logo

Puasa Sehat ala Rasulullah

Puasa Sehat ala Rasulullah

28 April 2021 20:28 WIB

SuaraKarya.id -  

Oleh: dr. Bagus Taufiqur Rachman, SpU, MARS

Bulan suci Ramadan adalah bulan untuk umat Muslim dewasa melakukan puasa setiap hari selama sebulan penuh dari terbit matahari sampai tenggelam matahari. Perintah berpuasa dituangkan dalam ayat al-quran Al-Baqarah Ayat 183: 

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Jika dijalankan sesuai sunnah Rasul, berpuasa dapat memberikan banyak dampak positif salah satunya dari aspek kesehatan. Dari hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Anas bin Malik: “Sahurlah kalian semua. Sesungguhnya sahur itu mengandung keberkahan.” (HR Bukhari: 1923).

Nabi Muhammad memerintahkan untuk tidak melewatkan sahur karena makanan yang dikonsumsi saat sahur adalah cadangan sumber energi untuk tubuh melakukan kegiatan disiang hari. Konsumsi makanan yang bergizi, minum air 2-3 gelas untuk mencegah dehidrasi, dan konsumsi kurma untuk menambah cadangan glukosa. Sesuai hadits Rasulullah “Sebaik-baiknya sahur seorang mukmin adalah kurma.” (H.R Abu dawud). Sahur dapat mencegah tubuh dari hipoglikemi atau keadaan kadar gula darah turun dalam tubuh karena tidak ada nya pasokan makanan selama berpuasa.

Waktu yang disarankan oleh Nabi Muhammad SAW dalam melaksanakan sahur adalah diakhir waktu tujuannya karena bangun yang terlalu pagi untuk santap sahur dapat menyebabkan kita tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup yaitu 7-8 jam perhari yang artinya tidak baik untuk kesehatan. Selain itu menyantap sahur di waktu mendekati adzan subuh memberikan kesempatan tubuh lebih lama dapat menahan lapar. Oleh karena itu, jangan melewatkan sahur ya.

Setelah sahur, tidak sedikit dari kita tidur kembali. Namun sebaiknya hal ini harus dihindari atau paling tidak menunggu 2-3 jam setelah makan karena apabila tidur dengan kondisi perut yang terisi makanan dapat menyebabkan refluks asam lambung, memperberat kerja lambung dan keluarnya hormon yang membuat kita bangun dalam keadaan lapar. 

Di siang hari kondisi tubuh membutuhkan cadangan energi yang digunakan untuk memberi makan sel-sel tubuh agar dapat tetap beraktivitas. Selama berpuasa ini lah tubuh memanfaatkan cadangan makanan yang disimpan dalam hati untuk digunakan. Apabila cadangan dalam hati habis makan tubuh akan memecah lemak menjadi sumber energi atau yang disebut dengan gluconeogenesis. Proses pemecahan lemak menjadi energi ini adalah manfaat puasa dari aspek kesehatan yaitu membantu menurunkan berat badan bagi penderita obesitas, meningkatan sensitivitas insulin bagi penderita Diabetes Mellitus atau Kencing Manis. Serta dapat mengontrol tekanan darah bagi penderita Hipertensi.

Setelah seharian melakukan kegiatan, tubuh mulai terasa lemas dan membutuhkan asupan makanan untuk mengembalikan energi yang terpakai selama hampir 12 jam berpuasa. Diambil dari hadits Rasulullah SAW menegaskan firman Allah, "Sesungguhnya hamba-hamba-Ku yang paling Kucintai ialah yang lebih menyegerakan berbuka puasa." (HR Ahmad dan Timurmidzi) artinya kita disarankan langsung berbuka saat mendengar adzan Maghrib untuk melepas dahaga setelah berpuasa. 

Selain itu, sunnah Nabi Muhammad SAW adalah berbuka dengan kurma dan air. Seperti yang terdapat dalam hadits “Jika salah seorang dari kalian berbuka puasa, maka berbukalah dengan kurma kering (tamr), karena hal itu mengandung keberkahan. Jika tidak ada, maka berbukalah dengan air karena air itu mensucikan.” (H.R AL-Tirmidzi). Jika dilihat dari kandungan yang terdapat dalam kurma, kurma mengandung gula alami yang dapat dengan cepat mengembalikan energi yang hilang namun tidak menyebabkan obesitas karena kurma tinggi kandungan serat yang dapat memperlancar proses pencernaan. Dianjurkan mengkonsumsi kurma dalam jumlah ganjil. Nabi Muhammad SAW juga mencontohkan untuk meminum air putih, jelas tujuannya yaitu untuk merehidrasi tubuh selama sehari tidak mengkonsumsi air putih.

Tubuh membutuhkan makanan yang sehat dan bergizi saat berbuka puasa. Keadaan tubuh yang kelaparan sering membuat kita untuk segera menyantap hidangan berbuka puasa dalam jumlah yang banyak dalam waktu cepat. Hal ini tidak sesuai dengan perintah Allah SWT dan tidak baik bagi kesehatan. Dalam firman Allah SWT “Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan,”(QS. Al A’raf: 31). Rasullullah mengajarkan kita untuk mengisi perut 1/3 makanan, 1/3 minuman, dan 1/3 udara. Hal ini sejalan jika dilihat dari aspek kesehatan dimana perut dalam kondisi kosong dapat menyebabkan masalah bila diisi dalam porsi yang besar dan waktu cepat, yaitu terasa sesak dan tidak nyaman dalam melaksanakan ibadah sholat. Konsumsi makanan dan minuman dalam jumlah secukupnya. Pilih jenis makanan yang tinggi serat dan rendah lemak agar kondisi tubuh selama sebulan penuh tetap berstamina sehingga kita bisa memaksimalkan ibadah.

Nabi Muhammad SAW adalah panutan umat Muslim yang diutus oleh Allah SWT. Sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW tentang anjuran dan tata cara berpuasa yang dicontohkan ada baiknya kita memanfaatkan momen bulan Ramadan untuk memulai pola hidup yang baik terutama pola makan dan memperhatikan kandungan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Karena terdapat banyak manfaat dan dampak positif yang dapat kita praktikan selama berpuasa selain mendapatkan kesehatan bagi tubuh dan Insyallah mendatangkan pahala bagi yang melaksanakannya. 

* dr. Bagus Taufiqur Rachman, SpU, MARS-RSUD Chasbullah Abdul Majid Kota Bekasi.

Editor : Gungde Ariwangsa SH