logo

Berita Duka Datang Lagi Dari Mahkamah Agung

Berita Duka Datang Lagi Dari Mahkamah Agung

MA
01 Maret 2021 20:25 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kabar duka kembali datang susul menyusul dari Mahkamah Agung (MA). Setelah mantan hakim Agung Artidjo Alkostar yang kesohor dan ditakuti koruptor meninggal dunia, kali ini mantan hakim agung Marina Sidabutar juga berpulang. Hal itu dibenarkan oleh Juru Bicara Mahkamah Agung (MA) yang juga Wakil Ketua MA Dr Andi Samsan Nganro SH MH. "Betul, Bu Marina Sidabutar telah wafat," kata Andi, Senin (1/3/2021).

Menurut Andi, almarhumah Marina disemayamkan di rumah duka Sentosa RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Rencananya pemakaman akan dilakukan di TPU Kedondong Depok. "Ketua dan pimpinan MA tadi pagi sudah melayat ke rumah duka," jelas Andi.

Marina dilantik menjadi hakim agung pada 14 September 2004. Selama di MA, dia menjadi hakim khusus mengadili perkara tata usaha negara. Putusan-putusannya banyak memuaskan pencari keadilan, kendati tidak sepenomenal putusan-putusan Artidjo Alkostar.

Hakim agung adhoc Artidjo tidak saja dikenang aktivis-aktivis antikorupsi, tetapi juga Ketua KPK Firli Bahuri. Dia mengenang pesan anggota Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi itu yang meminta dirinya menjaga integritas dan tetap berani.

Menurut  Firli, ada 4 hal yang dikenangnya dari sosok Artidjo. Selain mengenal Artidjo sebagai sosok yang berintegritas dalam penegakan hukum, Firli pun mengenangnya sebagai seorang yang sederhana dalam menjalani hidup. "Pertama, beliau adalah sosok yang sangat sederhana. Beliau terima apa adanya dan tidak pernah mencari-cari atau meminta kepada negara," kata Firli, Senin (1/3/2021).

Sosok mantan hakim agung Artidjo adalah orang yang mempunyai prinsip selalu bersyukur, ikhlas, sabar dengan apa yang diterima. "Pak Artidjo selalu katakan ke saya. Pak Firli jaga integritas. Tetap berani supaya kita bisa melaksanakan tugas," ungkap Firli seraya memuji semangat Artidjo untuk memberantas. Firli berharap, semangat memberantas korupsi Artidjo ini bisa menjadi inspirasi banyak orang. "Kita jadikan apa yang diberikan beliau jadi inspirasi. Semangat kita untuk tetap memberantas korupsi. Jadikan lebih banyak lagi orang yang memiliki semangat pemberantasan korupsi seperti Pak Artidjo," pungkas Firli.

Artidjo sendiri dikenal sebagai hakim agung yang tegas. Beberapa keputusannya bahkan kerap lebih berat dibanding tuntutan jaksa. Ketegasan inilah yang membawanya dalam julukan algojo bagi para koruptor. Dia pernah memperberat hukuman mantan Ketua Umum Demokrat, Anas Urbaningrum dalam perkara korupsi Hambalang, dari 7 tahun menjadi 14 tahun. Pun demikian terhadap advokat kondang OC Kaligis, yang sebelumnya dihukum tujuh tahun menjadi 10 tahun dalam kasus suap. Masih ada lagi pelaku tindak kejahatan yang menggerogoti uang rakyat dihukum lebih berat atau ditolak kasasi atau Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan.***

 

 

 

Editor : Gungde Ariwangsa SH