logo

Meski Lancar Dan Tertib, Vaksinasi Awak Media Diwarnai Hoaks

Meski Lancar Dan Tertib, Vaksinasi Awak Media Diwarnai Hoaks

Foto: Pudja Rukmana. (Skid)
27 Februari 2021 06:07 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Program vaksinasi Covid-19 untuk awak media digelar di Hall A Basket Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta sejak Kamis (25/02/2021) hingga Sabtu (27/02/2021) hari ini.

Pemerintah memberikan vaksinasi Covid-19 kepada awak media. Sebanyak 5.512 dosis vaksin disiapkan untuk mereka yang tinggal di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Dari pantauan suarakarya.id yang ikut vaksinasi Covid-19 awak media di Hall Basket Senayan, Jumat (26/02/2021) yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) itu secara umum  pelaksanaannya  berjalan lancar. 

Para vaksinator, dokter, perawat, dan petugas lainnya bekerja secara profesional dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Di lain pihak, para awak media pun mengikuti prosesi antrean vaksinasi dengan tertib.

Tak kurang dari Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh berterima kasih atas vaksinasi yang diberikan kepada jurnalis dan para awak media tersebut. Demikian halnya Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal S Depari pun apresiatif atas program vaksinasi untuk insan pers ini. Keduanya meyakini bahwa hal itu merupakan bentuk perlindungan pada wartawan atau pewarta berita dan informasi.

Namun di tengah pelaksanaan program vaksinasi tersebut, sempat beredar kabar hoaks yang kurang mengenakkan. Hal ini terkait beredarnya kabar yang menyebutkan puluhan awak media terkapar setelah menjalani vaksinasi Covid-19 sampai pingsan. 

Pesan berantai tersebut mencatut nama Juru Bicara (Jubir) Covif-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Siti Nadia Tarmizi yang dinarasikan sebagai nara sumbernya.

Namun pihak Kemenkes segera menegaskan bahwa informasi itu bohong alias hoaks. Siti Nadia sendiri langsung mengklarifikasi bahwa pesan berantai yang beredar di grup WhatsApp ataupun di media sosial dengan narasi tersebut tidak benar.

"Saya ingin mengklarifikasi terkait informasi yang beredar bahwa puluhan wartawan terkapar pasca-vaksinasi Covid-19. Kami sampaikan, informasi yang beredar di WhatsApp group maupun media sosial ini adalah tidak benar," ujar dr Siti Nadia dalam keterangan persnya lewat tayangan video, Jumat (26/2/2021).

"Kembali kami tegaskan berita atau informasi yang mengatakan puluhan awak media terkapar adalah tidak benar," kata Nadia pula.

Menurut Nadia, memang ada 5 awak media yang mengalami keluhan usai vaksinasi Covid-19. Saat diperiksa, mereka beralasan karena kurang tidur sehari sebelum divaksin. Yang jelas, sekarang ini mereka sudah sehat kembali. "Saat ini kelima awak media tersebut sudah kembali ke rumah masing-masing dan dalam keadaan kondisi sehat," katanya.

Adapun dari hasil pemeriksaan diketahui awak media ini sebelumnya tidak melakukan sarapan atau makan siang sebelum pelaksanaan vaksinasi. Kemudian, mereka tidak cukup beristirahat pada malam hari sebelum divaksin esok harinya.

Lebih jauh Nadia mengimbau awak media yang akan mendapatkan vaksinasi Covid-19 agar mempersiapkan diri, antara lain dengan makan yang cukup serta istirahat atau tidak tidur larut malam sehari sebelum vaksinasi.

"Sehingga, kami imbau awak media yang akan mendapatkan vaksinasi besok hari agar istirahat yang cukup dan lakukan sarapan sebelum mendatangi lokasi vaksinasi," ungkapnya. ***