logo

Dirut PT PAL Indonesia Segera Didudukkan Di Kursi Pesakitan

Dirut PT PAL Indonesia Segera Didudukkan Di Kursi Pesakitan

KPK
01 Maret 2021 20:22 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Direktur Utama (Dirut) nonaktif PT PAL Indonesia, Budiman Saleh, yang juga Direktur Aerostructure PT DI periode 2007- 2010, Direktur Aircraft Integration PT DI (2010-2012), dan Direktur Niaga dan Restrukturisasi PT DI (2012-2017) bakal segera duduk di kursi pesakitan atau terdakwa Pengadilan Tipikor Bandung. Hal itu dipastikan setelah tim penyidik KPK telah merampungkan berkas penyidikan kasus dugaan korupsi kegiatan penjualan dan pemasaran di PT DI tahun 2007-2017, bahkan telah melimpahkannya ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). JPU-nya sendiri akan segera melimpahkan surat dakwaannya ke Pengadilan Tipikor guna diagendakan persidangannya.

Plt Jubir KPK, Ali Fikri mengatakan, berkas penyidikan Budiman Saleh telah dinyatakan lengkap atau P21. Tim penyidik melimpahkan berkas perkara, barang bukti, dan tersangka Budiman Saleh ke tahap penuntutan atau tahap II. "Setelah dinyatakan berkas perkara penyidikan lengkap (P21) atau memenuhi syarat untuk disidangkan, Tim Penyidik KPK melaksanakan tahap II penyerahan tersangka dan barang bukti kepada Tim JPU dengan tersangka Budiman Saleh," kata Ali Fikri, Senin (1/3/2021).

Oleh karena sudah diatur waktunya dan terikat dengan masa penahanan, JPU bakal segera melimpahkan surat dakwaannya ke Pengadilan Tipikor. Setelah Ketua Pengadilan Negeri menunjuk majelis hakim, maka majelis hakim tersebut akan membuat penetapan hari sidangnya selanjutnya.

Kewenangan penahanan Budiman Saleh sendiri beralih ke tim JPU selama 20 hari ke depan di Rutan KPK Cabang Gedung Merah Putih terhitung sejak 1 Maret hingga 20 Maret 2021. Tim JPU memiliki waktu maksimal 14 hari kerja untuk menyusun surat dakwaan terhadap Budiman Saleh. Nantinya surat dakwaan tersebut akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Bandung untuk disidangkan.  "Waktu 14 hari kerja, Tim JPU akan segera melimpahkan berkas perkara ke PN Tipikor. Persidangan diagendakan di laksanakan di PN Tipikor Bandung," tuturnya.

Tim penyidik kasus ini sebelumnya telah memeriksa sedikitnya 112 saksi selama proses penyidikan. Para saksi di antaranya berasal dari pihak internal PT Dirgantara Indonesia.

KPK telah menetapkan Budiman Saleh sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait penjualan dan pemasaran di PT DI. Dia diduga terlibat korupsi ketika menjabat di PT Dirgantara Indonesia sebagai Direktur Aerostructure (2007- 2010); Direktur Aircraft Integration (2010-2012); dan Direktur Niaga dan Restrukturisasi (2012-2017).

Budiman Saleh diduga terlibat korupsi karena menerima kuasa dari tersangka mantan Dirut PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso, untuk menandatangani perjanjian kemitraan dengan mitra penjualan. Selain itu, Budiman Saleh juga disebut turut memerintahkan Kadiv Penjualan agar memproses lebih lanjut tagihan dari mitra penjualan. Padahal, Budiman Saleh mengetahui bahwa mitra penjualan tidak melakukan pekerjaan pemasaran.

Atas dugaan perbuatan melawan hukum tersebut, KPK menduga terdapat kerugian keuangan negara pada PT Dirgantara Indonesia (Persero) senilai Rp202.196.497.761 dan 8.650.945 dolar Amerika Serikat (AS). Total kerugian negara diperkirakan mencapai Rp315 miliar.***

 

Editor : Gungde Ariwangsa SH