logo

Februari 2021, Kota Sorong Deflasi 0,53 Persen

Februari  2021, Kota Sorong  Deflasi 0,53 Persen

Foto skid (Yacob Nauly)
01 Maret 2021 19:50 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - KOTA SORONG:  Penurunan  harga yang ditunjukkan oleh turunnya sebagian besar  indeks kelompok pengeluaran mengakibatkan  Kota Sorong deflasi  0,53 persen tahun 2021.

Kepala BPS Kota Soreong, Ir Merry, menjelaskan,  Kota Sorong mengalami deflasi 0,53 pesen tersebut, dengan indeks harga konsumen (IHK) 103,71.  Dari 90  kota IHK, 56 kota mengalami  inflasi dan 34 kota mengalami  deflasi.

Khusus  deflasi  di kota Sorong  terjadi akibat  sebagian besar kelompok pengeluaran. Yaitu,  kelompok makanan,  minuman,  tembakau sebesar 0,86 persen dan kelompok transportasi sebesar 2, 67 persen.

Lantas, kelompok yang mengalami inflasi adalah  kelompok pakaian dan  alas kaki sebesar 1,25 persen. Lalu, kelompok  perlengkapan; peralatan dan pemeliharaan  rutin rumah tangga  sebesar 0,08 persen.

Kemudian  kelompok  perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,06 persen. Serta, kelompok  penyediaan makanan  dan minuman (restoran)  0,09 persen.

Kemudian, yang tidak mengalami perubahan indeks  adalah, kelompok  perumahan, air,listrik dan bahan bakar rumah tangga; kelompok kesehatan;kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan; kelompok rekreasi, olah raga dan budaya; serta kelompok pendidikan.

Ir Merry,juga menjelaskan,  beberapa komoditas yang mengalami  penurunan  harga pada Februari 2021 ini.

Antara lain: cabai merah;  jagung manis; cabai rawit; nangka muda;  ikan teri; ayam hidup; terong; sawi hijau; papaya muda; buncis, sirih; angkutan udara; talas/keladi; ikan asin teri  pare , ketela pohon;  telur ayam ras;  bawang merah; bayam; labu parang/manis/merah/kuning; anggur;ikan lalosi; wortel; daun kemangi; tahu mentah; oyong;gambas/bestru/emas; daging ayam ras; ketela rambat;gaun anak;ikan tongkol/ambu-ambu dan sebagainya.

Diharapkan , data di atas  membuat  pemerintah daerah dapat menurunkan harga  barang dan jasa di daerah ini. Tentunya,  untuk mendongkrak   daya beli masyarakat ekonomi lemah di Kota Sorong dan Papua Barat umumnya. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto