logo

Kemensos Berikan Dukungan Psikososial Bagi Santri Terdampak Longsor Di Pamekasan

Kemensos Berikan Dukungan Psikososial Bagi Santri Terdampak Longsor Di Pamekasan

Pemberian bantuan.(foto,ist)
02 Maret 2021 10:33 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - PAMEKASAN: Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Balai Anak Antasena Magelang memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) dan asesmen kebutuhan bagi para santri korban tanah longsor di Pondok Pesantren (Ponpes) Anidhamiyah Dusun Jeppon Desa Bindang Kecamatan Pasean, Pamekasan Jawa Timur, Senin (1/3/2021).

Seperti diketahui, longsor terjadi Rabu (24/2)2021) sekitar pukul 01.30 WIB, menerjang bangunan sebelah barat Ponpes Anidhamiyah, yang merupakan asrama santri perempuan. Pengasuh ponpes KH Muhaidi mebgemukakan, mlongsor mengakibatkan 5 orang santri perempuan meninggal dunia dan seorang lagi mengalami patah tulang.

Kelima jenazah telah diambil keluarga masing-masing, untuk dimakamkan di daerah asal. Hujan dengan intensitas yang cukup tinggi, yang berlangsung sejak sore sehari sebelumnya (Selasa, 23/2/ 2021) sekitar pukul 18.00, menjadi penyebab terjadinya tanah longsor. Hujan yang tidak juga berhenti hingga Rabu dinihari, menyebabkan bukit setinggi 70 meter longsor.

“Kedatangan kami ke sini selain untuk menyampaikan rasa empati dan belasungkawa, juga untuk melakukan asesmen kebutuhan dan melakukan Layanan Dukungan Psikososial atau LDP kepada para santri sebagai implementasi Program Atensi. Semoga dengan adanya bantuan dan LDP dapat mengurangi rasa trauma yang dialami terutama bagi para santri,” tutur Kepala Seksi Layanan Rehabilitasi Sosial Balai Anak Antasena Magelang Ihsan, yang mewakili Kepala Balai.

Berdasarkan asesmen kebutuhan yang dilakukan, para santri dan terutama santri perempuan membutuhkan dukungan mental spiritual dan bantuan material berupa perlengkapan ibadah dan penambahan gizi/nutrisi. Khusus untuk santri perempuan yang mengalami patah tulang kaki akan diberikan alat bantu jalan.

Seluruh santri perempuan, saat ini dipulangkan kepada keluarganya. Untuk memberikan ketenangan dan meredakan rasa traumanya. Sedangkan para santri laki-laki, masih tetap berada di asrama, karena lokasi dan kondisi bangunan yang relatif aman. Kerugian materiil 4 bangunan kamar roboh ditaksir sedikitnya mencapai 50 juta rupiah.***

Editor : Markon Piliang