logo

PLN: Waspadai Penipuan Yang Mengatasnamakan PLN

PLN: Waspadai Penipuan Yang Mengatasnamakan PLN

14 April 2021 14:47 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: Memasuki Bulan Ramadhan, masyarakat dihimbau untuk mewaspadai segala bentuk praktek penipuan yang mengatasnamakan PLN. Masyarakat diminta untuk tidak asal percaya menyusul maraknya peredaran link yang berisi subisidi gratis dengan cara klaim token.

Menurut Senior Manager General Affair PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jatim, A Rasyid Naja, pihaknya tidak membenarkan tentang upaya mendapatkan subsidi/stimulus listrik yang dilakukan dengan cara memasukkan data diri terlebih mengisi kuisioner yang berisi informasi pribadi yang dapat disalahgunakan. "Subsidi listrik itu langsung otomatis didapatkan oleh pelanggan," ujarnya, Rabu (14/4/2021).

Pelanggan pascabayar mislanya akan mendapatkan diskon tagihan rekening listrik pelanggan dan untuk prabayar diberikan saat pembelian token listrik. Jadi, kata dia masyarakat tidak perlu lagi mengakses token baik di web, layanan whatsapp maupun PLN Mobile.

Sebagai bentuk perlindungan sosial di tengah pandemi Covid-19, pihaknya siap jalankan keputusan pemerintah untuk tetap memberikan stimulus listrik pada periode bulan April – Juni 2021. Penerima stimulus listrik dengan skema perpanjangan diskon adalah pelanggan penerima subsidi pemerintah, yakni pelanggan rumah tangga dengan daya listrik 450 VA dan 900 VA.

Selain itu juga ada pelanggan bisnis kecil dengan daya listrik 450 VA dan industri kecil daya listrik 450 VA. Berdasarkan surat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, stimulus periode April–Juni 2021.

Besaran yang akan diberikan sebanyak separuh dari periode sebelumnya. pelanggan golongan rumah tangga daya 450 Volt Ampere, bisnis kecil daya 450 VA dan industri kecil daya 450 VA misalnya, diberikan diskon tarif listrik sebesar 50 persen dengan maksimal penggunaan 720 jam nyala.

Sedangkan pelanggan golongan rumah tangga daya 900 VA bersubsidi diberikan diskon sebesar tarif listrik 25 persen dengan maksimal penggunaan 720 jam nyala. Termasuk pembebasan biaya beban atau abonemen, serta pembebasan ketentuan rekening minimum sebesar 50 persen bagi pelanggan industri, bisnis, dan sosial.

Khusus Untuk pembebasan biaya beban, abonemen, dan pembebasan ketentuan rekening minimum, kata dia, pemberian stimulus akan diberikan secara otomatis dengan memotong tagihan rekening listrik konsumen sosial, bisnis dan industri. Potongan sebesar 50 persen hanya diberikan untuk biaya beban/abonemen dan biaya pemakaian rekening minimum.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto