logo

Stunting Ancaman Bagi Generasi Muda

Stunting Ancaman Bagi Generasi Muda

02 Maret 2021 20:58 WIB

SuaraKarya.id -  

Oleh: Supiana Dian Nurtjahyani

Stunting menjadi isu kesehatan yang harus segera ditangani oleh masing-masing kabupaten, data stunting yang sudah ada dengan rangking masing-masing di tingkat kabupaten merupakan masalah kesehatan yang harus dituntaskan, bagaimana kita mulai menjaga kesehatan reproduksi kaum remaja untuk mempersiapkan nanti pada usia reproduktif, yang harus melestarikan keturunan dengan keturunan yang sehat.

Kekurangan gizi saat dalam kandungan akan berdampak pada kesehatan bayi yang akan mengalami stunting. Kurangnya pengetahuan ibu tentang nutrisi kesehatan pada saat hamil akan menjadi pemicu terjadinya stunting.

Karena, pada masa hamil perkembangan janin tergantung pada nutrisi yang di berikan oleh ibu. Kalau nutrisinya kurang akan berdampak pada perkembangan bayi, baik perkembangan otak maupun perkembangan organ yang lain.

Sehingga, bayi tidak bisa berkembang dengan sempurna dan saat dilahirkan sudah terdapat gejala stunting. Tapi, jarang disadari dan baru terdeteksi memasuki balita perkembangannya lambat dan tidak sempurna.

Stunting menjadi ancaman bagi generasi muda, karena bila dari masa balita sudah mengalami stunting, tidak bisa menghasilkan generasi muda yang sehat dan tangguh sebagai penerus perjuangan bangsa. Stunting akan menghambat perkembangan generasi muda, karena terjadi ketidaknormalan dalam perkembangan.

Sehingga, stunting harus ditangani sedini mungkin. Upaya pemerintah untuk penanggulangan stunting, sudah sampai pendataan di desa-desa. Tapi, data yang terdeteksi ini harus segera ditangani dan ditindaklanjuti, ini mulai dari penanganan awal dengan pemulihan status gizinya, sampai tindak lanjut penanganan kesehatan anak yang stunting tersebut, harus benar-benar di buat skedul.

Penanganan yang jelas mulai dari awal sehingga kasus stunting dapat di tuntaskan. Selain itu kasus stunting bisa dari seringnya anak terkena infeksi sehingga menghambat proses perkembangannya.

Sehingga, penyakit infeksi harus segera di tanggani diidentifikasi penyebabnya apa agen etiologinya dari bakteri, virus, parasit, jamur atau yang lainnya. Tata laksana penangannya akan lebih cepat.

Dampak stunting akan berpengaruh dari kecil hingga dewasa pada metabolisme tubuh, karena anak yang kurang gizi tentu akan berdampak pada metabolism tubuhnya, pada perkembangan otak, dan lain-lain yang kadang dilihat sepintas normal.

Seperti anak lainnya tetapi kalau dibanding dengan anak yang normal tubuhnya lebih pendek juga perkembangan otaknya mengalami gangguan. Sehingga, stunting ini benar-benar ancaman untuk membentuk genarasi muda yang sehat, tangguh, serta hebat untuk menuju Indonesia Emas. Kita harus berperang melawan stunting.***

* Prof Dr Dra Supiana Dian Nurtjahyani MKes - Rektor Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban

Editor : Gungde Ariwangsa SH