logo

DPD Golkar Kota Bekasi Dukung Airlangga Jadi Capres 2024

DPD Golkar Kota Bekasi Dukung Airlangga Jadi Capres 2024

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi. (FOTO: Dok/suarakarya.id).
06 April 2021 00:14 WIB
Penulis : Dharma

SuaraKarya.id - BEKASI: Mantan Ketua DPD II Partai Golkar Kota Bekasi, Rahmat Effendi menyatakan pihaknya mendukung penuh Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menjadi calon presiden (capres) pada Pemilu Presiden  (Pilpres) 2024. 

"Kita bangga, ada sebuah harapan bagaimana kita berpolitik. Tentunya sebagai kader terbaik kita usung," kata Wali Kota Bekasi ini kepada Suarakarya.id, Senin (5/4/2021).

"Kalau pun ada perubahan-perubahan mendasar tentang perpolitikan, tentunya sebagai kader dibawah juga tidak terlepas ikut kebijakan partai," tambah politisi senior Golkar ini.

Menurut pria yang biasa disapa Pepen ini, Airlangga Hartarto sangat berpeluang untuk menjadi capres maupun cawapres di Pilpres 2024 mendatang. Namun peluang itu, kata dia, saat popularitas dan elektabilitas Airlangga Hartarto (Menteri Perekonomian) diterima di masyarakat.

"Kita pun berharap Ketum (Airlangga) bisa berkeliling daerah melihat kondisi-kondisi wilayah sebagai basis-basis Golkar untuk menyelesaikan apa yang diharapkan seluruh kader Golkar," ujar Pepen.

Ia menuturkan, kepemimpinan Airlangga Hartarto dalam memimpin Partai Golkar secara dinamis, tidak ada pergolakan di partai. Terlebih, dalam memimpin sebagai Menteri Perekonomian. Seperti contohnya, dalam menginisiasi  undang-undang cipta kerja bisa diterima seluruh lapisan atau kalangan, walaupun awalnya ada gejolak-gejolak di masyarakat. 

"Itu adalah keberhasilan beliau dalam manajerial sebagai Menko baik langsung maupun tidak langsung sangat berdampak kepada nama partai," ujar Pepen.

Ia menambahkan, selaku menjalankan tugasnya sebagai Ketua Komite Penanganan Covod-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) sangat berdampak sekali kepada masyarakat. 

"Saya sebagai kadernya melihat bahwa PPKM mikro itu apa yang dilakukan beliau (Airlangga Hartarto) tentunya sangat terasa. Apalagi, Okupasi rate rumah sakitnya tinggal 56%.

"Artinya, terjadi penurunan yang sangat drastis bukan pelandaian. Kemudian, angka kesembuhannya mencapai 96%, walaupun masih fluktuatif. Sedangkan angka kematiannya 1,2%," tutup Pepen. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto