logo

Melalui Konservasi Tanah, Mekanisme Pertanian Diterapkan

Melalui Konservasi Tanah, Mekanisme Pertanian Diterapkan

05 Maret 2021 21:16 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - JAKARTA: Salah satu cara peningkatan produktivitas pertanian dilakukan melalui penerapan teknologi pertanian. Penyuluh Pertanian memiliki peran yang sangat penting dalam mendampingi petani untuk penerapan teknologi pertanian tersebut, agar penerapan di lapangan sesuai dengan yang dibutuhkan petani dalam pengelolaan lahan pertanian. 

Peningkatan produktivitas dapat dilakukan diantaranya melalui pengelolaan lahan pertanian dengan perbaikan tanah dan meningkatkan ketersediaan air. Pengelolaan lahan pertanian juga dapat dilakukan dengan konservasi tanah dan air, serta pengelolaan bahan organik.

Pengelolaan air pada lahan kering dapat dilakukan dengan beberapa teknik, yaitu teknik panen air, sistem pemberian dan pendistribusian air serta meningkatkan efisiensi penggunaan air. Ketersediaan air dan pengaturannya di lahan sawah membantu petani mengurangi resiko gagal panen. Petani memiliki kapasitas yang lebih untuk menerapkan input seperti pupuk untuk meningkatkan produksi. Dengan irigasi yang memadai, dua bahkan tiga kali tanaman per tahun dapat dilaksanakan sehingga ekosistem padi menjadi produktif.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengaku optimistis dengan kemajuan teknologi pertanian yang semakin canggih. Bahkan ia mengatakan yakin bisa membawa sektor pertanian sukses melalui mekanisasi.

"Mau bagaimanapun juga, sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi bangsa yang dibutuhkan. Untuk itu dalam mengakselerasi pertanian, kita membutuhkan mekanisasi yang lebih kuat," katanya.

Untuk mendukung penerapan pembangunan pertanian, Syahrul berharap ke depannya sektor pertanian mendapat dukungan kuat dari semua pihak. Kerja sama antara industri per sektor sangat diperlukan untuk mempercepat proses penerapan mekanisasi pertanian.

Sementara itu Kepala Badan PPSDM Pertanian, Dedi Nuryamsi pada kegiatan Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian (MSPP), Jumat (05/03/21) dengan tema Konservasi tanah dan air mengatakan “Keberlanjutan bisnis pertanian, keberlanjutan usaha tani, petani dan pertanian kita tergantung dari konservasi tanah, air dan lahan”.

Konservasi tanah merupakan upaya mencegah kerusakan tanah dan memperbaiki tanah yang rusak akibat erosi. Konservasi air merupakan efisiensi penggunaan air hujan yang jatuh ke tanah dan mengatur waktu aliran agar tidak terjadi banjir, ujar Dedi.

Sedangkan menurut Maswar M. Agric selaku Peneliti Balai Penelitian tanah sekaligus Narasumber pada kegiatan MSPP, menjelaskan bahwa “Konservasi Tanah (KTA) secara mekanisme merupakan upaya menciptakan fisik lahan atau merekayasa bidang olah lahan pertanian hingga sesuai dengan prinsip konservasi tanah dan air”.

“Konservasi Tanah secara mekanisme bisa dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya Bedengan searah kontur, pembuatan rorak, saluran buntu, dan daluran Pembuangan Air (SPA). Sedangkan KTA metode kimiawi merupakan setiap penggunaan bahan-bahan kimia baik organik maupun anorganik yang bertujuan untuk memperbaiki sifat tanah dan menekan laju erosi”, jelas Maswar.

Selain itu, pengelolaan bahan organik dapat dilakukan dengan penerapan sistem irigasi tanaman-ternak atau pertanian rendah karbon/Carbon Efficience Farming (CFE). CEF mampu mengintegrasikan seluruh komponen pertanian baik secara horizontal maupun vertikal, sehingga tidak ada limbah usaha tani yang terbuang.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH