudik, Daerah Diminta Ketatkan Mobilitas Masyarakat

Larangan Mudik, Daerah Diminta Ketatkan Mobilitas Masyarakat

Doni Monardo, Airlangga Hartarto dan Budi Gunadi Sadikin. (BPMI Setpres)
03 Mei 2021 23:35 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengingatkan seluruh komponen di daerah untuk segera melakukan upaya pengetatan dan pencegahan mobilitas masyarakat terkait implementasi kebijakan pelarangan mudik yang telah diputuskan pemerintah.

Hal ini disampaikan Doni Monardo dalam keterangan pers bersama Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, usai mengikuti Rapat Terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi mengenai Penanganan Pandemi Covid-19 di Jakarta, Senin (03/05/2021). 

“Khususnya kepada seluruh pejabat di Pulau Sumatra untuk betul-betul melakukan evaluasi secepat mungkin, jangan sampai terlambat. Karena ketika terlambat melakukan pengetatan dan melakukan langkah-langkah untuk pencegahan, maka kasus eksponensial ini akan tidak terkontrol,” ujarnya seperti disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden dan Sekretariat Kabinet.

Ketua Satgas Covid-19 menegaskan, keputusan larangan mudik Hari Raya Idul Fitri 2021 diambil pemerintah setelah melalui berbagai macam pertimbangan, masukan, serta data yang dikumpulkan selama satu tahun terakhir.

“Bapak Presiden sudah beberapa kali menegaskan tentang ketentuan mudik, yaitu dilarang mudik. Sehingga keputusan dilarang mudik ini mohon kiranya narasinya adalah narasi tunggal, tidak boleh ada pejabat mana pun yang berbeda narasinya dari narasi pusat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Doni mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan kebijakan larangan mudik ini yang diterapkan untuk mencegah lonjakan kasus konfirmasi positif Covid-19 yang kerap terjadi setelah libur panjang. 

“Tidak cukup hanya pemerintah saja yang mengajak larangan mudik, tetapi kita juga mengajak kepada orangtua, keluarga yang ada di kampung halaman untuk juga mau menyampaikan pesan jangan dulu kembali ke kampung halaman, jangan dulu liburan di kampung, jangan Lebaran di kampung,” ungkapnya.

Dengan tidak mudik, ucap Doni, akan membantu upaya pengendalian pandemi sekaligus menyelamatkan bangsa Indonesia.

“Bersabar, bersabar, ini adalah salah satu kunci kita untuk sukses mengendalikan Covid-19. Dengan bersabar kita bisa menyelamatkan banyak orang, baik diri kita sendiri, keluarga kita dan juga menyelamatkan bangsa kita,” ujarnya.

Terus Membaik

Lebih jauh Doni Monardo memaparkan tentang perkembangan kasus aktif Covid-19 yang dinilainya mengalami perbaikan cukup signifikan.

“Kondisi kasus aktif kita ini termasuk kondisi yang sudah sangat baik, hari ini tercatat 6,01 persen. Angka kesembuhan itu sudah masuk di posisi 91,26 persen. Ini juga merupakan angka tertinggi selama Indonesia menghadapi Covid-19. Mohon ini kita pertahankan,” ujarnya

Terkait upaya penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, Doni menekankan pentingnya penerapan pengendalian gas dan rem seperti yang selalu disampaikan Presiden Jokowi.

“Bapak Presiden berulang kali mengatakan setelannya sudah pas, jangan sampai ada perubahan. Artinya, pas di sini adalah gas dan rem. Tugas kami bersama dengan Bapak Menkes adalah mengingatkan tentang pentingnya menginjak atau menekan rem bagi seluruh kepala daerah,” ujarnya.

Ketua Satgas Covid-19 juga menekankan agar para kepala daerah terus memperhatikan dan mengevaluasi perkembangan kasus yang terjadi di daerah masing-masing.

“Ketika terjadi kasus aktif (dan) angka kematian yang tinggi, maka seluruh pimpinan (gubernur, bupati, wali kota) dibantu oleh seluruh unsur-unsur yang ada di daerah untuk betul-betul mengetatkan aktivitas atau mobilitas masyarakat,” tandasnya. 

Menurut Doni Monardo,  berdasarkan hasil survei yang dilakukan, setelah Jokowi mengumumkan kebijakan larangan mudik masih terdapat tujuh persen responden yang tetap akan melakukan mudik.

“Bahkan sebelum Ramadhan pun sudah ada yang kembali ke kampung halaman untuk melakukan berbagai macam aktivitas. Sehingga kalau kita lihat, hampir semua provinsi di Pulau Sumatra mengalami kenaikan kasus, baik kasus aktif dan juga menurunkan angka kesembuhan serta meningkat sejumlah provinsi angka kematiannya,” ungkapnya.

Mutasi Virus Corona

Senada dengan Doni Monardo, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengingatkan seluruh masyarakat untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan di setiap saat. Ini penting sebagai upaya untuk mencegah penularan virus Corona, termasuk dengan adanya varian baru virus yang sudah terdeteksi di Indonesia.

“Apa pun virusnya, apa pun mutasinya, kalau kita disiplin protokol kesehatannya (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) insya Allah harusnya penularan tidak terjadi,” ujarnya. 

Diungkapkan Menkes, selain varian baru yang berasal dari Inggris ditemukan juga mutasi virus yang berasal dari India dan Afrika Selatan. “Jadi selain mutasi yang dari Inggris yang sekarang sudah ada 13 insiden, sudah ada dua mutasi dari India masuk, dan satu mutasi dari Afrika Selatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Budi G Sadikin menjelaskan, pemerintah juga terus mengintensifkan upaya 3T (testing, tracing, treatment) untuk mencegah penyebaran mutasi baru virus tersebut. Hal ini dilakukan mengingat varian ini termasuk ke dalam kategori variant of concern atau mutasi yang mendapat perhatian khusus Badan Kesehatan Dunia atau WHO karena tingkat penularan yang relatif lebih tinggi.

“Adalah tugas kita bersama untuk segera melakukan isolasi untuk yang terkena, disiplin melakukan testing dan tracing untuk kontak erat dari daerah sekitarnya,” ujarnya.

Dalam keterangan persnya, Menkes juga kembali mengingatkan semua komponen bangsa untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi pandemi ini meskipun terdapat tren penurunan kasus secara nasional.

“Tugas saya sebagai Menteri Kesehatan adalah terus mengingatkan agar kita harus selalu waspada, jangan sampai lengah, jangan terburu-buru mengendurkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Dipaparkan Menkes, meskipun kurva penambahan kasus positif secara nasional mengalami menurun, masih terdapat kenaikan di beberapa  provinsi, baik dari sisi kasus konfirmasi positif, jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit, maupun tingkat kematian. Ini terjadi khususnya di beberapa provinsi di Sumatra, seperti Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Lampung,  Sumatra Selatan, dan Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.

“Kita juga lihat ada beberapa provinsi di Kalimantan seperti Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan karena banyak pekerja migran Indonesia yang kembali, di situ juga ada kenaikan,” paparnya.

Menkes pun menekankan perlunya dilakukan upaya untuk dapat mengendalikan laju kenaikan kurva kasus tersebut sedini mungkin.

“Walaupun kenaikan ini masih bisa kita kendalikan, tetapi tugas saya mengingatkan kepada teman-teman, karena kalau ada kenaikan selalu sifatnya eksponensial, sehingga akan sulit kita mengontrol. Lebih baik kita kontrol pada saat mereka naiknya baru sedikit,” ungkapnya. ***

Editor : Pudja Rukmana