logo

Apa Tanpa Siapa Bukanlah Apa Apa

Apa Tanpa Siapa Bukanlah Apa Apa

15 Maret 2021 08:09 WIB

SuaraKarya.id -  

Oleh: Chrysnanda Dwi Laksana*

Siapa menjadi lebih penting dan bermakna bagi hidup dan kehidupan dibandingkan sekedar apa. Apa tanpa siapa seakan tiada jiwa yg menghidupkan.

Apa dg latar belakang siapa akan ada jiwa dan menjadi catatan akan sejarah bagi kehidupan. Siapa dalam konteks ini adalah mampu mengangkat sisi manusia menjadi ikon. Menjadi simbol bahkan mjd inspirasi. Menjadi siapa dpt pula dipahami memberi manfaat dari inspirasi sampai kpd bantuan nyata bagi sesama terutama bagi hajat hidup orang banyak. Menjadi siapa ini tidak mudah karena apa yang dipikirkan dikatakan dan dilakukannya mendapat pengakuan banyak pihak dan banyak orang membawa manfaat bagi hajat hidup orang banyak. Manfaat bagi hajat hidup orang banyak ini bukan karbitan bukan hal instan bukan produk kolusi dan nepotisme. Bukan pula kekuasaan dan kewenangan melainkan adanya kesadaran adanya passion yang terus dilakukan diperjuangkan.

J Ketulusan hati dalam pencapaian tujuan inilah yg mjd landasan keberhasilan mencapai tujuan. Kepura puraan atau kepentingan2 kekuasaan atau untuk dpt sekedar dominan dan mendominasi sumberdaya tdk akan mampu mjd ikon. Seandainya dipaksakan sekalipun akan sebatas mjd boneka atau instan saja sifatnya krn akan rontok atau luntur dan kelihatan aslinya. Proses instan produk kolusi dan nepotisme produknya sebatas kepura puraan atau sarat tipu daya. Apa yg ideal dg aktual sangat berbeda bahkan bertentangan. Menjadi siapa seringkali dikatakan given atau mmg Tuhan memberi hadiah atau jalannya benar benar akan dpt ditempuhnya sesulit apapun.

Walaupun banyak hal yg mustahil namun semua itu seolah ada saja solusinya. Dan mungkin juga setiap orang yg mampu mjd ikon memang spt ada hokinya. Yg tentu tidak dpt dilawan atau ditentang atau dimusnahkan. Sejarah mencatat bahkan menjadikan sesuatu yg alkemis ( mjd acuan dan standar). Di bidang apa saja dlm gatra kehidupan ada patriot2nya yang ikonik dan menjadi catatan sejarah. Di bidang religi dan keyakinan keagamaan ada orang orang yg diakui suci serta dijadikan panutan atau ikon kesucian.

Demikian halnya dalam bidang gatra kehidupan lainnya spt ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, hukum, hingga teknologi senantiasa ada.

Konteks siapa yang menjadi ikon dari tokoh yg mendunia hingga lokal ada di mana mana. Bahkan semasa hidupnya bisa saja tragis, merana dan diakui paska kematiannya. Karyanya dianggap aneh atau mengancam hingga layak dimusnahkan bisa terjadi bahkan banyak dilakukan. Kaum yang berpikir dibluar main stream ini seringkali tidak mendapat tempat bagai batang gandum atau tanaman padi yg hidupnya terhimpit ilalang.

Pengakuan bukanlah hal mudah didapatkan. Cara instan banyak dilakukan demi kepentingan sesuatu cara2  yg melanggar nilai nilai moral dan etika sekalipun dihajar demi untuk menjadi siapa secara kilat. Lihat saja saat pemilihan umum semuabseakan merakyat dan mengatasnamakan rakyat. Mereka ingin mjd siapa walau mereka sebenarnya jg tidak melakukan apa apa. Kuasa atas sumber daya mjd daya tarik yg tanpa passion hanya ingin kuasanya semata sedangkan tugas tanggung jawab atau pekerjaanya dilempar ke orang lain. Citra siapa yg dibangunnya temporer dan mengambang tdk berakar.

Menjadi siapa dalam konteks yg sebagaimana mestinya merupakan proses panjang yg konsisten dg komitmennya. Seringkali  konsistensi dan komitmen ini diabaikan. Menganggap dg kuasa saja akan dpt menjadi ikon yg tercatat dlm sejarah. Mungkin bisa saja tetapibtatkala tiada kuasa maka catatan 2 tsb akan menguap satu persatu. Bagai lampu tanpa daya energi dari mbleret hingga padam sama sekali bisa terjadi. Siapa yang ikonik biasanya dianggap slilit atau sesuatu yg mengganggu kaum mapan dan nyaman. Dianggap memotong dlm lipatan bahkan juga bs dilabel menyesatkan atau dibully dr keyakinannya sukunya pekerjaannya bahkan apa saja. Terutama kaum2 kroni birokrasi, kaum makelar atau kaum2 penjilat akan gerah atau terkuak belang atau kedoknya.

Menjadi siapa merupakan buahbsesuatu bukan sesuatu. Proses panjang yang dimulai dari kesadaran, kecintaan, kebanggaan, tanggung jawab sbg panggilan hidup bahkan jalan hidup. Orang orang yg mampu mjd siapa dalam konteks global maupun lokal pd prinsipnya sama yaitu :
1. Memiliki kesadaran yang tinggi
2. Orang orang yang memiliki nyali berbeda bahkan berseberangan dg main stream
3. Konsisten dg komitmennya
4. Kokoh dalam pendirian dan kuat menjalankan dg segala resiko dan konsekuensinya
5. Perjuangannya merupakan proses panjang yang dilakukan dg tulus hati.
6. Perjuangannya diakui manfaatnya apa yg dilakukan dpt dirasakan membantu atau bermanfaat bagi hajat hidup banyak orang
7. Pengorbanannya tidak sebatas materi bahkan jiwanya sekalipun siap dipertaruhkan
8. Apa yg dipikirkan dikatakan dan dilakukan mampu mjd alkemis
9. Tidak terbeli dalam kondisi apapun
10. Terus menginspirasi, memilikibintegritas dan keunggulan
Banyak hal lain yg dpt dijadikan acuan bgm mjd siapa. Setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya.***

Jakarta, 14 Maret 2021

*Prof Chrysnanda Dwi Laksana PhD - Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri

Editor : Gungde Ariwangsa SH