logo

Dukacita Mendalam Presiden Atas Bencana Alam di NTT dan NTB.

Dukacita Mendalam Presiden Atas Bencana Alam di NTT dan NTB.

Foto: YouTube Setkab.
06 April 2021 22:33 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung memberikan keterangan pers mendadak di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (05/04/2021) begitu diberitakan terjadinya  bencana di Provinsi NTT dan NTB. Keterangan pers Presiden tersebut  disiarkan secara virtual di YouTube Sekretariat Presiden dan Sekretariat Kabinet. 

Wartawan

Tanggapan Bapak Presiden tentang terjadinya bencana di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akibat cuaca ekstrem?

Presiden Jokowi: 

Ya. Saya telah mendapatkan laporan dari Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) tentang adanya bencana banjir bandang dan juga longsor yang terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Pertama-tama, atas nama pribadi dan seluruh rakyat Indonesia, saya menyampaikan dukacita yang mendalam atas korban meninggal dunia dalam musibah tersebut. Dan, saya juga memahami kesedihan yang dialami saudara-saudara kita akibat dampak yang ditimbulkan dari bencana ini.

Untuk itu, saya telah memerintahkan kepada Kepala BNPB, kepada Kepala Basarnas, Menteri Sosial (Mensos), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Panglima TNI dan Kapolri untuk melakukan secara cepat evakuasi dan penanganan korban bencana, serta penanganan dampak bencana. 

Saya minta agar penanganan bencana dapat dilaksanakan dengan cepat dan baik, seperti bantuan pelayanan kesehatan, ketersediaan logistik, dan kebutuhan dasar bagi para pengungsi, serta juga perbaikan infrastruktur.

Saya mengimbau kepada masyarakat untuk mengikuti arahan petugas di lapangan dan selalu meningkatkan kewaspadaan dari bencana banjir dan longsor, karena meningkatnya curah hujan yang ekstrem. Perhatikan selalu peringatan dini dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) dan aparat di daerah. ***

Editor : Pudja Rukmana