logo

Berkesan, Perjalanan Jurnalistik Wartawan PWI Sorong Di Pulau Arar

Berkesan, Perjalanan Jurnalistik Wartawan PWI Sorong Di Pulau Arar

08 April 2021 23:43 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - SORONG: Perjalanan wartawan yang tergabung di PWI Sorong, Kamis (8/4/2021) ini sangat berkesan karena seru. Para  jurnalis berbagai media ini berangkat dari Kota Sorong menggunakan kendaraan roda empat milik Petrogas dengan waktu tempuh 2 jam hingga  tiba di dermaga Pelabuhan Arar Kabupaten Sorong.

Setelah beristirahat 30 menit di dermaga, sambil mengambil sejumlah gambar menarik untuk dimediakan, rombongan wartawan ini, kemudian menggunakan perahu ukuran sangat kecil bermesin tempel menuju Pulau Arar.

Dalam rombongan ini turut hadir seorang wartawan senior, J Silaen (59) dari media online. Di saat  kondisi kepenatan serta olengan keras perahu bermesin tempel ini, para wartawan  dihibur dengan cerita humor yang lucu dan menghibur yang dilontarkan oleh  sang wartawan senior (J Silaen).

 Humor seperti “kase tinggal dia, tadi dia bikin malu saya.. sekarang saya, juga bikin malu dia”. Atau, kata istri tadi, itu Tesi (tenaga sisa), Pak. Dan,  tertulis AIDS ketika kendor. Begitu kencang terbaca ADIDAS. Humor ini membuat rombongan tertawa terpingkal-pingkal menyehatkan.

Perjalanan seru ini pun dilanjutkan mengelilingi laut dangkal di tengah sederetan hutan mangrove. Tapi, di  sampingnya berdiri sejumlah bangunan raksasa. Bangunan-bangunan itu  yang akan mendukung  pertumbuhan KEK Sorong ke depan.

 Pulau Arar yang terkenal subur dari segi pertanian tapi juga  adalah sebuah pulau penghasil  perikanan tangkap, yang dihuni oleh  lebih dari 150 kepala keluarga (KK),  itu memiliki cerita unik.

Lebih dari itu,  penghuni pulau Arar ini umumnya beragama Islam dan sisanya umat Kristen.  Meski demikian, sesuai cerita warga setempat kehidupan masyarakat  berjalan ratusan tahun dalam suasana damai antarumat beragama (toleransi).

Setibanya di Kampung  Arar, rombongan wartawan diterima masyarakat yang akan mengikuti screening kesehatan. Kegiatan ini digelar Dinas Kesehatan Distrik Mayamuk didukung Petrogas Sorong. Nama kampung sama dengan nama pulau ini rupanya dijadikan salah satu kampung percontohan di Kabupaten Sorong, Papua Barat.

“(Di) Kampung Arar ini sejak 2018 hingga 2021, Petrogas  mendukung pembangunan kesehatan, perekonomian dan pembangunan lainnya di pulau ini. Karena itu, atas nama masyarakat saya menyampaikan terima kasih tak terhingga kepada Petrogas Sorong,” kata  Pjs Kepala Kampung Arar, Ahad Sakka dalam sambutannya, pada acara ini, Kamis (8/4/2021).

Masyarakat kampung Arar, seakan  menjemput kedatangan  kami. Meski, bersamaan dengan kegiatan screening kesehatan tersebut diharuskan warga kampung  berkumpul.

Tidak dalam  perencanaan rombongan wartawan untuk mengikuti tes kesehatan, ternyata tim medis  mengundang  atau mempersilakan para jurnalis  di-screening pertama kali. Penulis-pun diundang screening  pertama mulai dari mengukur tinggi badan, lingkar  pinggang.

Selanjutnya, tensi darah, periksa gula darah, kolesterol hingga periksa malaria. Umumnya wartawan rombongan jurnalis  ini tidak memiliki hasil yang mengecewakan. Bahkan penyakit berat seperti gula darah, tensi darah dan lainnya masih dalam batas yang dapat ditolelir aturan kesehatan.

Usai screening, para wartawan diundang untuk mengkuti sejumlah pemaparan hasil pembangunan dan perkembangan warga kampung Pulau Arar ini.

Ternyata kemajuan  kaum wanita di kampung ini cukup menggembirakan dari berbagai aspek. Misalnya, kegiatan industri rumahan  yang dihasilkan kaum  perempuan  setempat. Seperti,  pembuatan bakso ikan, aneka kue dan lainnya, dipasarkan di  perusahaan- perusahaan raksasa KEK Arar.

“Kami bangga karena hasil produksi industri rumah tangga  dari kampung Arar, sudah memiliki pasar,  yang tentunya  menjadi penghasilan tetap bagi para pekerjanya. Bahkan, pihak perusahaan justru memacu kaum perempuan  di kampung ini untuk terus memproduksi bahan seperti bakso, kue yang sesuai dengan standar gizi yang  ditetapkan  pasar.

Tentunya, terkait kebersihan dan standar higienis, para ibu dibina oleh tim yang  berstandar  baik di daerah ini. Sehingga, produksi  industri keluarga  di kampung ini dapat diterima oleh  aturan  kesehatan  makanan di perusahaan raksasa KEK Sorong.

Untuk menggali lebih jauh, mengapa warga kampung Arar mayoritas beragama Islam, menurut beberapa tokoh  masyarakat setempat, mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

“Kami di kampung ini (Arar) sudah sejak ratusan tahun lalu hidup berdampingan dengan penuh   kasih sayang yang tinggi antar suku dan umat beragama. Daerah kami ini tak terpengaruh dengan  budaya lain karena hidup kami sejak dahulu  mengemukakan  kasih sayang yang lahir dari lubuk hati yang paling dalam,”kata Mama Steven, warga Kampung Arar, kepada Suarakarya.id.

Sesuai data, sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Papua dan Papua Barat, menjadikan kampung Arar sebagai  kawasan percontohan  toleransi umat beragama di kabupaten Sorong, Papua Barat.

Karena begitu besar hubungan baik antar warga yang berlainan agama dan suku, membuat sejumlah LSM maupun perguruan tinggi mengadakan  studi banding di kampung Arar ini.

“Bayangkan pulau yang luasnya tak lebih dari  5 kilo meter  ini kalau tak rukun antar warganya, tentu sangat kurang baik. Tapi, yang terjadi selama ratusan tahun, bahwa hubungan toleransi antar umat baragama di kampung ini  patut dijadikan contoh bagi daerah lainnya di Indnesia,” kata Manap, salah satu LSM yang pernah meneliti di kampung Arar terkait potensi  SDA dan hubungan antar warga di kampung ini.

Sebenarnya, bukan pulau Arar, saja. Tapi beberapa pulau di sekitarnya, juga menjadi tempat wisata pantai yang ramai dikunjungi  wisatawan lokal.  Karena, aktifitas wisata yang makin ramai, warga setempat  mulai menyediakan fasilitas seperti  homestay dan tourguide  bagi  para wisatawan yang berkunjung ke kawasan KEK Arar ini.

Perjalanan seru para jurnalis yang tergabung di PWI Sorong ini pun diakhiri, dengan berkunjung ke beberapa lokasi pembangunan  gas   yang tersebar di areal KEK ini.

Tepat pukul 16.00 WIT  wartawan/jurnalis pun diantar meninggalkan KEK Arar menuju  ke rumah masing-masing dengan menumpang mobil yang sama pagi tadi. ***