logo

43 Tahun Jasa Marga: Transformasi Inovasi Indonesia Maju

Silli Melanovi

43 Tahun Jasa Marga: Transformasi Inovasi Indonesia Maju

05 Maret 2021 19:49 WIB

SuaraKarya.id -  

Oleh: Silli Melanovi

Sebuah perjalanan panjang telah ditempuh PT Jasa Marga (Persero) Tbk dalam mengemban tugas yang dipercayakan pemerintah dalam membangun jaringan jalan tol. Dan perjalanan itu, tidak akan pernah berhenti walau usia sudah mencapai 43 tahun. Empat puluh tiga  (43) tahun, adalah usia yang sangat matang bagi suatu perusahaan untuk dapat terus eksis pada bidang yang digelutinya. 

Karenanya, kematangan itu tidak hanya dilihat dari sisi jumlah angka semata. Namun, nyata terlihat pula dalam kiprahnya membangun jaringan jalan tol di tanah air. Sebagai perusahaan jalan tol terbesar di Indonesia, perjalanan panjang yang penuh rintangan seakan berhasil dilalui Jasa Marga. 

Sehingga kepiawaiannya dalam membangun jaringan jalan tol, tidak perlu diragukan lagi. Kepiawaiannya itu, tidak hanya dalam pembangunan jaringan jalan tol dalam kota semata. Jasa Marga pun berhasil membuktikan kehebatannya dalam membangun jaringan jalan tol yang menghubungkan satu daerah ke daerah lainnya dalam waktu singkat. Contoh, saat awal hadirnya Jalan Tol Cipularang. Jasa Marga berhasil membangun Jalan Tol Cipularang hanya dalam kurun waktu 1 tahun. 

Padahal, tingkat kesulitan pembangunan Jalan Tol Cipularang kala itu sangat tinggi. Dimana, awal pembangunannya dilakukan dengan cara membelah gunung. Dan langkah ini, merupakan proyek pertama yang dilakukan Jasa Marga. Tingkat kesulitan yang tinggi menjadi tantangan berat bagi Jasa Marga untuk membuktikan kemampuannya. Dan ternyata, Jasa Marga berhasil membuktikannya.

Jalan Tol Cipularang dengan panjang lebih dari 58 km itu, kini banyak memberikan manfaat bagi Pemda dan masyarakat disekitarnya. Selain jarak tempuh yang lebih cepat, kehadiran Jalan Tol Cipularang pun telah berhasil meningkatkan perekonomian masyarakat Jawa Barat, khususnya Kota Bandung. Hotel-hotel yang menjamur di Kota Bandung menunjukan adanya geliat wisatawan yang tinggi.

Pariwisata di Kota Bandung berhasil terangkat dengan adanya Tol Cipularang. Bahkan, sebelum adanya covid19, tingkat okupansi hotel di Bandung saat weekend sangat tinggi. Dalam berjalannya waktu, kenikmatan itu, kini tidak hanya dirasakan masyarakat Jawa Barat semata. Daerah-daerah lain yang berada diluar pulau Jawa, seperti Sumatera pun mulai merasakan "nikmatnya" keberadaan jalan tol.

Tinggi Kepercayaan Pemerintah

Tidak mengherankan bila tingkat kepercayaan pemerintah pusat terhadap Jasa Marga hingga saat ini, sangat tinggi. Mulai dari perencanaan, pembangunan,  pengoperasian dan pemeliharaan jalan tol dipercayakan  secara penuh ke Jasa Marga. Lebih dari 50 persen jaringan jalan tol di Indonesia "dikuasai" oleh Jasa Marga dengan panjang jalan tol mencapai 1.191 km.

Bahkan, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Jasa Marga pun, terbilang tinggi. Dalam mindset masyarakat, setiap jalan tol yang tidak dikerjakan oleh Jasa Marga, kualitas jalannya buruk. Keraguan ini, cukup dipahami. Salah satu pada jalan tol Jakarta, yaitu JORR yang salah satu ruasnya bukan dikelola oleh Jasa Marga, melainkan  dikerjakan oleh salah satu BUMN yang seringkali menuai keluhan dari masyarakat karena kualitas jalannya yang buruk. Kondisi ini, berbeda jauh dengan JORR pada ruas lainnya yang penangananya langsung di bawah kendali Jasa Marga.

Bukan karena Jasa Marga tidak ada cela, bahkan seringkali juga ditemukan jalan-jalan berlubang pada jalan tol yang dikelola Jasa Marga. Namun, Jasa Marga dengan cepat melakukan perbaikan pada jalan-jalan berlubang tersebut. Ini sebagai salah satu bentuk pelayanan Jasa Marga kepada pengguna jalan tol.

Jasa Marga pun tanggap dengan perkembangan jaman atau teknologi. Ketika negara tetangga, Malaysia telah melakukan transaksi dengan menggunakan e toll, maka Jasa Marga pun segera merubah transaksi pembayaran dengan menggunakan e-toll. Namun, memang pelaksanaan penggunaan transaksi e-toll ini, mengalami penundaan yang cukup lama dari waktu yang ditargetkan. Sekitar awal 2009 baru dapat dilakukan hanya pada beberapa ruas jalan tol saja. Keterlambatan ini, bukan disebabkan dari internal Jasa Marga. Melainkan karena adanya tarik menarik kepentingan di tingkat atas dalam memperebutkan "kue"  e-toll . Tak heran, "kue" e-toll ini memang sangat menggiurkan bila dilihat dari segi bisnis. Oleh sebab itu, baru sekitar  tahun 2017, e-toll dapat dilakukan sosialisasi secara menyeluruh diseluruh ruas jalan tol. 

Diakui, e-toll memberikan kemudahan  dan kelancaran dalam transaksi, sehingga dapat meminimalisasi antrean atau kemacetan pada gerbang tol saat pembayaran. E-toll memang tidak bisa sepenuhnya diandalkan untuk mengatasi kemacetan pada gerbang tol. Panjang ruas tol dengan jumlah kendaraan sangat tidak sebanding. Akibatnya kemacetan tetap terus terjadi, terlebih pada jam-jam pergi atau pulang kerja dan sekolah. Boleh dikata sekitar tahun 2017 an, pembangunan jalan tol mengalami stagnasi. Selain, disebabkan rintangan yang besar dalam pembebasan lahan, juga minimnya dukungan dari pemerintah pusat. Sehingga panjang jalan tol tidak mengalami penambahan yang signifikan. 

Namun, rintangan besar itu perlahan mulai sirna, terlebih tingginya dukungan Presiden Jokowi terhadap percepatan pembangunan jalan tol di Indonesia. Berbagai kebijakan dikeluarkan Presiden untuk mempercepat dan mempermudah pembangunan jalan tol. Presiden Jokowi terus menggenjot pembangunan jalan tol untuk meningkatkan dan menggerakkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Dan di tahun 2021 ini mulai terlihat nyata hasilnya. "Tangan dingin" Jasa Marga  memiliki andil yang sangat besar dalam membantu suksesnya program Presiden Jokowi untuk melakukan pembangunan diseluruh daerah secara merata. 

Untuk itu, di usianya yang 43 tahun, Jasa Marga diharapkan dapat terus bertransformasi dan berinovasi dalam pembangunan jalan tol di Indonesia. Selamat untuk Jasa Marga, semoga diusianya yang semakin matang, Jasa Marga selalu tampil bersinar walau "rambut putih" sudah mulai terlihat.***

* Silli Melanovi - Wartawan Suarakarya.id