logo

Jangan Masuki Zona Merah, Mahasiswa Harus Bersahabat Dengan Rakyat Desa

Jangan Masuki Zona Merah,  Mahasiswa Harus Bersahabat Dengan Rakyat Desa

Prof Dr Haryono Suyono. (foto, ist)
03 Maret 2021 20:50 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Mahasiswa harus bisa bersahabat dengan rakyat di desa. Dan, yang perlu dipahami agar para mahasiswa dalam kuliah kerja nyata (KKN) tidak memasuki zona merah, karena itu cukup berbahaya.

Demikian disampaikan Prof Dr Haryono Suyono, saat tampil sebagai pembicara secara virtual, dari Jakarta, Rabu (3/3/2021), pada Webinar Nasional, yang digelar Universitas Mercu Buana Yogyakarta.

Pada acara yang dibuka Rektor Universitas Mercu Buana Yogyakarta Dr Alimatus Sahrah MSi MM itu, Prof Haryono juga mengajak seluruh mahasiswa untuk masuk desa, guna menyiapkan masyarakat bersama pejabat desa, untuk giat membangun desa.

Dikemukakannya, dalam kegiatan ke desa jangan hanya diukur dari besarnya serapan anggaran saja. "Tapi, dampaknya terhadap keluarga di desa, terutama dalam meningkatkan 8 fungsi keluarga," ujarnya.

Diingatkannya, dalam rangka menghadapi Covid 19, tidak perlu takut. Tapi, harus bersahabat dengan menggunakan protokol kesahatan.

Di sisi lain, Pakar Pemberdayaan Keluarga itu mengatakan, bagi masyarakat untuk mengisi waktu di masa pandemi, agar tidak terlalu banyak melakukan kegiatan di luar rumah. Tapi, tetap tinggal di rumah, dan bisa menggunakan waktunya, untuk membaca buku-buku terbaru, serta menulis. Agar otak dan pikirannya tetap berjalan dengan baik.

Pada kesempatan itu, Prof Haryono mengingatkan pula, agar mahasiswa mengajak masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Dengan makan makanan bergizi yang dipetik dari halaman rumahnya sendiri.

Mahasiswa ke desa juga diimbau untuk mengadakan festival pemakaian masker. Agar rakyat yang agak sukar menggunakan masker bisa ikut serta dalam gerakan pemakaian masker supaya terhindar dari Covid 19.

"Bisa saja pembuatan masker dari kain atau kaos bekas yang disesuaikan dengan produk lokal," kata mantan Menko Kesra dan Taskin itu.

Mahasiswa dalam terjun ke desa, lanjutnya, juga diminta untuk mengadakan lomba pembuatan masker. "Kalau perlu cari sponsor untuk hadiahnya. Itu yang dinamakan Introduce of innovation," ujarnya.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto