logo

Kemnaker Susun Program K3 Nasional, Tingkatkan Pencegahan Dan Penanganan Kecelakaan Kerja

Kemnaker Susun Program K3 Nasional, Tingkatkan Pencegahan Dan Penanganan Kecelakaan Kerja

Menaker Ida Fauziyah.(foto,ist)
01 Maret 2021 21:00 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah menyusun Program K3 Nasional 2021 hingga 2025. Program ini diharapkan menjadi pedoman bagi pemerintah dan stakeholders ketenagakerjaan dalam meningkatkan kualitas pencegahan, penanganan, serta pengendalian kecelakaan kerja di semua sektor.

"Program nasional juga akan menyebarluaskan pengetahuan K3 melalui materi-materi pendidikan, sejak tingkat menengah. Sehingga, pengetahuan ini akan menjadi bekal tatkala kaum muda memasuki dunia kerja,” terang Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, saat menjadi keynote speech pada Dialog Festival Bulan K3 Nasional Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) secara virtual dari Jakarta, Senin (1/3/2021).

Dia menjelaskan, cara paling ampuh untuk menekan angka kecelakaan kerja adalah meningkatkan kesadaran berbudaya K3. Untuk itu, Indonesia yang tengah memasuki masa bonus demografi harus mulai menggencarkan sosialisasi, edukasi, dan pemahaman seputar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kepada generasi muda.

“Dalam konteks K3, kaum muda adalah pilar penting produktivitas yang harus dijaga, dengan memberi perhatian lebih kepada aspek K3. Hal ini, agar jumlah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja bisa terus menurun dan angkatan kerja muda dapat terus produktif dan berkontribusi pada perekonomian,” jelas Menaker.

Selain penanaman budaya K3, kepada generasi muda dan pelajar, lanjutnya, cara lain menekan angka kecelakaan kerja adalah reformasi sistem pengawasan ketenagakerjaan. “Reformasi yang dimaksud di sini tidak terbatas pada penguatan integritas pengawasan ketenagakerjaan. Tapi, juga meliputi pembaharuan pendekatan dalam pembinaan dan pelayanan publik,” ungkapnya.

Dia mengemukakan, dunia usaha dan industri telah berkembang seiring berjalannya revolusi industri 4.0. Untuk itu, sistem pengawasan ketenagakerjaan harus mampu meresponnya.

Karena dunia usaha dan industri yang berkembang, sudah pasti menciptakan tantangan ketenagakerjaan yang makin beragam. “Untuk itu, kami akan memastikan bahwa pengawas ketenagakerjaan tidak akan tertinggal dalam merespon perkembangan K3 terkini di dunia kerja,” ujarnya. ***

Editor : Pudja Rukmana