logo

IAIN Sorong Gagas Pendampingan UMKM Terpadu

IAIN Sorong Gagas Pendampingan  UMKM Terpadu

Ist
03 Maret 2021 21:30 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - KOTA SORONG: Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong, Dr. Hamzah Khaeriyah, M.Ag., mengatakan,  belakangan, perguruan tinggi ini  berupaya   memberdayakan potensi  ekonomi umat seperti Baznas  guna  mendongkrak   UMKM  warga  setempat.

“ Karena itu,  IAIN menggagas  pihak-pihak yang berkompeten dengan ekonomi  umat untuk melakukan pendampingan  pelaku UMKM,”katanya.

 Secara umum, warga  ekonomi  lemah membutuhkan  pelatihan dan semacam pendampingan   terkait  bidang   usaha golongan kecil. Pendampingan  ini penting agar kegiatan usaha  warga  tak  tergilas   pesatnya ekonomi digital  belakangan ini.

 Pendampingan diharapkan  dapat meningkatkan kemampuan pelaku  Usaha Mikro Kecil dan Menengah  (UMKM) untuk mengakses pembiayaan dan kemampuan produksi.

Sebagaimanan diketahui bahwa  sektor mikro yang jumlahnya hampir 98 persen  dan pada umumnya merupakan kegiatan usaha untuk kehidupan sehari - hari.

 Seperti,  bagaimana pelaku mikro berusaha membiayai keluarganya hingga menyekolahkan anaknya. Saat ini yang diperlukan adalah bagaimana warga ekonomi lemah punya modal kerja yang memastikan usahanya.

Pendamping yang diharapkan adalah bagaimana  mendorong pelaku usaha kecil dan menengah naik kelas dan tumbuh kembang. Dewasa ini  pemerintah telah mengamanatkan pendekatan pembangunan ekonomi nasional ke depan akan berbasis usaha kecil dan menengah.

 Dr. Hamzah  Khaeriyah, mengatakan,  Rabu  (3/3/2021) pihaknya menggagas pertemuan  dengan berbagai stakeholder di Kota Sorong. Intinya, untuk membahas sejumlah masalah terkait zakat yang dikelola oleh   Baznas setempat.

“ IAIN Sorong menggelar diskusi  bersama  Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)  kota Sorong dan Baznas kabupaten Sorong. Diskusi  ini   terkait   pendampingan bagi binaan Baznas, yang dihadiri  ketua baznas kota Sorong dan baznas kabupaten  Sorong,  serta penerima  bantuan baznas,”kata  Hamzah.

 Rektor Hamzah memaparkan, bahwa penerimaan bantuan baznas akan didampingi oleh tim pendamping dari kalangan dosen dan mahasiswa  IAIN Sorong. Dan, program ini  berlangsung empat tahun ke depan.

Jadi,  program ini  berlangsung  4 tahun dengan indikator keberhasilan (a) Pemberi Infak; (b) Wajib Zakat dan (c) Unggul yaitu mampu membayar zakat dan juga membina kelompok lain. Melalui, tukar pengalaman  dan binaan, misalnya  membina anak asuh atau siswa yang telah diasuh oleh kelompok binaan.

Dikatakan,  diskusi  juga  memaparkan bagaimana  mendorong kelompok binaan untuk mencapai posisi unggul,  membutuhkan perhatian serius.

Menanggapi terobosan  perguruan tinggi ini,  Pimpinan baznas kota Sorong dan baznas kabupaten sorong, sangat mengapresiasi program pendampingan tersebut. “ Mereka mengusulkan agar pendampingan  IAIN , dilakukan pra dan pasca pemberian bantuan,”kata Hamzah.

 Menurutnya,  selain sumber dana dari baznas,  untuk  finansial, IAIN  Sorong mengusahakan sumber pendanaan. Jika, hasil evaluasi pendampingan, membutuhkan tambahan modal

Salah satu sumber bantuan modal yang disiapkan oleh  IAIN, menurut Dr. Hamzah, adalah melalui pembiayaan pada koperasi Baytul Makmur  IAIN  Sorong

Terkait  kepentingan modal barang, koperasi akan mensuplay sejumlah item prodak  yang dibutuhkan oleh pelaku UMKM.

“ Dengan pola pembinaan terpadu maka  masalah  keagamaan, manajemen, sosial ekonomi serta penguatan kapasitas kepemimpinan, diharapkan mereka (pelaku UMKM) pada posisi unggul,”kata Dr Hamzah. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto