logo

Pandemi, Laporan Kasus KDRT Di Solo Meningkat

Pandemi, Laporan Kasus KDRT Di Solo Meningkat

Pembina Dharma Wanita Kota Solo, Selvi Ananda bersama anggota Dharma Wanita Solo
08 Maret 2021 23:17 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Pandemi Covid-19 memberikan dampak negatif dengan semakin tingginya laporan kasus KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) di Kota Solo. Menurut Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinas Perlindungan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Solo ,Selfi Rawung, selama tahun 2020 pihaknya menerima 20 laporan KDRT.

"Sebagian besar berupa kekerasan ekonomi, istri tidak mendapatkan nafkah karena kehilangan pekerjaan. Sedangkan KDRT yang mengarah ke penganiayaan lima kasus," jelas Selfi Rawung kepada wartawan di sela acara rapat Dharma Wanita Kota Solo, Senin (8/3/2021).

Menurut Selfi sebenarnya kasus KDRT lebih banyak tetapi yang melaporkan hanya 20. Karena sebagian merasa malu dan takut melaporkan. Sehingga kasus KDRT menjadi fenomena gunung es.

"Kalau dibandingkan dengan tahun 2019 jumlahnya lebih sedikit yakni 17 kasus sedangkan tahun 2018 hanya 15 kasus yang dilaporkan," jelasnya lagi.

Dampak dari KDRT tersebut tidak hanya dirasakan istri tetapi juga anak. Untuk itu, pihaknya melakukan pendampingan dan memberikan pelatihan kewirausahaan kepada korban KDRT.

"Melalui forum perempuan berdaya, mereka diberikan pendampingan dan pelatihan. Melalui lintas sektor, kami juga melakukan pendampingan kepada anak yang terdampak KDRT," katanya.

Sementara itu, Pembina Dharma Wanita Kota Solo, Selvi Ananda yang juga istri Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan tingginya kasus KDRT di tahun 2020 merupakan dampak dari pandemi Covid-19.

"Pendampingan dan pemberdayaan wanita korban KDRT sudah dilakukan. Mereka diberi keterampilan seperti membuat hand sanitizer kami bekerjasama dengan laboratorium UNS. Selain itu juga membuat masker, sehingga mereka memiliki keterampilan yang menghasilkan pendapatan sendiri," ujar Selvi.

Dirinya juga menyebut, rata-rata korban KDRT masih berusia muda. Sehingga harus mendapatkan pendampingan dan pelatihan. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto