logo

BP2MI - Pemkab Talaud - PT Takumi Koba Indonesia Kerja Sama Penempatan PMI

BP2MI - Pemkab Talaud - PT Takumi Koba Indonesia Kerja Sama Penempatan PMI

Kepala BP2MI Benny Rhamdani (kiri), CEO PT Koba Group Mr Tomonori Kobayasi (tengah), Bupati Talaud Elly Engelbert Lasut (kanan).(foto,ist)
23 Februari 2021 16:20 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Dalam upaya menempatkan pekerja migran Indonesia (PMI) terampil dan profesional ke Jepang. Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Talaud dan PT Takumi Koba di Aula KH Abdurrahman Wahid BP2MI Jakarta, Selasa (23/2/2021).

Kepala BP2MI Benny Rhamdani menyatakan, penandatanganan PKS ini merupakan bentuk nyata kolaborasi positif antar pemangku kepentingan, baik pemerintah, pemerintah daerah maupun pihak swasta. Dalam kerangka untuk melaksanakan salah satu dari 9 program prioritas BP2MI, untuk menyiapkan tenaga kerja terampil dan profesional. Khususnya, untuk penempatan negara-negara yang bekerja sama secara G to G dengan Indonesia.

"Dalam kesempatan ini Pemda Kabupaten Talaud dan PT Takumi Koba Indonesia sebagai salah satu Badan Hukum, yang memiliki inisiatif untuk menyiapkan dan meningkatkan SDM. Dalam rangka penempatan, khususnya ke negara Jepang," tuturnya.

Penempatan ke Jepang ini, lanjutnya, memiliki prospek yang luar biasa, di mana untuk jabatan Perawat dan Caregiver (pengasuh lansia) memiliki gaji yang cukup besar. Yakni mencapai Rp 22 juta sampai Rp 27 juta, dengan kontrak kerja 5 tahun.

"Angka ini merupakan penghasilan yang jauh dari rata-rata pekerja di negara Indonesia," ujarnya. Apalagi tingkat pelindungan yang sangat baik dengan tingkat rata-rata kekerasan yang sangat minimum.

Seperti diketahui, PT Takumi Koba Indonesia merupakan perwakilan RSO (Registered Support Organization) di Jepang, yang tugasnya untuk rekrutmen serta memberikan pendidikan dan pelatihan bagi CPMI, yang akan ditempatkan di Jepang.

"Saya mengharapkan inisiasi seperti ini dapat dilakukan di daerah-daerah lain, UPT-UPT BP2MI juga harus aktif menjalin kerja sama dengan pihak-pihak swasta. Untuk dapat memenuhi kuota yang telah ditentukan oleh negara penempatan," ungkap Kepala BP2MI.

Dikatakannya, hal ini membutuhkan komitmen dan kerja-kerja pelayanan yang mampu dilakukan oleh UPT-UPT. "Tinggal kemauan menggalang kerja sama dengan berbagai sekolah-sekolah dan perguruan tinggi," jelasnya.

Di bagian lain, sejalan dengan perintah UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, yang mengamanatkan tanggung jawab untuk memberikan pelatihan kepada Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Bupati Talaud Elly Engelbert Lasut mengatakan, pihaknya siap mendukung dalam hal memberikan pelatihan kepada masyarakat Kabupaten Talaud.

“Kami memiliki kuota pelatihan sebanyak 1.500 orang dari setiap desa di Kabupaten Talaud. Semua persiapan pelatihannya akan bekerja sama dengan PT Takumi Koba Indonesia yang difasilitasi dan diinisiasi BP2MI,” terangnya.

Dia berharap, dalam 4 bulan ke depan mereka telah siap untuk diberangkatkan ke Jepang. Hal ini merupakan upaya Pemda Talaud untuk melakukan pengentasan kemiskinan, sekaligus meningkatkan SDM dan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Talaud.

Sementara itu, Direktur Utama PT Takumi Koba Indonesia Lisa Heriyati menyambut baik kerja sama ini dan siap mendukung program pemerintah, untuk memberikan pelatihan Bahasa Jepang sampai level yang menjadi standard pemerintah Jepang, serta memberikan pelatihan keterampilan Caregiver melalui praktik kerja langsung.

Bupati Talaud, Elly Engelbert Lasut didamoingi Sekda Kabupaten Talaud Yohanis BK Kamagi, hadir pula Direktur Utama PT Takumi Koba Indonesia Lisa Heriyati, CEO PT Koba Group Mr Tomonori Kobayasi, diikuti secara virtual Direktur Utama Vital Corporation, Mr Dai Kawasaki serta Kepala UPT Seluruh Indonesia.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto