logo

Ketum IMI DKI Bertemu Ketum KONI DKI Laporkan Progres Latihan

Ketum IMI DKI Bertemu Ketum KONI DKI Laporkan Progres Latihan

Foto: Istimewa.
04 Maret 2021 12:17 WIB
Penulis : Markon Piliang

SuaraKarya.id - JAKARTA: Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) DKI Jakarta Anondo Eko, Kamis (4/3/2021) pagi menghadap Ketua Umum KONI DKI Jakarta Djamhuron P Wibowo di Gedung KONI DKI Jl Tanah Abang I Jakarta Pusat.  Kedatangan Anondo bersama Sekum IMI DKI Dodi Irawan dan Ketua Bidang Organisasi Robert Batubara bertujuan untuk melaporkan kegiatan persiapan atlet bermotor DKI Jakarta menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 Papua.

Anondo menyebutkan, atlet bermotor DKI Jakarta kini dipersiapkan di dua lokasi berbeda; di Sentul untuk nomor road race dan di Bumi Serpong Damai (BSD) untuk nomor motocross. Dan beberapa waktu lalu, kata Anondo, atlet bermotor DKI Jakarta sudah mencoba venue yang akan digunakan di PON nanti di Meraoke, Papua.

“Dalam pertemuan tadi saya juga melaporkan bahwa kuoto atlet yang berlomba di PON nanti sudah kembali seperti semula sebanyak 127 atlet. Sebelumnya sempat keluar surat keputusan (SK) KONI Pusat yang menetapkan kuota atlet bermotor hanya 61 orang. Tapi berkat lobi dari PP IMI kuota tersebut telah disetujui kembali seperti semula,” kata Anondo kepada Suarakarya.id di Jakarta, Kamis usai bertemu Djamhuron.

Menurut Anondo, laporan yang disampaikannya direspons positif oleh Ketum KONI DKI. Bahkan katanya, Djamhuron berharap bermotor menjadi salah satu lumbung medali emas kontingen DKI di PON nanti.

Seperti diketahui, cabang bermotor DKI Jakarta lolos di semua 8 nomor pertandingan. Anondo menargetkan bermotor dapat meraih medali sebanyak mungkin untuk mendukung target KONI DKI Jakarta menjadi juara umum PON.

“Kita lolos di semua nomor. Kalau bicara target tentu kita berharap setiap atlet DKI bisa mencapai hasil terbaik,” lanjut Anondo.

Lebih jauh Anondo mengatakan, komposisi atlet DKI di dua kategori lomba tersebut sudah mencukupi dengan masuknya Arsenio menggantikan Jonatan yang belum bisa pulih 100 persen saat PON nanti pasca kecelakaan.

Dijelaskan, seluruh atlet bermotor menjalani latihan resmi dua minggu sekali. Namun untuk latihan fisik dilakukan secara mandiri oleh masing-masing atlet dengan melakukan olahraga fitnes dan bersepeda.

“Latihan fisik itu sangat penting untuk menjaga reflek pembalap. Sebab kalau atlet tidak dalam kondisi prima dalam berlomba akan sangat berpengaruh terhadap penampilannya,” ucap Anondo menambahkan.

Diakhir pertemuan, Anondo menyerahkan plakat IMI DKI sebagai cindera mata kepada Ketua Umum KONI DKI Jakarta. ***