logo

Mendag: Presiden Ajak Masyarakat Cinta Produk Nasional

Mendag: Presiden Ajak Masyarakat Cinta Produk Nasional

Foto: YouTube Sekretariat Presiden.
04 Maret 2021 23:40 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat Indonesia untuk mencintai produk-produk nasional atau produk buatan dalam negeri. Sebaliknya,  jika diperlukan, perlu digaungkan juga kampanye 'benci' produk impor atau produk dari luar negeri. 

Hal ini disampaikan Presiden Jokowi saat membuka Rapat Kerja (Raker) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (04/03/2021). 

Raker Kemendag tahun ini mengusung tema ‘Perdagangan sebagai Sektor Penggerak Utama Pemulihan Ekonomi Nasional’.

Mendag Muhammad Lutfi hadir langsung mendampingi Presiden Jokowi bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekonomi) Airlangga Hartarto dan Sekretaris Kabinet (Setkab) Pramono Anung.

Hadir pula dalan Rakernas Kemendag 2021 itu, antara lain sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, Duta Besar World Trade Organization (WTO), Atase Perdagangan/ Perwakilan Perdagangan di luar negeri, dinas perdagangan provinsi dan kota/kabupaten, hingga asosiasi pelaku usaha yang hadir secara virtual.

Mendag Muhammad Lutfi menjelaskan, mencuatnya  "kampanye cintai produk Indonesia dan 'benci' produk impor" sebenarnya merupakan pernyataan kekesalan atas praktik perdagangan digital yang berperilaku tidak adil terhadap usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). 

Menurut Mendag,  Presiden Jokowi ingin mengingatkan bahwa praktik perdagangan digital saat ini 'membunuh' UMKM. "Untuk itu, kita harus membela, melindungi, dan memberdayakan UMKM agar naik kelas,” ucap Mendag menjelaskan.

Mendag mengatakan, hal itu tercermin dari etalase pusat perbelanjaan di Jakarta dan di kota-kota besar lainnya yang didominasi merek-merek luar negeri yang terkenal. ”Untuk itu, produk-produk Indonesia perlu diberikan tempat terbaik di negeri sendiri agar dapat naik kelas,” kata Mendag.

Namun demikian, ujar Mendag, pernyataan tersebut bukan berarti  Presiden Jokowi anti impor. Karena, dalam sambutannya, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia bukan bangsa yang menyukai proteksionisme karena sejarah membuktikan bahwa proteksionisme justru merugikan. 

Tetapi, Indonesia juga tidak boleh menjadi korban ketidakadilan dari raksasa digital dunia. Bagaimanapun transformasi digital adalah win-win solution bagi semua pihak.

“Untuk itu, pernyataan Presiden tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Tapi, kita jadikan penyemangat untuk kita (dalam) mendorong produk lokal meningkatkan kualitasnya dan mendorong kita semua untuk mencintai produk-produk lokal,” jata Mendag menegaskan. ***

Editor : Pudja Rukmana