logo

ILUNI UI Salurkan Paket Makanan Untuk Korban Banjir Ke Jabodetabek

 ILUNI UI Salurkan Paket Makanan Untuk Korban Banjir Ke Jabodetabek

Korban banjir menerima bantuan.(foto,ist)
24 Februari 2021 21:01 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) melalui Community Disaster Response Team (Co-DRT) ILUNI UI menyalurkan 1.500 makanan siap saji, ke enam wilayah di Jabodetabek, Selasa (23/2/2021).

Selain itu, tim juga mengirimkan logistik dapur umum dan peralatan kebersihan, untuk membantu pengungsi maupun masyarakat terdampak banjir. Aksi kepedulian alumni UI, dalam program ILUNI UI Peduli, berlanjut saat banjir meluas di Jakarta dan sekitarnya.

Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian didampingi Ketua sekaligus Koordinator ILUNI UI Peduli Endang Mariani menyampaikan, bantuan tanggap darurat untuk korban banjir Jakarta dan sekitarnya telah dilaksanakan sejak Sabtu siang.

“Tim ILUNI UI Peduli segera diaktivasi dan turun ke daerah terdampak, mempersiapkan bantuan yang dapat kami kumpulkan dari berbagai stakeholder ILUNI UI," terang Andre.

Di bagian lain, Endang menyatakan, Tim Co-DRT ILUNI UI Peduli melakukan asesmen dan koordinasi untuk penyaluran bantuan bagi penyintas banjir. Termasuk melakukan pemetaan wilayah terdampak, serta evaluasi kemampuan dan kekuatan yang dimiliki.

"Titik aksi dimulai dari dapur umum RW 05 Bangka," ujarnya. Selanjutnya, 1.500 paket makanan siap saji dan keperluan logistik dapur umum dibagikan ke berbagai titik pengungsian besar. Yaitu GOR Otista, Pondok Gede Permai (PGP), Komplek IKPN Veteran-Bintaro, Posko Siaga Bencana kelurahan Petogogan, dan Pejaten Timur.

“Pemilihan titik pengungsian didasarkan pada hasil asesmen dan kontak jaringan Alumni Peduli Center (APC) ILUNI UI,” jelas Endang.

Sebagian paket makanan siap saji, lanjutnya, juga dikirimkan ke Posko Sanggar Anak Akar, Pangkalan Jati, Cipinang Melayu, IKIP Jatibening, Cipinang Muara, hingga ke daerah Tambun. Bantuan dikirimkan sambil tetap melakukan asesmen kebutuhan penyintas. Logistik dapur umum berkolaborasi dengan ASNation juga dikirimkan ke Posko Gereja GSRI, GOR OTISTA, dan Bidara Cina.

“Walaupun banjir telah surut, kebutuhan dapur umum untuk ratusan pengungsi masih akan berlangsung hingga 2-3 hari ke depan,," ungkapnya.

Selain di Jakarta dan sekitar, sejak tanggal 12 - 14 Februari 2021, ILUNI UI telah menjalankan misi kemanusiaan membantu korban banjir di Karawang. Bukan hanya bantuan logistik, ILUNI UI bersama Rumah Sakit UI, ILUNI Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) UI, ILUNI Resimen Mahasiswa (MENWA) UI berkolaborasi dengan ASNation dan para mitra lainnya, juga memberikan layanan kesehatan di tiga titik yakni Karangligar Telukjaya, Muara Gembong, serta Pakisjaya Teluk Jaya.

Berbagai persiapan terus dilakukan untuk mengantisipasi masalah kesehatan pascabanjir. Endang juga menekankan penerapan protokol kesehatan, untuk para relawan yang tengah turun ke lapangan.

“Untuk mengurangi risiko terpapar Covid-19 bagi para relawan yang turun ke lapangan, protokol kesehatan ketat sama sekali tidak boleh diabaikan. No excuse,” tegasnya.

Lebih lanjut, dikemukakannya, tim Co-DRT ILUNI UI Peduli selalu memberikan update informasi kebutuhan dan berencana melanjutkan aksinya sesuai situasi dan kondisi. Hal ini, dilakukan mengingat bencana banjir membutuhkan respons cepat.

“Ketika air surut, bukan berarti masalah yang ditinggalkan banjir akan selesai. Dampak psikologis juga dirasakan oleh mereka yang terdampak. Sampah dan lumpur yang menggunung, ancaman penyakit, serta kecemasan akan terjadinya banjir berulang, menjadi PR lainnya. Karenanya, tim pendampingan psikososial juga akan diturunkan untuk membantu,” papar Endang.

Selain masih terus mengirimkan bantuan di Jakarta dan sekitarnya, tim ILUNI UI Peduli dipimpin Ketua APC ILUNI UI Missy Lawalata bergerak kembali ke Karawang. “Kali ini tim menuju Karawang Barat yang kembali terdampak banjir. Untuk itu, ILUNI UI menyampaikan terima kasih atas kerja keras, kerja cepat, dan kerja ikhlas tim ILUNI UI Peduli. Dengan dukungan semua pihak, kepedulian terhadap sesama terus dapat diwujudkan, tanpa harus menunggu datangnya bencana,” tuturnya.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto