logo

BP2MI - Perwakilan TETO Bahas Rencana Pembukaan Penempatan PMI Ke Taiwan

BP2MI - Perwakilan TETO Bahas Rencana Pembukaan Penempatan PMI Ke Taiwan

Kepala BP2MI Benny Rhamdani (tengah)(foto,ist)
25 Februari 2021 02:07 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani bertemu dengan Kepala Perwakilan TETO di Indonesia, Mr. John Chen, di Jakarta, Senin (22/2/2021), untuk membahas rencana pembukaan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Taiwan, yang hingga saat ini ditutup karena pandemi Covid-19,

Hal ini mengingat ada sekitar 6000 Calon PMI yang menunggu pemberangkatan ke Taiwan. Dia menyampaikan, sebelumnya BP2MI sudah melakukan 3 kali rapat dengan TETO mengenai hal ini, yakni 2 Desember 2020,1 Februari 2021, serta 22 Februari 2021.

Demikian disampaikan Kepala BP2MI dalam konferensi pers yang diadakan di Media Center BP2MI, Jakarta, Selasa (23/2/2021).

"Dari pertemuan kemarin disampaikan oleh Kepala Perwakilan TETO bahwa pihaknya memberikan apresiasi terhadap pemerintah Indonesia, karena hubungan kedua belah negara yang sudah terjalin baik selama ini," terangnya. Dikemukakannya, Taiwan memiliki perlindungan yang baik terhadap PMI.

Bahkan, imbuhnya, mereka mendapatkan asuransi seperti BPJS, yang manfaatnya sama dengan Warga Negara Taiwan. Terkait dengan PMI yang terpapar Covid-19 di Taiwan, biaya yang ditanggung Taiwan cukup besar (400 juta per PMI) dan semua itu ditanggung oleh Taiwan.

Diterangkan Benny, Kepala Perwakilan TETO menyampaikan, TETO selalu menanyakan dan meng-update kondisi penanganan Covid-19 di Indonesia kepada Menteri Tenaga Kerja Taiwan (Ministry of Labor) dan Pusat Kendali Epidemi Covid-19 (CECC – Central Epidemic Command Center). Taiwan menilai, Indonesia masih cukup tinggi berdasarkan jumlah warga yang terpapar Covid-19, meskipun trendnya terus membaik/menurun.

Untuk itu Benny, menawarkan untuk bersama-sama TETO melakukan pengawasan bersama, terkait dengan pelaksanaan pelatihan CPMI yang akan diberangkatkan ke Taiwan. "Pihak TETO minta ke depan, BP2MI akan diminta contoh sampel sertifikat PCR dan contact person dari masing-masing laboratorium dan sarana kesehatan," tuturnya.

Selain, juga diminta untuk menyusun SOP karantina CPMI setelah dilakukan tes PCR sebelum diberangkatkan ke Taiwan. TETO juga telah menerima daftar laboratorium dan sarana kesehatan yang diajukan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia, dan akan dilakukan seleksi kembali oleh pemerintah Taiwan.

Sementara, untuk meluruskan adanya berbagai informasi yang belum tentu benar, terkait kebijakan pembebasan biaya penempatan, Benny menjelaskan, biaya yang ditanggung pengguna (user) tidak termasuk biaya yang ditanggung pemerintah (dalam hal ini pemerintah daerah), terutama untuk pelatihan dan sertifikasi kompetensi.***

Editor : Markon Piliang