logo

IPDMIP Lakukan Sekolah Lapang Di 10 Daerah Irigasi Kab Lima Puluh Kota

IPDMIP Lakukan Sekolah Lapang Di 10 Daerah Irigasi Kab Lima Puluh Kota

14 April 2021 15:49 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - LIMA PULUH KOTA: Untuk meningkatkan kapasitas petani, Kabupaten Lima Puluh Kota melaksanakan kegiatan Sekolah Lapang IPDMIP (Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program) di 10 Daerah Irigasi (DI).  

Kesepuluh DI tersebut terdiri dari 8 DI kewenangan kabupaten dan 2 DI kewenangan provinsi, yaitu DI batang Liki di Kecamatan Suliki, DI Tanjuang Batauik Kecamatan Guguak VIII Koto,  DI Batang Sianipan (Nagari Sarilamak) Kecamatan  Harau,  DI Batang Mungo  (Nagari Taram) Kecamatan  Harau,  DI Lurah Bukik (Nagari Balai Panjang) Kecamatan Lareh Sago Halaban (LSH), DI Banda Baliak Sariak (Nagari Ampalu) Kecamatan Lareh Sago Halaban,  DI Batang Coran (Nagari Sitanang) Kecamatan Lareh Sago Halaban, DI Titian Ampera (Nagari Koto Tangah Batu Hampar dan Nagari Batu Hampar) Kecamatan Akabiluru, DI Batang Tabik Kecamatan Luak, dan DI Lampasi Kecamatan Payakumbuh. 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan SDM pertanian harus ditingkatkan jika ingin produktivitas meningkat.

"Petani harus terus memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kapasitasnya. Karena, ilmu pengetahuan terus berkembang," katanya. 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengutarakan hal serupa.

"Faktor pengungkit utama dalam peningkatan produktivitas pertanian adalah SDM, baik itu petani, penyuluh, petani milenial, kelompok tani, maupun gapoktan," katanya.

Ditambahkan Dedi Nursyamsi, melalui SL IPDMIP kapasitas SDM pertanian akan ditingkatkan.

"SL IPDMIP akan memberikan banyak pengetahuan baru untuk petani. Pengetahuan itu harus bisa diserap dan diimplementasikan ke lahan masing-masing," katanya. 

Kegiatan SL IPMDIP di Kabupaten Lima Puluh Kota sendiri disambut antusias. Hal ini terlihat dari jumlah peserta. Di setiap kelas SL diikuti sebanyak 25 orang, sehingga total petani yang mengikutinya sebanyak 275 orang, terdiri dari 85 orang laki-laki dan 190 orang perempuan.  

Materi yang dibahas selama SL diantaranya adalah penggunaan perangkat uji tanah sawah.  Seluruh peserta menunjukkan semangat yang tinggi dalam mempelajari teknik menggunakan perangkat uji tanah yang diperkenalkan dan cara menganalisa hasil pengujiannya.   

Materi lain yang juga akan diberikan kepada petani dalam SL antara lain cara seleksi benih padi dan pembuatan pupuk kompos.

Penyuluh yang mendampingi petani dalam kegiatan SL ini adalah Mainina Roza, Yefri Hardi, Yulianis, Mira Ayudya Modes,SP, Yanti Yulianti,  Yulia Fitri,  Susni Nofriabti,  Buchi Afruyogi,  Suardi, mardiah dan elda neti, Sedangkan pemandu atau pemberi materi antara lain Arifah Rahmi,SP, Zul Afham, Elita,  Riza Afrina, Wisnal Yeni, Indah Suci Hati, Saipul, Raflis, KJF, Kabid PSP dan Luh Ir.Masmariel dan Vivi Febria, SP Kabid Horti selaku KPA dan PPTK Kegiatan IPDMIP. *** ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto