logo

Indonesia - Jepang Tandatangani Perjanjian Alih Teknologi Pertahanan

Indonesia - Jepang Tandatangani Perjanjian Alih Teknologi Pertahanan

Foto: Kemhan.go.id
03 April 2021 08:03 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi melakukan kunjungan kehormatan kepada Perdana Menteri (PM) Jepang YM Yoshihide Suga, di Tokyo, Jepang, Selasa (30/03/2021). Kunjungan kehormatan kepada PM Jepang ini merupakan bagian dari rangkaian lawatan Menhan RI ke Jepang. 

Dalam lawatan ini, Menhan RI juga melaksanakan pertemuan 2 + 2, yaitu pertemuan bersama antara Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan RI - Jepang.

Informasi dari Biro Humas Setjen Kemhan, Rabu (31/03/2021), Perdana Menteri Suga menyambut baik kunjungan Menlu Retno dan Menhan Prabowo ke Jepang. PM Suga menyampaikan harapan bahwa Perjanjian antara Pemerintah Jepang dan Pemerintah RI tentang Pengalihan Alat dan Teknologi Pertahanan yang ditandatangani, Selasa (30/03/2021), akan menjadi landasan kerja sama keamanan yang lebih dalam antara kedua negara. 

Yang menarik, dalam pertemuan ini, kedua belah pihak sepakat untuk mempromosikan kerja sama keamanan dan pertahanan termasuk pengalihan alat dan teknologi pertahanan.

Selain itu, dibahas pula mengenai Pengembangan Kapasitas dan Berbagi Pengalaman dan Pengetahuan tentang Bantuan Kemanusiaan dan Kerja Sama Bantuan Bencana (Humanitarian Assistance and Disaster Relief-HADR). Topik ini sangat penting mengingat kedua negara sering menghadapi berbagai bencana alam sehingga diperlukan sumber daya manusia yang profesional dalam menangani bencana.

Pada Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Indonesia-Jepang 2 + 2 tahun ini, telah dibahas beberapa topik di bidang pertahanan. Salah satunya  terkait kebijakan negara tentang modernisasi alutsista Indonesia dan pengembangan industri pertahanan nasional. 

Untuk mendukung misi tersebut, perlu dibangun jaringan yang lebih luas dan kerjasama internasional dengan negara sahabat seperti Jepang. Dalam kegiatan 2+2 ini, Menhan RI juga menandatangani Perjanjian Kerjasama Alih Alutsista dan Teknologi yang menandai dimulainya kerja sama antara industri pertahanan Indonesia dan Jepang.

Selain melaksanakan pembicaraan mengenai industri pertahanan, pertemuan 2+2 juga membahas kerjasama militer. Di antaranya; bidang pendidikan, kunjungan pejabat, serta forum dialog sesuai dengan ruang lingkup Nota Kerja Sama dan Pertukaran Bidang Pertahanan 2015. Menhan RI juga mendorong terwujudnya latihan bersama antar kedua angkatan bersenjata. 

Kedepankan Dialog

Sebelumnya Menhan Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Menhan Jepang HE Nobuo Kishi, di Tokyo, Jepang, Minggu (28/3/2021). Pertemuan ini merupakan pertemuan tatap muka pertama kedua Menhan setelah sebelumnya melakukan pembicaraan secara virtual. 

Dalam pertemuan ini, kedua Menhan saling bertukar pandangan mengenai isu-isu keamanan regional dan kerjasama pertahanan. Mereka juga sepakat dan menegaskan kembali upaya memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

Dikutip dari laman resmi Kemenhan, dalam pertemuan tersebut, Menteri Prabowo menyampaikan pandangannya dalam menyikapi setiap sengketa. Intinya, Indonesia akan mengedepankan diplomasi dan dialog dalam menyelesaikan sengketa antarnegara, serta menegakkan supremasi hukum

Kedua Menhan sepakat untuk mengadakan dialog Military to Military, melanjutkan konsultasi kerjasama alutsista dan teknologi serta lebih meningkatkan kerjasama service to service, serta menyambut baik diadakannya pertemuan “2 + 2”, 30 Maret untuk pertama kalinya dalam 5 tahun terakhir ini.

Menhan kedua negara juga membahas upaya peningkatan kerjasama pertahanan. Termasuk di antaranya, merealisasikan kunjungan Panglima TNI ke Jepang, melaksanakan dialog military to military, melanjutkan konsultasi kerjasama alutsista dan teknologi guna mengembangkan secara spesifik projek kerjasama, menyelenggarakan latihan bersama bilateral, mendukung kerjasama dan partisipasi Japan Self-Defense Forces (JSDF) dalam latihan multilateral “Komodo”, dan mempromosikan lebih lanjut kerjasama di bidang High Availability and Disaster Recovery termasuk dalam penanggulangan Covid-19.

Secara khusus Menhan Jepang Nobuo Kishi dan Menhan RI Prabowo Subianto aksi berdiskusi mengenai situasi di Myanmar. Keduanya mengekspresikan keprihatinan yang mendalam atas situasi saat ini. "Kedua Menhan menegaskan niat kedua negara untuk bekerja sama secara erat dalam masalah ini," tulis laporan Kemenhan terkait pertemuan Menhan RI Prabowo Subianto dengan Menhan Jepang Nobuo Kishi. ***

Editor : Pudja Rukmana