logo

Pangdam Pattimura Apresiasi Kesadaran Warga Setempat Serahkan Senjata Api

Pangdam Pattimura Apresiasi Kesadaran Warga Setempat Serahkan Senjata Api

Foto: Antara
13 April 2021 04:56 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - AMBON: Panglima Kodam XVI/Pattimura Mayjen TNI. Jeffry Apoly Rahawarin mengapresiasi kesadaran warga di Pulau Amon untuk menyerahkan secara sukarela sebanyak 106 pucuk senjata api (senpi) berbagai jenis.

"Saya memberikan apresiasi yang tinggi atas kesadaran warga di Pulau Ambon untuk menyerahkan ratusan jenis senpi secara sukarela," kata Pangdam di Ambon, Senin (12/4/2021).

Ratusan senpi diserahkan warga secara sukarela melalui personil Resimen Induk (Rindam) XVI/Pattimura yang berlokasi di Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, sejak Januari hingga 10 April 2021.

Ratusan senpi yang diserahkan terdiri dari enam pucuk senjata organik dan 100 pucuk senjata rakitan, serta 252 butir amunisi campuran. Ratusan senpi itu diperkirakan merupakan sisa-sisa pasca konflik horizontal di Maluku tahun 1999 - 2000.

Pangdam Jeffry Rahawarin bersama sejumlah petinggi Kodam sempat mengunjungi Rindam XVI/Pattimura pada Sabtu (10/4), selain untuk menutup Pendidikan Secatam TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2020, sekaligus menerima penyerahan ratusan senjata tersebut dari Komandan Rindam Kolonel Inf R. Dwi Tjahjo Harsono.

Menurut Pangdam, penyerahan senjata tersebut menunjukkan kesadaran warga dalam menjaga dan memelihara kamtibmas di Maluku, khususnya Pulau Ambon semakin meningkat.

Senpi yang diperoleh Kodam merupakan merupakan hasil dari pembinaan teritorial prajurit Rindam kepada masyarakat di wilayah binaannya, sehingga mereka sadar dan menyerahkan secara sukarela.

"Selain mendidik prajurit baru, Rindam juga melakukan komunikasi sosial dan hasilnya warga dengan sukarela menyerahkan senpi yang sudah lama disimpan kepada personil Rindam," katanya seperti dilansir Antara.

Pangdam memberikan apresiasi tinggi kepada Komandan Rindam dan personilnya karena di luar tugas pokok sebagai satuan pencetak prajurit Bintara dan Tamtama, mampu melakukan pembinaan teritorial terbatas sehingga masyarakat dengan sukarela menyerahkan senpi dan amunisi. ***

 

Editor : Dwi Putro Agus Asianto