logo

Faktor Usia Bukan Halangan Untuk Berprestasi

Faktor Usia Bukan Halangan Untuk Berprestasi

H Sulistyo SH (2 dari kanan) saat bersama mahasiswa berpredikat cumlaud lainnya.
08 April 2021 13:35 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: Rasa kurang percaya diri (minder) kerap menghambat para mahasiswa paling tua saat menempuh pendidikan. Tapi bagi H Sulistyo, perasaan minder itu justru bisa dibalik menjadi mahasiswa berprestasi di Fakultas Hukum (FH) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) tersebut.

Ditemui disela Yudisium Semester Gasal 2020/2021 FH UWKS, pria kelahiran 1976 itu menjadi sosok paling dituakan oleh teman-teman seangkatan yang rata-rata usianya terpaut 23 tahun tersebut. "Selama kuliah saya memang minder, bahkan saya selalu duduk di bangku paling belakang karena malu," ujarnya, Kamis (8/4/2021).

Tapi siapa sangka, rasa minder yang kerap muncul saat belajar bersama teman satu angkatannya itu, justru mengantar Sulistyo meraih pridekat cumlaud dengan IPK 3,86 dan menduduki peringkat 2 setelah Retno Wulandari. Bapak dua anak ini memang sudah berusaha keras untuk menjadi seperti sekarang.

Selepas kerja di Yayasan Wijaya Kusuma, Sulistyo selalu memanfaatkan waktu senggangnya di rumah untuk belajar. "Dukungan berbagai pihak telah menambah spririt saya hingga akhirnya bisa menuntaskan perkuliahan dalam waktu 3,5 tahun," ujarnya.

Dia kemudian menyebut nama Ketua Yayasan Wijaya Kusuma, Soejadmiko yang banyak memberi motivasi ketika mentalnya sedang down. Bahkan sosok ini disebut sebagai orang yang paling mempengaruhi dirinya untuk terus belajar.

Gambaran jasa besar Soejadmiko itu terlihat saat Sulistyo diberi kesempatan untuk memberikan cindera mata kepada tokoh ini. Ungkapan terima kasih itu diucapkan dengan penuh perasaan di depan ratusan peserta dan hadirin yudisium yang memenuhi hall perguruan tinggi ternama itu.

Sosok itu jugalah yang memotivasi Sulistyo untuk melanjutkan kuliahnya ke jenjang S2 setelah resmi diwisuda besok. Sulistyo bertekad akan terus belajar, salah satunya untuk memberi contoh pada anaknya yang saat ini juga sudah duduk di bangku kuliah.

Ditemui di tempat terpisah, Ketua Yayasan Wijaya Kusuma, Soejadmiko mengaku selalu berusaha mendorong semua orang, terutama yang orang-orang yang ada di dekatnya untuk selau belajar. "Belajar itu tak pandang usia, supaya tidak gampang kagetan saat terjadi perubahan," ujarnya.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto