logo

Evakuasi Korban Longsor Di Parigi Moutong Mulai Dilakukan, Diduga Puluhan Penambang Tertimbun

Evakuasi Korban Longsor Di Parigi Moutong Mulai Dilakukan, Diduga Puluhan Penambang Tertimbun

Foto: Antara
25 Februari 2021 08:01 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - PARIGI, Sulteng: Proses evakuasi terhadap korban yang tertimbun longsor, khususnya yang meninggal di dunia di lokasi penambangan emas tanpa izin di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah mulai dilakukan Kamis pagi (25/2/2021). 

Informasi yang diterima pewarta Antara di lokasi kejadian diduga masih puluhan warga yang tertimbun longsor.

Danton Pos Pencarian dan Penyelamatan SAR Kabupaten Parigi Moutong Puji Rianto mengungkapkan, sekitar pukul 04:00 WITA dini hari, Basarnas berhasil menemukan tiga orang korban yang tertimbun.

Namun, akibat tanah yang masih labil dan menghisap, serta adanya longsor di sekitaran penemuan lokasi jenazah, terpaksa evakuasi tidak dapat dilanjutkan.

"Tadi sekitar jam 4.00 itu kami temukan tiga orang, tapi masih sulit dievakuasi," ungkap Puji.

Saat ini jumlah tim SAR yang turun di lokasi berjumlah empat orang dan Basarnas Kota Palu akan menambah personil untuk evakuasi. 

Pantauan Antara di lokasi kejadian terdapat sejumlah kendaraan yang siaga di lokasi kejadian, seperti Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Tim Inafis, dan sejumlah mobil ambulance.

Sebelumnya pada Rabu (23/2) sekitar pukul 18.00 Wita. Longsor terjadi di sebuah lokasi penambangan emas tanpa izin di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Belum diketahui data pasti, terkait jumlah korban yang masih terjebak material tanah dan batu tersebut.

Warga setempat memperkirakan ada sekitar 300 penambang liar beroperasi di lokasi Buranga tersebut. 

            Penambang Sedang Beraktivitas

Info sebelumnya, dari siaran pers Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Parigi Moutong, puluhan penambang emas ilegal di Dusun Sinaa, Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng) dilaporkan tertimbun longsoran saat melakukan aktivitas penambangan.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (24/2) malam, saat para penambang sedang beraktivitas di lokasi tambang emas tanpa izin itu.

Dalam siaran pers itu, belum bisa mengonfirmasikan jumlah pasti korban tertimbun longsor dan kondisi mereka.

Alat-alat berat sedang melakukan evakuasi, dan korban yang berhasil dievakuasi telah dilarikan ke pusat pelayanan kesehatan masyarakat (puskesmas) setempat untuk mendapatkan perawatan medis.

"Satu per satu korban dievakuasi dari timbunan material longsor menggunakan ekskavator," kata Arifin, salah seorang staf Pemerintah Kecamatan Ampibabo, saat berada di lokasi tambang.

Hingga Kamis (25/2) dini hari, masih banyak korban tertimbun material longsor, dan dilaporkan jumlah korban saat ini yang berhasil dievakuasi kurang lebih 11 orang, lima di antaranya meninggal dunia dan enam lainnya selamat.

Proses evakuasi korban masih terus berlangsung. Hingga berita ini disiarkan belum ada konfirmasi resmi dari kepolisian setempat.

Kapolres dan Ketua DPRD Parigi Moutong dilaporkan telah berada di lokasi kejadian tersebut, namun belum bisa dihubungi untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut terkait hal itu. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto