logo

Tiga Menteri Ikut Pacu Borobudur Sebagai Bali Baru

  Tiga Menteri Ikut Pacu Borobudur Sebagai Bali Baru

Tiga menteri berdiskusi dengan Ganjar
12 Maret 2021 16:26 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - MAGELANG: Tiga orang menteri sekaligus berkunjung ke Magelang, Jawa Tengah, Jumat (12/3/2021). Kedatangan mereka untuk membantu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, guna memacu pengembangan Kawasan Borobudur sebagai Bali Baru di Indonesia.

Ketiga menteri tadi adalah Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinvest) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim. Turut hadir wakil Menteri Parekraf, Angela Tanoesoedibjo, jajaran Dirjen dan Deputi dari berbagai kementerian.

Sejumlah titik di kawasan Borobudur disambangi dalam kesempatan itu. Diantaranya peninjauan kampung seni Borobudur, Kembanglimus Community Center, gerbang Palbapang, kawasan Candi Pawon, Concource Candi Borobudur, serta kawasan relokasi pedagang di lapangan Kujo. Selepas itu, rombongan menggelar rapat terbatas di Hotel Manohara.

"Ini merupakan tindak lanjut dari rapat terbatas (ratas) tahun lalu. Sekarang kami datang dan melihat beberapa sudah diekseksi dan sudah berjalan. Kami juga ingin memastikan semua proyek itu terintegrasi secara baik," kata Luhut.

Luhut menegaskan, penataan kawasan Borobudur semuanya harus menginduk pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kemendikbud adalah pusat dari proyek itu agar semuanya tidak lepas dari unsur budaya dan historis.

"Jadi kalau ada penyesuaian, semua tidak boleh lepas dari Borobudur, agar semuanya sama dengan budaya Borobudur. Sehingga Unesco masih mengakui bahwa Borobudur adalah warisan dunia," tegasnya.

Hal itu diamini Mendikbud Nadiem Makarim. Nadiem menegaskan, semua pekerjaan pembangunan kawasan Borobudur tidak boleh menghilangkan unsur budaya dan unsur historis Candi. Kunci sukses dari pengembangannya adalah menyeimbangkan antara meningkatkan kualitas wisata tapi tidak meninggalkan unsur budaya dan historis.

"Maka pelestarian yang dimaksudkan ini harus terintegrasi. Memastikan bahwa tema budaya dan sejarah ada di setiap kalender event dan aktivitas di Borobudur. Itu prioritas kami," ucapnya.

Menparekraf Sandiaga Uno, menyebut pihaknya akan memberi dukungan penuh dengan menyiapkan kegiatan-kegiatan, kalender event dan atraksi-atraksi budaya. Selain Borobudur, pihaknya juga akan memastikan desa-desa wisata di sekitarnya juga ikut meningkat dari segi ekonomi rakyatnya.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengapresiasi dukungan penuh pemerintah pusat dalam pengembangan kawasan Borobudur. Dengan datangnya tiga menteri secara langsung ke lokasi, maka berbagai persoalan bisa diselesaikan dan terintegrasi.

"Kami ingin mengkompakkan dan menyamakan persepsi dalam eksekusi program ini. Harapannya dengan begitu, percepatan dan akselerasi bisa dilakukan," katanya.

Beberapa poin penting dalam pertemuan itu, diantaranya semua rancangan pembangunan harus menginduk pada Kemendikbud. Selain itu, ada pembagian tugas dari masing-masing pihak agar semua berjalan dengan baik.

"Sehingga kalau ada yang direvisi, disesuaikan atau mau membangun gedung baru, semua harus sesuai frame Kemendikbud. Saya menerjemahkan ini, bahwa pusat tidak hanya fokus pada candi Borobudur, melainkan juga kawasan di sekitarnya untuk meningkatkan aktivitas ekonomi, maka peran Pemprov dan Pemkab Magelang di sini penting," tegasnya.

Apalagi, di lokasi itu akan ada rencana eksit tol yang dipastikan mampu mengembangkan wilayah lain yakni Joglosemar (Jogja, Solo, Semarang). Untuk itu, dengan integrasi ini, maka diharapkan pembangunanya sesuai harapan.

"Saya tadi izin ke pak Menko, boleh nggak saya jadi mandornya. Harapan saya, bisa memantau mana yang kurang, mana yang macet agar betul-betul bisa progresif. Dan tadi oleh pak Menko Marinvest diizinkan, jadi saya akan komunikasi intens dengan pak Bupati untuk sering-sering kesini mengecek satu-satu," tutupnya.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH