logo

Emansipasi Dan Jasa Kartini

Emansipasi Dan Jasa Kartini

19 April 2021 10:49 WIB

SuaraKarya.id - Oleh: Chrysnanda Dwi Laksana*

Tanggal 21 April diperingati secara nasional sebagai Hari Kartini. Kartini seorang putri bangsawan yang mau tidak mau mengikuti belenggu adat atau tradisi. Anak perempuan sebatas konco wingking. Teman di belakang sebagai pelengkap penderita. Kartini merasakan bagaimana kaumnya dalam belenggu yang mengkebiri atas kesamaan hak. Kartini memiliki semangat dan spirit luar biasa untuk memajukan kaumnya.

 Dari surat suratnya kepada keluarga Abendanon, yang diterbitkan " Habis Gelap Terbitlah Terang " menguak pemikiran2 Kartini bagi kaumnya. Bisa dibayangkan jika Kartini tidak menulis. Belum tentu perjuangannya dapat tumbuh dan berkembang spt sekarang ini. 

Kartini memang bukan profesor atau doktor atau master bahkan bukan juga sarjana. Beliau mungkin sekolahnya setingkat sekolah dasar, namun kemampuan bahasanya, cara menulisnya bahkan melukis membatik beliau mampu menunjukkan kualitas tinggi. Kartini mengajar para kaum wanita di sekitarnya. Di teras belakang rumahnya. Namun semangat menggelora Kartini menjadi perhatian dunia tatkala surat suratnya diterbitkan.

 Cita cita dan isi pemikiran kartini yang begitu luar biasa dapat dilihat dibaca dan dipahami bahkan dapat ditumbuhkembangkan. 

Cara pandang Kartini telah menginspirasi menguatkan bahkan menjadikan dunia baru bagi kaumnya yang didiskriminasi. Tatkala bangsa ini merdeka gerakkan emansipasi terus yumbuh dan berkembang pada semua gatra kehidupan. Kekuatan spirit emansipasi terus melaju dan kini kaum wanita mendapatkan posisi yg sama dg kaum lelaki. Perjuangan untuk emansipasi bukan perkara mudah tentu saja Kartini Kartini lainnyapun tak kalah gigihnya dalam memperjuangkan kaumnya. Ada Dewi Sartika di jawa barat.

 Banyak pahlawan wanita dari seluruh penjuru tanah air yang turut mengharumkan nama Indonesia. Emansipasi bukan sebatas hak saja melainkan kerja keras yg mampu menunjukkan prestasi gemilang dan kinerja di semua lini. 

Pemikiran, spirit, komitmen dan konsistensi serta konsekuensinya dilakukan oleh Kartini. Ia menjalani dg lapang dada, Kartini juga patuh pd adat yg ia tentang. Perjuangan dsn pengorbanannya tidak sia sia. Namanya pun di kenang sepanjang masa.

 Keabadian dibangun atas ketulusan kerelaan dan keberanian. Nilai nilai perjuangan Kartini ini yg terus ditumbuhkembangkan. Era digital akan terus diisi Kartini Kartini milenial dg spirit " bagimu negri jiwa raga kami". 

Kecintaan akan bangsa dan bangga mengisi kemerdekaan dg cinta dan bangga akan pekerjaan. Profesionalisme, kecerdasan, moralitas dan sekaligus modernitas menjadi spirit penghormatan bagi Kartini sepanjang masa.

*Brigjen Pol Chrysnanda Dwi Laksana PhD, Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri

Editor : Markon Piliang