logo

Presiden Berharap Ekonomi Dan Pariwisata Yogyakarta Pulih Dan Bangkit Kembali

Presiden Berharap Ekonomi Dan Pariwisata Yogyakarta Pulih Dan Bangkit Kembali

Presiden Jokowi dan Sultan HB X. (YouTube)
01 Maret 2021 16:47 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - YOGYAKARTA: Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap vaksinasi Covid-19 massal di Yogyakarta menjadi moment bagi pemulihan sekaligus kebangkitan ekonomi dan pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Hal ini terungkap saat Presiden meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 massal bagi pedagang Pasar Beringharjo, pedagang kaki lima, dan pekerja sektor informal di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (01/03/2021).

“Kita harapkan ini segera diselesaikan sehingga kita bisa pulih kembali, bisa bangkit kembali, kemudian pariwisata di Yogyakarta juga bisa bergeliat kembali dan menumbuhkan ekonomi yang ada di Provinsi Yogyakarta, khususnya Kota Jogja (Yogyakarta),” kata dalam tayangan live di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (01/03/2021).

Saat peninjauan, Presiden tampak didampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, dan Wali Kota Yogyakarta  Haryadi Suyuti. Rombongan Presiden meninjau dua lokasi vaksinasi massal yaitu Pasar Beringharjo dan Museum Benteng Vredeburg.

Presiden tiba di lokasi peninjauan di Benteng Vredeburg  sekitar pukul 09.30 WIB. Selanjutnya Kepala Negara terlihat berkeliling melihat proses pelaksanaan vaksinasi. Tampak sesekali Presiden menyapa dan berdialog dengan peserta vaksinasi massal.

“Saya tadi melihat proses vaksinasi yang dilakukan untuk para pedagang di Pasar Beringharjo berjalan lancar. Juga untuk para pedagang kaki lima, para pelaku usaha, kemudian penjaga toko, karyawan di usaha-usaha yang ada di Jalan Malioboro sampai ke Alun-alun juga proses vaksinasinya berjalan dengan lancar dan baik,” ujar Presiden usai peninjauan.

Menurut Presiden, pelaksanaan vaksinasi massal kali ini menyasar 19.900 orang. Dengan dilakukannya vaksinasi ini, Kepala Negara berharap perekonomian masyarakat di DIY bisa pulih dan bangkit kembali.

Naik KRL Yogya-Solo

Informasi Biro Pers Setpres di akun resminya, Presiden Jokowi disambut Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat tiba di Pangkalan TNI AU Adisujipto, Minggu (28/02/2021). Setelah bermalam di Yogyakarta, Presiden Jokowi diagendakan meninjau kegiatan vaksinasi massal bagi tenaga atau pekerja publik dalam kunjungan kerjanya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (01/03/2021).

Namun, sebelum memulai rangkaian kegiatan, Presiden terlebih dahulu datang bertakziah ke lokasi duka mendiang Artidjo Alkostar dan ikut menyalatkan jenazah Almarhum di Masjid Ulil Albab, Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.

Kepala Negara kemudian mengunjungi Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi massal bagi para pedagang pasar dan para pekerja lain yang dalam kesehariannya biasa beraktivitas di dalam pasar tersebut.

Selanjutnya, Presiden bersama rombongan terbatas akan bergerak menuju Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta yang jaraknya tak begitu jauh dari lokasi pertama. Di lokasi yang menjadi daya tarik bagi para wisatawan di Kota Yogyakarta tersebut, Kepala Negara juga meninjau pelaksanaan vaksinasi massal serupa dengan yang dilakukan di Pasar Beringharjo. Sejumlah pedagang kaki lima, pegawai toko, dan para pelaku usaha lokal menerima suntikan dosis vaksin Covid-19.

Rangkaian kunjungan kerja Presiden diakhiri dengan peresmian pengoperasian kereta rel listrik KRL) lintas Yogyakarta-Solo dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Kehadiran moda transportasi dengan rute tersebut diharapkan  meningkatkan aksesibilitas dan kemudahan bertransportasi serta memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga sekitar, khususnya yang berada di Yogyakarta, Klaten, dan Solo.

Dalam kunjungan kerja kali ini, Kepala Negara didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. ***

Editor : Pudja Rukmana