logo

Indonesia Kembali Terima 10Juta Vaksin Sinovac, Total Jadi Kantongi 38Juta Dosis 

Indonesia Kembali Terima 10Juta Vaksin Sinovac, Total Jadi Kantongi 38Juta Dosis 

Foto: YouTube Sekretariat Presiden.
02 Maret 2021 23:45 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Sebanyak 10 juta dosis bahan baku vaksin Covid-19 kembali tiba di Indonesia. Bahan baku vaksin asal perusahaan Sinovac (China) ini tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (02/03/2021), sekitar pukul 12.05 WIB dengan pesawat penjemput khusus Garuda Indonesia bernomor penerbangan GA891.

“Alhamdulillah hari ini kita kedatangan sepuluh juta bulk vaccine. Bulk vaccine ini adalah materi dasar vaksin yang nanti akan dibuat Bio Farma menjadi vaksin (siap pakai),” ujar Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr Dante Saksono saat ikut menyambut kedatangan bahan baku vaksin tersebut dalam tayangan video di YouTube Sekretariat Presiden.

"Sebanyak 10 juta dosis bahan baku vaksin Covid-19 tiba di tanah air, siang tadi, untuk selanjutnya diolah dan diproduksi lebih jauh oleh Bio Farma. Dengan demikian, pemerintah telah mendatangkan 38 juta dosis vaksin Sinovac untuk mendukung program vaksinasi massal secara gratis," tulis Presiden Joko Widodo (Jokowi) di akun Twitternya, @jokowi, Selasa pukul 18.37 WIB. 

Kedatangan sepuluh juta dosis bahan baku vaksin ini merupakan kedatangan kelima setelah sebelumnya pemerintah juga telah mendatangkan baik vaksin siap pakai maupun bahan baku vaksin. 

Pada kedatangan pertama dan kedua, pemerintah mendatangkan sebanyak 1,2 juta dan 1,8 juta dosis vaksin siap pakai. Adapun untuk kedatangan ketiga dan keempat masing-masing sebanyak 15 juta dan 10 juta dosis bahan baku vaksin telah didatangkan.

Dengan demikian, pemerintah telah mendatangkan total 38 juta dosis vaksin yang berasal dari perusahaan Sinovac. Vaksin ini akan digunakan untuk mendukung program vaksinasi massal secara gratis dengan target 181,5 juta warga masyarakat Indonesia.

“Bertahap nanti kemudian akan datang 185 juta vaksin yang berasal dari Sinovac,” ungkap Dante seperti dilaporkan Biro Pers Media Istana (BPMI) di akun resminya.

Bahan baku tersebut, sebagaimana bahan baku pada kedatangan ketiga dan keempat, selanjutnya akan diolah dan diproduksi lebih jauh oleh PT Bio Farma. Perusahaan farmasi BUMN ini telah memperoleh sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Vaksin Covid-19 produksi Sinovac tersebut sebelumnya juga telah menerima izin penggunaan darurat dari BPOM. Vaksin tersebut juga telah memperoleh fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Lebih jauh Dante menjelaskan, selain mengadakan vaksin Covid-19 asal Sinovac (China), pemerintah juga telah memperoleh komitmen pengadaan vaksin dari sejumlah perusahaan farmasi lainnya, yakni AstraZeneca dari Inggris, Pfizer-BioNTech (Jerman dan (AS), serta Novavax (AS). Kesemuanya akan digunakan untuk program vaksinasi pemerintah.

“Kesemua vaksin tersebut akan memenuhi kebutuhan vaksinasi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Dante. ***

Editor : Pudja Rukmana