logo

BP2MI Kembali Biayai Perawatan PMI Di Rumah Sakit

 BP2MI Kembali Biayai Perawatan PMI Di Rumah Sakit

Kepala BP2MI Benny Rhamdani (kanan) bersama tiga PMI yang sakit.(foto,ist)
21 Februari 2021 03:07 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - TANGERANG: "Bapak Ibu tidak usah khawatir soal biaya perawatan, semua sudah dibiayai oleh negara. Saya ingin Bapak Ibu sehat. Cepat sehat agar bisa berkumpul kembali dengan keluarga di rumah," tutur Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani, saat menjemput tiga PMI yang sakit, di Lounge PMI Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten, Jumat (19/2/2021).

Sempat meneteskan air mata, dia berucap, mendoakan agar ketiga PMI, yang mengalami sakit dari Taiwan itu cepat sehat kembali. Ketiga PMI tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Polri Jakarta, yang diantar langsung oleh Kepala BP2MI.

Pada ketiga PMI, yakni Eni Neni Waryuni asal Indramayu, Jawa Barat, Siti Sumarni asal Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, serta Arif Hidayat asal Planjan Kesugihan Cilacap Jawa Tengah. Benny menyatakan, para PMI merupakan pahlawan devisa.

Untuk itu, lanjutnya, Pemerintah harus memberikan perlakuan hormat kepada mereka. Diceritakannya, dulu PMI banyak terlantar.

Namun, sejak ada lounge PMI yang diresmikan 18 Desember 2020 lalu, para PMI yang pulang bisa menikmati lounge, jalur cepat, dan berbagai fasilitasi lainnya di Bandara Soekarno Hatta. "Semua PMI berhak menikmati ini. Agar tidak berdesakan dan antri panjang. Mereka juga bisa beristirahat di lounge sambil menunggu keluarga yang menjemput," jelasnya.

Ketiga PMI yang sakit.

Eni Neni Waryuni asal Indramayu Jawa Barat mengalami sakit kanker payudara stadium 4. Dia sempat menjalani perawatan dan kemoterapi di EDCH Hospital, sejak 23 - 25 November 2020 dan 7 Desember 2020, serta 16 - 22 Januari 2021.

Sejak sakit dan menjalani kemoterapi rutin, PMI ditampung di Taiwan Labor Rights Care Association (LCC) Kaohsiung. PMI juga telah menerima seluruh hak-haknya dan biaya kepulangannya ditanggung oleh pengguna.

Eni berharap, setibanya di Indonesia dapat melakukan isolasi mandiri di rumah atau melakukan perawatan lanjutan.

Sementara, Siti Sumarni yang asal Jepara, Jawa Tengah mengalami sakit Acute Myeloid Lymphoma (AML) atau Leukimia Myeloid Akut.

Siti telah menjalani perawatan dan kemoterapi di National Taiwan University Hospital selama 55 hari, sejak 23 Desember 2020-17 Februari 2021. Selama menjalani perawatan, dia telah melakukan 6 kali tindakan medis.

Siti diperbolehkan meninggalkan rumah sakit dan melakukan persiapan kepulangan ke Indonesia, pada 17 Februari 2021, Dia juga telah menerima seluruh haknya dan biaya kepulangannya ditanggung pengguna kerja.

Sedangkan, Arif Hidayat asal Planjan Kesugihan Cilacap Jawa Tengah menderita luka bakar. Arif bekerja di Home Industry pembuatan tangki air. Peristiwa terbakarnya tangki berawal ketika Arif sedang melakukan pengecatan bagian dalam tangki.

Tiba-tiba yang bersangkutan pingsan di dalam tangki karena menghirup aroma cat dalam waktu yang lama. Saat itu, majikannya mencoba membantu dengan masuk ke dalam tangki, tetapi ikut pingsan.

Rekan pekerja membantu menolong dengan mengelas tangki untuk membuat lubang. Namun, percikan api mengenai campuran cat yang mengakibatkan tangki meledak.

Arif Hidayat mengalami luka bakar 47 persen dan majikannya 80 persen. Keduanya langsung dibawa ke Kaohsiung Hospital untuk mendapatkan perawatan.

Seminggu kemudian, 17 Oktober, Arif Hidayat dipindahkan ke RS NCKU di Taiwan dan menerima tindakan medis, operasi pembersihan kulit sebanyak 3 kali. Majikan telah membayar sebesar NTD 500.000, untuk biaya Arif selama di RS Tawian.

Selanjutnyaz Arif dipindah ke shelter khusus WNIO KDEI Taipei dengan menjalani rawat jalan sampai dipulangkan ke Indonesia.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH