logo

Kolaborasi Nyata Pemerintah-Swasta: Tingkatkan Potensi Sampah Sebagai Sumber Energi Terbarukan

Kolaborasi Nyata Pemerintah-Swasta: Tingkatkan Potensi Sampah Sebagai Sumber Energi Terbarukan

04 Maret 2021 01:00 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: PT Unilever Indonesia, Tbk. bersama dengan Kabupaten Cilacap dan PT Solusi Bangun Indonesia, Tbk. (SBI) menyelenggarakan diskusi terkait kerja sama untuk fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jeruk Legi, Kabupaten Cilacap.

Disaksikan Gubernur Jawa Tengah dan pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (KLHK), Unilever Indonesia, Kabupaten Cilacap dan SBI mengukuhkan komitmennya untuk melanjutkan MoU yang telah disepakati, yaitu meningkatkan kapasitas pengumpulan dan pengelolaan sampah di fasilitas RDF Jeruk Legi.

Belum lama berselang, Indonesia juga memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2021, tepat 15 tahun setelah terjadinya insiden longsor dan ledakan di TPA Leuwigajah, Jawa Barat.

Momen tersebut mengingatkan kembali akan pentingnya pengelolaan TPA secara sistematis sebagai bagian dari pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan.

Dalam sambutannya, H. Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P., selaku Gubernur Jawa Tengah mengatakan pengelolaan sampah masih menjadi permasalahan utama, termasuk di Jateng dan hal ini menjadi pekerjaaan rumah bersama.

"Saat ini banyak wilayah masih menggunakan metode penimbunan atau landfill, dimana lahan yang dibutuhkan sangat luas, proses pengurangan sampahnya lambat, dan berisiko menimbulkan pencemaran lingkungan," ujar Gubernur Ganjar di konpres virtual: Sinergi Multisektor Tingkatkan Kapasitas Pengelolaan Sampah Menjadi Sumber Energi Terbarukan Di Fasilitas TPA RDF Jeruk Legi, Cilacap, Rabu (3/3/2021).

Seiring kemajuan teknologi, kata dia, pengelolaan sampah yang lebih baik dan mampu meminimalisir efek samping sampah dan bahkan menghasilkan output yang bermanfaat secara ekonomi sudah makin berkembang. Salah satunya adalah fasilitas RDF Jeruk Legi yang sudah beroperasi dan akan terus ditingkatkan kapasitasnya.

"Saya senang sekali mendengar hal ini, terutama karena adanya pihak swasta yang turut serta mengambil bagian, khususnya kepada PT Unilever Indonesia, Tbk. yang sekarang ikut bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Cilacap untuk bisa mendorong olahan sampah di fasilitas RDF Jeruk Legi ini menjadi lebih maksimal,” kata Ganjar.

Diresmikan bulan Juli 2020 lalu, TPA Jeruk Legi adalah TPA pertama di Indonesia yang menghasilkan sumber energi terbarukan dengan teknologi RDF, yaitu teknologi yang mengolah sampah menjadi energi biomassa yang selanjutnya digunakan sebagai sumber energi terbarukan rendah emisi untuk mengggantikan batu bara pada proses pembakaran di pabrik industri semen dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Dr. Ir. Novrizal Tahar, IPM selaku Direktur Pengelolaan Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI menyebut pemerintah secara masif mendorong implementasi teknologi RDF untuk menyelesaikan permasalahan sampah di berbagai wilayah Indonesia.

"Kami bahkan melihat potensi besar RDF sebagai salah satu cara untuk mencapai kemampuan pengelolaan sampah 100% pada tahun 2025. Tidak hanya tugas pemerintah, kolaborasi yang lebih erat dengan seluruh pemangku kepentingan, khususnya pihak swasta, dapat menjadikan teknologi ini sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi sirkular melalui prinsip pengelolaan sampah berkelanjutan,” jelasnya.

Nurdiana Darus sebagai Head of Corporate Affairs and Sustainability PT Unilever Indonesia, Tbk. menjelaskan sebagai perusahaan yang memiliki komitmen kuat untuk membantu mengatasi permasalahan sampah, Unilever Indonesia turut mengurai permasalahan sampah mulai dari hulu ke hilir rantai bisnis melalui berbagai bentuk kolaborasi.

"Dengan semangat #MariBerbagiPeran Sayangi Bumi, hari ini kami mengukuhkan kerja sama dengan pemerintah dan sesama pihak produsen yaitu SBI di dalam fasilitas RDF Jeruk Legi, sebuah langkah sinergis untuk bersama-sama berbagi peranan dalam mengatasi masalah sampah kemasan plastik di bagian hilir pengolahan sampah," tuturnya..

Sejak November 2020 lalu, kata Nurdiana, Unilever berkomitmen membantu Pemkab Cilacap untuk meningkatkan kapasitas sampah terolah menjadi RDF di fasilitas RDF Jeruk Legi dari semula sebanyak 120 ton/hari di tahun 2020 menjadi lebih dari 200 ton/hari dalam 5 tahun ke depan.

"Melalui kontribusi yang diwujudkan dalam pengadaan armada pengangkutan sampah, kami akan membantu meningkatkan kapasitas sampah terolah di fasilitas RDF Jeruk Legi dari yang semula hanya melayani wilayah Kota Cilacap di tahun 2020, ke kecamatan lain di Kabupaten Cilacap meliputi Kroya, Sidareja dan Majenang,” ungkapnya.

Ir. Lilik Unggul Raharjo, MBA, selaku Direktur Manufaktur PT Solusi Bangun Indonesia, Tbk., berkata pemanfaatan bahan bakar alternatif dari sampah yang dihasilkan dari fasilitas pengolahan sampah atau RDF milik Pemkab Cilacap sebagai langkah nyata PT Solusi Bangun Indonesia, Tbk. membantu untuk menjaga lingkungan agar tetap berkelanjutan serta menciptakan ekonomi sirkular.

"Kerja sama SBI dengan Unilever Indonesia mencerminkan sinergi yang saling melengkapi. Unilever Indonesia berperan membantu Pemkab Cilacap dalam pengumpulan dan pengangkutan sampah terolah paska konsumsi sebagai bahan baku RDF, sementara kami berperan dalam memproses sampah tersebut guna menghasilkan RDF berkualitas yang kemudian diserap oleh sejumlah pabrik kami sebagai sumber energi ramah lingkungan," tutur Lilik.

Awaluddin Muuri, AP., MM selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap mengatakan teknologi RDF diibaratkan seperti sebuah mobil yang bisa menambah kecepatan. Saat ini, stok sampah di fasilitas RDF Jeruk Legi bisa dikatakan belum maksimal.

"Dengan adanya kerja sama antara pihaknya, Unilever Indonesia dan SBI, kita semua percaya pengumpulan sampah akan menjadi lebih masif sehingga kapasitas mesin RDF juga nantinya akan dapat lebih ditingkatkan," ucap Awaluddin.

Di penghujung acara, Nurdiana menyampaikan harapannya.

“Semoga kolaborasi ini dapat menginspirasi pihak swasta lain untuk turut mendorong supply dan demand yang akhirnya mampu mendukung laju penerapan RDF sebagai tonggak baru pengelolaan sampah di Indonesia. Kami percaya seluruh pihak memiliki andil untuk membuat perubahan, untuk itu, #MariBerbagiPeran Sayangi Bumi,” jelas dia.***

Editor : Markon Piliang