logo

Ketua SIWO PWI: Pers Dibutuhkan Buat Membangun Citra Positif Sport Tourism Mandalika

Ketua SIWO PWI: Pers Dibutuhkan Buat Membangun Citra Positif Sport Tourism Mandalika

06 April 2021 06:26 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - JAKARTA: Menanggapi isu yang sempat terangkat di PBB terkait tudingan telah terjadinya pelanggaran HAM dalam pembangunan proyek Mandalika, Ketua Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia (SIWO PWI) Pusat, Gungde Ariwangsa menegaskan pentingnya kerjasama pers dalam membangun citra positif Mandalika sebagai destinasi super prioritas.

Menurut Ariwangsa, serangan isu dari luar yang bisa menghambat pembangunan bangsa harus bisa diimbangi dengan pemberitaan-pemberitaan yang membangun citra positif. "Dari kejadian ini kita disadarkan betapa pentingnya kerjasama dengan insan pers. Pers mampu membangun narasi, citra positif dan mengimbangi isu pihak luar. Hal ini belum tentu bisa dilakukan media sosial. Pentingnya membangun narasi untuk bisa membentuk opini publik," ujar Ariwangsa.

Seperti diketahui saat sebuah proyek berskala dunia dibangun, selalu saja timbul pro kontra dan isu tak sedap. Termasuk pada mega proyek Mandalika. Proyek Mandalika dimana disana sedang dibangun sirkuit MOTOGP dan infrastruktur pendukung lainnya, merupakan proyek sport tourism yang megah dan mendunia. 

"Sebagai insan pers olahraga yang mendukung penuh pembangunan sport tourism di Mandalika, kami SIWO PWI sangat prihatin dan sedih dengan munculnya isu tak sedap di PBB ini," kata Ariwangsa.

Proyek Mandalika mencakup pembangunan sirkuit balap motor Grand Prix, hotel, dan lapangan golf. Proyek ini adalah bagian dari strategi pariwisata Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membuat “10 Bali baru”.

Namun, proyek di atas lahan seluas 2 hektar ini mendapat kritik pedas dari Olivier De Schutter, pelapor khusus PBB terkait kemiskinan ekstrem dan hak asasi manusia.

Menurut Ariwangsa, pelapor khusus PBB Olivier De Schutter tak akan menulis negatif apabila benar-benar mendapat informasi yang lengkap dan jelas. "Jadi di sini tidak hanya sekadar informasi bersifat promosi yang mungkin bisa dengan media sosial FB atau IG. Tapi juga dibutuhkan narasi positif. Untuk membangun citra positif ini harus melibatkan insan pers," kata Ariwangsa.***

Editor : Markon Piliang