logo

Terorisme, Ancaman Serius Sektor Pariwisata

Terorisme, Ancaman Serius Sektor Pariwisata

02 April 2021 05:22 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - JAKARTA: Dunia pariwisata kembali terusik aksi teror jaringan terorisme internasional. Pikiran pemerintah terbelah. Satu sisi perhatian pemerintah sedang fokus menata ekonomi dan pariwisata nasional di saat pandemi Covid-19 mulai mereda. Di sisi lain, jaringan terorisme internasional kembali beraksi di Tanah Air.

Pengamat pariwisata, Taufan Rahmadi mengingatkan kembali pentingnya rasa aman menyiapkan recovery pariwisata nasional pasca pandemi Covid-19.

Catatan ringan dikirimkan Taufan Rahmadi di kalangan jurnalis, untuk mengingatkan jajaran kepolisian negara meningkatkan keamanan wilayah. Khususnya di titik-titik destinasi wisata. Menurutnya, tidak cukup dengan menerjunkan polisi pariwisata. Taufan Rahmadi berharap faktor keamanan ini, lebih ditingkatkan dari biasanya. Dalih utamanya,  sektor pariwisata menjadi satu dari sumber terbesar pendapatan negara.

"Terlepas menjadi sumber utama pendapatan negara, sektor pariwisata menjadi kian penting mengingat rusaknya pariwisata dapat memberi efek negatif sektor lain yang menyangkut hajat hidup orang banyak," kata Taufan dalam siaran persnya, Kamis (1/4/2021)

Penulis buku "Protokol Destinasi" ini berharap pemegang otoritas keamanan tanah air  kian kreatif menemukan formula lebih jitu dan  berkolaborasi dengan semua stakeholder, termasuk pelaku pariwisata di selruh wilayah. Menyiapkan langkah preventif untuk memberi rasa aman kalangan wisatawan. Taufan Rahmadi memberikan contoh tentang pentingnya kamera pantau atau CCTV. CCTV harus ditingkatkan secara kuantitas. Terlebih di lima destinasi wisata prioritas yang sedang diperjuangkan pemerintah Joko Widodo sebagai usaha pemulihan pariwisata Indonesia.

"Langkah pertana, saya anggap segera dan penting bagi pemegang otoritas keamanan untuk menggandeng kemenparekraf, untuk meningkatkan rasa aman di destinasi wisata. Selebihnya melibatkan unsur masyarakat dari kalangan terbawah sampai ke jajaran paling atas. Kita gak boleh kecolongan lagi oleh aksi teror sekecil apapun," tegas Taufan Rahmadi.

Figur yang diberi label pakar pariwisata oleh kemenparekraf Sandiaga Uno ini sangat mengapresiasi langkah aparat kepolisian dalam menumpas jaringan terorisme di tanah air selama ini.  Puluhan teroris bahkan berhasil diciiduk di sejumlah wilayah sebelum melancarkan aksinya.

Kemampuan aparat kepoliisian dalam hal teknologi juga cukup mumpuni untuk mengantisipasi keamanan secara menyeluruh. Namun, melibatkan unsur tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat juga dinilai Taufan Rahmadi sangat penting.

Lebih jauh Taufan menegaskan, intinya langkah2 yang bisa dilakukan untuk meningkatkan keamanan di destinasi pariwisata : 

1. Perlunya peningkatan peran Polisi Pariwisata yang Tourism Friendly di destinasi  pariwisata

2. Peningkatan jumlah titik2 cctv di destinasi pariwisata khususnya di 5 destinasi pariwisata super prioritas ( Tourism Command Centre)

3. Sebagai tindakan preventif adalah penting untuk membentuk Tourism Task Force berkolaborasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat , untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat ttg pentingnya keamanan di destinasi.

"Sebagai contoh, dulu saya sewaktu menjadi Ketua BPPD NTB bersinergi dengan para pengurus masjid untuk mensosialisasikan tentang wisata halal melalui khatib-khatib di sholat jumat ataupun ceramah keagaamaan yang dilakukan para Tuan Guru/Kyai," ujar Taufan.

Pelaku pariwisata, Kusmayadi, mengamini pemikiran Taufan Rahmadi sebagai langkah konkrit menangani pemulihan ekonomi dan pariwisata secara nasional. "Pandemi Covid -19 yang tak ada ujungnya ini semakin membuat kami berpikir bagaimana pentingnya menjaga dunia pariwisata. Masa pandemi belum pulih, dunia kerja kami dunia pariwisata kembali dihantam isu terorisme. Entah sampai kapan keterpurukan ini akan berakhir. Kami sangat berharap banyak pemerintah dan unsur aparat bisa memberikan kami harapan untuk hidup lebih baik dan lebih nyaman," pungkas Kusmayadi. ***

Editor : Pudja Rukmana