logo

Pesan Jokowi, Pembangunan Masjid Sheikh Zayed Solo Dikawal Hingga Selesai

Pesan Jokowi,  Pembangunan Masjid Sheikh Zayed Solo Dikawal Hingga Selesai

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka melakukan audiensi demgan perwakilan UEA untuk pembangunan Masjid Sheikh Zayed
05 Maret 2021 23:25 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan replika Grand Mosque Abu Dhabi di Solo, Jawa Tengah akan dilakukan Sabtu (6/3/2021) besok. Untuk menyiapkan dimulainya pembangunan masjid hadiah dari Pangeran Abu Dhabi Mohammed bin Zayed Al Nahyan untuk Presiden Jokowi itu, Menteri Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas, bersama Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka melakukan rapat koordinasi di Kota Solo, Jumat (5/3/2021).

Menurut Menag dalam koordinator tersebut mereka membahas persiapan peletakan batu pertama pembangunan masjid.

"Rencananya dihadiri Menteri Energi dan Menteri Wakaf dari UEA (Uni Emirat Arab). Ini persiapan teknis koordinasi teknis dengan Mas Wali (Wali Kota Solo Gibran Rakabuming)," jelas Menag seusai koordinasi.

Disinggung pesan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pembangunan masjid tersebut, Menag mengatakan presiden berpesan agar pembangunan masjid dikawal hingga selesai. Selain itu juga harus sesuai dengan keinginan Pemerintah UEA.

"Karena ini adalah permintaan dari Pemerimtah UEA," katanya.

Menag juga mengatakan sampai saat ini tidak ada kendala karena Pemerintah Indonesia dan UEA telah berkoordinasi dengan baik.

"InsyaAllah tidak ada kendala. Kita punya working group dan ketemu sebulan sekali untuk memastikan masjid dan Islamic Center ini berdiri," jelasnya lagi.

Pada Jumat pagi juga dilakukan audiensi dengan konsultasi independen, PT Arkonin yang merancang masjid, perwakilan dari UEA Mohamad Ali Rasid beserta rekan, Kepala Kemenag Surakarta Hidayat Maskur, perwakilan Dubes Indonesia untuk Uni Emirat Arab dan dari Esco Oil dan Gas.

"PR (pekerjaan rumah) nya besok adalah berkunjung ke lokasi Islamic Center. Ada tambahan Islamic Center, pembangunan masjid dan Islamic Center idealnya memang dipisah," jelas Gibran.

Karena kontennya juga berbeda, di Islamic Center akan menjadi sarana pelatihan-pelatihan dan belajar.

"Kalau ada yang pengin beasiswa pengin kerja ke Abu Dhabi bisa belajarnya disitu. Besok pagi kita perlihatkan ke Menteri Energi dan Industri Uni Emirat Arab, Suhail Mohamed Faran Al Mazrouei dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Akan hadir juga Pak Menteri BUMN Erick Thohir, dan Gubernur Ganjar Pranowo," paparnya.

Gibran juga mengatakan lahan yang disiapkan untuk Islamic Center seluas 3,9 hektar. Meskipun lahan yang diminta hanua 2 hektar. Lahan yang disediakan berada di dekat Kampus UNS. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH