logo

Jampidsus Kejagung Masih Berjuang Keras Tuntaskan Kasus Asabri

Jampidsus Kejagung Masih Berjuang Keras Tuntaskan Kasus Asabri

Jampidsus Kejaksaan Agung
20 April 2021 11:15 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Tim penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung masih harus bekerja keras mendalami dugaan tindak pidana korupsi di PT Asabri. Tidak hanya demi kelengkapan berkas-berkas para tersangka juga dimaksudkan untuk menelisik aset-aset tersangka kasus korupsi Asabri itu sendiri bahkan boleh jadi juga adanya tersangka baru. Namun yang terakhir ini kecil kemungkinannya. Kalaupun ada, statusnya sekarang ini sudah menjadi saksi dalam kasus tersebut.

Menurut Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, tim penyidik khusus Kejagung memeriksa adik tersangka Heru Hidayat (HH) bernama Susanti Hidayat (SH). Pemeriksaan ini sebagai tindak lanjut dari dilakukannya penyitaan sebuah mobil merk Lexus atas nama SH oleh penyidik.

Selain memeriksa HH, tiga pihak swasta turut diperiksa penyidik khusus Kejagung. Sehingga total saksi diperiksa sebanyak 15 orang. "Tim Jampidsus Kejaksaan Agung memeriksa lima orang saksi yang terkait dugaan korupsi di PT Asabri," kata Leonard, Selasa (20/4/2021).

Kelima orang yang diperiksa yakni SH selaku adik tersangka HH, APS selaku Komisaris PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk, NHP selaku Nominee tersangka HH, TJT selaku Head Dealer PT Maybank Asset Management, DA selaku Direktur Utama PT Treasure Fund Investama

Leonard menyebutkan pemeriksaan-pemeriksaan masih akan terus berlanjut sampai akhirnya berkasnya dapat dilimpahkan ke penuntut umum, yang disusul pelimpahan lagi ke Pengadilan Tipikor Jakarta. Dari hasil persidangan ini diharapkan pula terbongkar hal-hal lainnya terlebih dalam kaitan penyelamatan kerugian Negara.

Tim penyidik Jampidsus Kejagung sebelumnya telah menetapkan 9 tersangka dalam penyidikan kasus dugaan korupsi PT Asabri. Sembilan tersangka tersebut adalah Dirut PT Asabri periode tahun 2011 - Maret 2016 (Purn) Mayjen Adam Rachmat Damiri dan Dirut PT Asabri periode Maret 2016 - Juli 2020 (Purn) Letjen Sonny Widjaja.

Berikutnya Direktur Keuangan PT Asabri periode Oktober 2008-Juni 2014 Bachtiar Effendi, Direktur PT Asabri periode 2013 - 2014 dan 2015 - 2019 Hari Setiono, Kepala Divisi Investasi PT Asabri Juli 2012 - Januari 2017 Ilham W. Siregar, Dirut PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo.

Tidak hanya itu, juga Dirut PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dan Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat yang sudah dijatuhi hukuman seumur hidup di kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya. Karenanya, bukan tidak mungkin keduanya divonis mati nantinya sebagai imbalan atau akumulasi dari tindak kejahatan yang mereka lakukan di dua kasus megakorupsi.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH