logo

Berkembang Dalam Lanskap Baru Pendidikan Di Asia Tenggara

Berkembang Dalam Lanskap Baru Pendidikan Di Asia Tenggara

28 Maret 2021 00:01 WIB

SuaraKarya.id - Oleh Jack Brazel*

Pandemi telah mengubah  pandangan tentang bagaimana penyelenggaraan pengajaran pendidikan tinggi bisa dilakukan  di mana pun. Universitas di seluruh Asia Tenggara dengan cepat mengadopsi alat pembelajaran jarak jauh untuk mengakomodasi kebutuhan siswa.

Transisi yang sangat cepat menuju pengajaran online tahun lalu telah menemukan banyak celah yang terjadi di beberapa bagian. Khususnya dalam hal akses ke koneksi internet yang andal dan ke teknologi yang memungkinkan pembelajaran jarak jauh. Banyak pengajar dan siswa juga menggunakan perangkat ini untuk pertama kalinya dan harus menyesuaikan dengan cepat dengan beralih ke metode belajar mengajar terbaru berbasis online.

Berbagai negara berupaya untuk menutupi kesenjangan ini dan institusi pendidikan tinggi membuat rencana tentang bagaimana pembelajaran campuran (blended learning) dapat menjadi bagian permanen dari kurikulum mereka. Agar transisi ini berhasil, administrator dan pendidik perlu fokus pada dua bidang utama. Pertama, mengembangkan modul pembelajaran campuran yang menekankan integritas sebagai inti dari setiap tugas dan penilaian. Kedua, mengintegrasikan solusi teknologi yang tepat untuk mendukung tujuan ini.

Blended Learning dan Integritas sebagai Inti Pembelajaran

Fungsi pendidikan, selain untuk menyampaikan ilmu dan keahlian, juga penting untuk bersosialisasi. Interaksi tatap muka di ruang kelas memperkuat pengembangan keterampilan dan nilai umum yang dibawa siswa ke dalam bidang akademik dan penelitian serta kehidupan profesional setelah lulus. 

Ketika pembelajaran kampus  dipindahkan ke dunia virtual, pendidik harus menemukan cara untuk memastikan bahwa standar tentang bagaimana tugas dan penilaian dilaksanakan dapat dipertahankan di lingkungan kelas online. Ini termasuk membangun budaya dalam pembelajaran online yang menjunjung tinggi integritas akademik dan mendukung pendidik dalam memberikan penilaian yang cepat dan adil.

Karena pembatasan dilonggarkan di beberapa tempat, perpaduan instruksi online dan tatap muka memungkinkan lembaga pendidikan tinggi tetap terbuka dan menyesuaikan program akademik yang ada. Beberapa program mengintegrasikan eksperimen berbasis laboratorium dan sesi pembelajaran praktis dengan diskusi online sehingga siswa dapat menerapkan teori yang mereka pelajari. 

Pengalaman awal dengan pembelajaran online dalam skala besar ini menunjukkan kepada pengajar bahwa banyak perangkat teknologi menawarkan fitur untuk mendorong interaksi di ruang kelas virtual dan memungkinkan siswa untuk melanjutkan studi di luar kampus. Hal ini memperkuat nilai blended learning di dunia pasca-pandemi dan meningkatkan kesadaran bahwa metode ini sangat bisa dilakukan.

Administrator universitas memiliki kesempatan untuk menata ulang penyampaian pendidikan dengan menggabungkan keunggulan pengajaran secara langsung dan virtual. Memanfaatkan perangkat teknologi yang tepat untuk menyempurnakan kurikulum setiap departemen, dapat mengubah cara pengajar menilai siswa dan keterlibatan keseluruhan antara pengajar dan siswa.

Adopsi Teknologi untuk Membantu Pengajaran

Teknologi mulai memainkan peran penting dalam hal bagaimana lembaga pendidikan tinggi di Asia Tenggara beradaptasi dengan lanskap baru. Beberapa universitas di Indonesia menambahkan buku ke Google Classroom dan menambahkan lebih banyak e-Book ke koleksi perpustakaan. Sebuah universitas di Filipina juga menjajaki penggunaan augmented reality (AR), virtual reality (VR) dan robotika dalam kursus kesehatan dan kedokteran untuk meningkatkan pengalaman belajar.

Perangkat teknologi dapat membantu guru memberdayakan siswa untuk melakukan yang terbaik, pekerjaan orisinal, mengukur kemajuan mereka secara objektif, dan memberikan umpan balik yang dipersonalisasi pada saat itu. Tingkat keterlibatan ini dapat memperkuat kolaborasi dan interaksi antara siswa dan guru. Guru juga dapat menyusun kurikulum mereka di sekitar solusi platform pendidikan untuk mendukung perpaduan pengajaran langsung dan online serta memanfaatkan alat untuk membantu siswa berkembang di kedua lingkungan. 

Namun, pelatihan untuk guru, peneliti, dan siswa akan menjadi penting untuk memastikan bahwa teknologi baru diterapkan dengan sukses. Para ahli mengantisipasi bahwa penggunaan platform pendidikan online akan terus berkembang di universitas untuk mendukung guru dan mempersiapkan siswa untuk sukses.

Oleh karena institusi pendidikan tinggi Asia Tenggara beradaptasi dengan lingkungan saat ini dan mempercepat adopsi teknologi, maka menjaga standar pendidikan untuk memastikan kualitas pengalaman belajar siswa menjadi prioritas utama mereka. Dalam lanskap baru seperti saat ini, universitas dapat berkembang dengan memanfaatkan teknologi untuk terus beroperasi tanpa gangguan dan memaksimalkan pengalaman belajar bagi siswa. 

Mendukung pendidik dengan pelatihan tentang keterampilan digital adalah penting untuk meningkatkan pengalaman kelas dan menjunjung standar integritas penugasan dan penilaian. Selain itu, hal ini juga akan sangat penting untuk keberhasilan pembelajaran campuran. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap siswa memiliki akses ke pendidikan berkualitas tinggi dengan memanfaatkan fleksibilitas teknologi untuk memberdayakan pembelajaran mereka, dan mendukung pendidik dalam menyampaikan instruksi dan umpan balik, serta penilaian yang akurat, efisien dan adil. ***

*Jack Brazel, Head of Business Partnerships untuk Southeast Asia - Turnitin.

Editor : Pudja Rukmana