logo

Lima Arahan Jokowi Tangani Bencana NTT-NTB

Lima Arahan Jokowi Tangani Bencana NTT-NTB

Foto: YouTube Sekretariat Kabinet.
06 April 2021 22:46 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, selama satu pekan terakhir, cuaca ekstrem akibat Siklon Tropis Seroja telah dirasakan di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengalami dampak paling besar. Cuaca ekstrem tersebut memicu terjadinya bencana banjir bandang dan longsong di kedua wilayah tersebut.

Demikian Presiden Jokowi mengawali sambutannya ketika memimpin Rapat Terbatas (Ratas) membahas Penanganan Bencana di NTB dan NTT dari Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (06/04/2021). Selanjutnya, dalam rapat yang digelar melalui konferensi video, disiarkan YouTube Sekretariat Presiden ini, Presiden Jokowi menyampaikan lima arahan sebagai berikut, dirilis di laman resmi Setkab.

Pertama, Presiden minta percepatan proses evakuasi, pencarian, dan penyelamatan korban yang belum ditemukan. Ini saya minta Kepala BNPB, Kepala Basarnas dibantu dengan Panglima TNI dan Kapolri dengan seluruh jajarannya (untuk) mengerahkan tambahan personel SAR, sehingga dapat menjangkau lebih banyak wilayah terdampak, termasuk wilayah terisolir dan berbagai gugus pulau di NTT, di Pulau Alor, Pulau Pantar, dan pulau-pulau lainnya untuk melancarkan proses evakuasi, pencarian, dan penyelamatan korban.

"Saya minta juga Menteri PUPR, Pak Menteri, untuk mengerahkan alat-alat berat dari berbagai tempat. Jika jalur darat masih sulit ditembus, saya juga minta agar dipercepat pembukaan akses melalui laut maupun udara," kata Presiden.

Kedua, Kepala Negara minta dipastikan hadirnya pelayanan kesehatan dan penanganan korban yang memerlukan pertolongan medis. "Ini Pak Menteri Kesehatan, mungkin tim bantuan harus secepatnya sampai di lokasi. Saya minta, Menteri Kesehatan juga untuk memperbanyak tempat-tempat pelayanan kesehatan di lapangan, juga mempersiapkan rumah sakit untuk menangani para korban, serta memastikan ketersediaan tenaga medis dan obat-obatannya," ucapnya.

Ketiga, Presiden minta segera tangani dan dipenuhi kebutuhan para pengungsi. "Meskipun saya tahu hari Minggu sudah beberapa dikirim ke NTT dan NTB, tetapi karena cuaca yang sangat ekstrem, bantuan itu belum bisa masuk ke lokasi sampai kemarin, saya lihat. Saya minta BNPB dan pemerintah daerah segera mendata titik-titik pengungsian (untuk) memastikan logistiknya, tendanya, dapur lapangannya untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi para pengungsi. Juga kebutuhan untuk bayi dan anak-anak, terutama air bersih dan MCK-nya," ucap Presiden pula.

Keempat, secara khusus Presiden minta kepada Menteri PUPR untuk mempercepat perbaikan infrastruktur yang rusak. "Saya melihat ada beberapa jembatan yang roboh, akses jalan juga. Segera pulihkan jaringan listrik, jaringan telekomunikasi, jaringan internet, juga distribusi logistik dan BBM, sehingga ini bantuan dapat segera tersalurkan ke masyarakat yang menjadi korban bencana," ujarnya.

Kelima, Presiden minta dilakukan antisipasi terhadap bahaya lanjutan adanya cuaca yang sangat ekstrem, yang terjadi di berbagai kawasan di Indonesia. Khusus untuk BMKG, diminta agar  menggencarkan peringatan cuaca ekstrem akibat dari Siklon Tropis Seroja ini. 

"Pastikan seluruh kepala daerah dan masyarakat dapat mengakses, memantau prediksi cuaca dan iklim yang dikeluarkan oleh BMKG. Mereka harus tahu semuanya, sehingga masyarakat bisa meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaannya untuk menghadapi  ancaman risiko, baik itu angin kencang, bahaya banjir, banjir bandang, dan tanah longsor," kata Presiden. 

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengikuti jalannya Ratas dari Kantor Sekretariat Kabinet (Setkab). Selain para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Rapat Terbatas ini juga dihadiri oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, serta Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati.

Hadir pula Kepala Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) Henri Alfiandi, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah, serta Panglima Kodam (Pangdam) IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. ***

Editor : Pudja Rukmana