logo

Setahun Covid-19, Jangan Lengah Dan Kendor!

Setahun Covid-19, Jangan Lengah Dan Kendor!

02 Maret 2021 01:47 WIB

SuaraKarya.id -  

 

Oleh: Gungde Ariwangsa SH

Hari ini tanggal 2 Maret 2021 tepat setahun sudah Indonesia berjuang mengatasi pandemi virus corona (Covid-19). Berbagai program, langkah dan upaya yang dilakukan sampai saat ini sudah hampir mampu menyeimbangkan pasien yang terkonfirmasi positif dan sembuh serta yang meninggal dunia berada di bawah angka 50.000. Adakah ini tanda-tanda Indonesia akan segera terbebas dari virus ganas yang pertama kali muncul di Wuhan, China itu?

Pemerintah semula sempat memperkirakan Covid-19 tidak akan memapar Indonesia. Namun  pandemi yang sudah menyerang berbagai negara di seluruh dunia akhirnya diakui sudah menerobos Indonesia. Presiden Joko Widodo dan Menteri Kesehatan saat itu Terawan Agus Putranto secara resmi mengumumkan Covid-19 masuk Indonesia pada 2 Maret 2020 setelah ditemukan korban terkonfirmasi positif di Depok Jawa Barat. 

Sejak itulah berbagai upaya dilakukan baik oleh pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, kota dan berbagai kalangan masyarakat untuk menangani Covid-19. Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dibentuk dan kemudian disempurnakan menjadi Komite Penangan Covid-19 Pemulihan Ekonomi Nasional. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan dan kemudian dimodifikasi menjadi PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). 

Gerakan 3M (Memakasi Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak) yang kemudian diperluas menjadi 5 M (ditambah 2 M = Menjauhi Kerumuman dan Membatasi Mobilitas) diterapkan secara disiplin sebagai kebiasaan normal baru. Karena itu belum cukup, digencarkan juga 3T (Testing = tes, Tracing = pelacakan, dan Treatment = penanganan).

Setelah vaksin ditemukan untuk meningkatkan kekebalan terhadap Covid-19, pemerintah juga mendatangkan jutaan dosis vaksin. Bahkan vaksinisasi sudah dijalankan sejak Rabu (13/1/2021) dengan diawali penyuntikan kepada Presiden Jokowi. Pelaksanaan vaksinisasi ini ditargetkan akan menjangkau 181.554.465 orang. 

Dalam membantu ekonomi masyarakat yang terdampak Covid-19 setelah tidak bisa beraktivitas ke luar rumah, juga digerakan probram bantuan sosial. Ada yang berupa pembagian paket sembako dan pemberian bantuan uang. 

Sampai akhir tahun 2020, perjalanan penanganan Covid-19 menghadapi tantangan yang berat.  Penambahan harian terkonfirmasi positif Covid-19 terus melonjak hingga mencapai rekor 14.518 kasus pada 30 Januari 2021. Jumlah total secara nasional yang terkonfirmasi positif sudah melewati angka satu juta yang sampai Senin (1/3/2021) mencapai 1.341.314 orang. Secara perlahan namun pasti upaya menekan penambahan harian positif terus menurtun sejak 22 Februari 2021 lalu ke angka di bawah 10.000. Pada 1 Maret 2021 tercatat 6.680. 

Capaian yang menggembirakan lagi, ternyata jumlah pasien yang sembuh juga terus bertambah. Pada 1 Maret 2021 jumlah pasien sembuh mencapai 9.212 orang berada di atas terkonformasi positif. Secara nasional total jumlah yang sembuh juga sudah di atas satu juta yaitu 1.151.915 orang. Sedangkan jumlah yang meninggal  mencapai 36.325 secara nasional. 

Melihat data-data tersebut apakah Covid-19 akan segera berlalu dari Indonesia? Belum ada yang berani memberikan jawaban pasti. Namun Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo memberikan sinyal positif. Dia optimistis Indonesia akan bebas Covid-19 pada 17 Agustus 2021 mendatang. Peringatan Hari Kemerdekaan itu akan dijadikan kemerdekaan Indonesia dari “penjajahan” Covid-19. 

Banyak yang menyatakan hal itu terlalu berlebihan. Namun pemerintah sudah memiliki optimisme untuk bisa membebaskan Indonesia dari Covid-19. Ini menjadi tantangan untuk terus melakukan upaya-upaya penanganan yang lebih fokus, intensif, dan sinkron di berbagai lapisan. Program vaksinisasi juga perlu terus digalakkan dengan ditunjang penegakan disiplin yang ketat penerapan protokol keselahatan 5 M dan gerakan 3 T. 

Vaksinisasi jangkauannya masih amat terbatas untuk bisa mewujudkan target secara lebih cepat. Dalam hal ini amat diperlukan persediaan vaksin yang cukup dan kemudian pendistribusian sudah bisa menyentuh lapisan masyarakat terbawah. Disinilah pentingnya memanfaatkan lembaga atau jaringan kesehatan yang sudah ada dan tersebar sampai ke pelosok seperti Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dengan Posyandunya. 

Dengan makin luasnya daya jangkau vaksinisasi ini maka harapan untuk segera mencapai kekebalan komunal untuk menghampat Covid-19 akan bisa lebih cepat tercapai. Jumlah target vaksinasi baru sampai 70 persen dari jumlah penduduk. Masih ada tugas tambahan lainnya bila ingin vaksinisasi menyentuh seluruh rakyat Indonesia. 

Meskipun vaksinasi sudah sukses dilaksanakan gerakan 5M dan 3T masih harus tetap dilaksanakan. Vaksin bukan untuk membunuh namun hanya meningkatkan kekebalan tubuh dalam menghadang Covid-19. Karena itu upaya vaksinisasi masih harus didukung seiring sejalan dengan penerapan disiplin 5M dan kegencaran melakukan 3T. 

Satgas Penanganan Covid-19 justru mendapat tugas lebih berat setelah vaksinasi berjalan. Terutama untuk menjaga agar masyarakat yang sudah divaksin tidak merasa aman dari Covid-19 sehingga lengah dalam penerapkan prokes 5M. Kemudian petugas juga ikut mengendor dalam melakukan 3T. Jadi bila ingin 17 Agustus 2021 menjadi Hari Merdeka Dari Covid-19 maka jangan  lengah dan kedor. ***

• Gungde Ariwangsa SH – wartawan suarakarya.id, pemegang kartu UKW Utama, Ketua Siwo PWI Pusat

Editor : Gungde Ariwangsa SH