logo

Nova Widianto: Banyak Persoalan Di Ganda Campuran

Foto: Istimewa.

Nova Widianto: Banyak Persoalan Di Ganda Campuran

10 Februari 2021 13:54 WIB

SuaraKarya.id - GANDA campuran selama ini menjadi salah satu andalan tim Indonesia untuk meraih gelar di ajang internasional. Namun sejak mundurnya Liliyana Natsir dari dunia bulutangkis yang kemudian diikuti oleh pasangannya Tontowi Ahmad, tumpuan harapan berikutinya di nomor ini ada di pundak pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Sayangnya penampilan Praveen/Melati belakangan ini tampak kurang menjanjikan. Hasil kurang maksimal didapat tim ganda campuran Indonesia pada tiga turnamen awal tahun 2021. Penampilan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti di Bangkok, Thailand memang jauh dari harapan. Mereka juga tidak berhasil memenuhi target yang diberikan PP PBSI.

 

Nova Widianto, asisten pelatih ganda campuran yang mendampingi para pemain selama bertanding di Negeri Gajah Putih, mengungkapkan apa yang menjadi fokus perbaikan dari empat ganda campuran utama Indonesia. Berikut kutipan wawancara yang dirilis Tim Humas dan Media PP PBSI dengan Nova Widianto, di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.

 

Apa yang diberikan tim pelatih pada minggu pertama latihan jelang mengikuti turnamen ke Eropa?

 

Ya, yang pasti pemulihan dulu. Tapi tidak lama karena waktu sudah terlalu mepet. Fokus pertama ke Hafiz/Gloria karena mereka harus ke Swiss Terbuka. Selasa kemarin mereka sudah latihan setelah Senin dikasih libur. Untuk Jordan/Melati karena hanya ikut Jerman dan All England jadi kami atur dulu karena Jordan sedang pemulihan bahu dan belum latihan.

 

Bagaimana kondisi bahu Jordan saat ini berdasarkan hasil MRI?

Kemarin Jordan sudah MRI dan hasilnya memang ada peradangan dan robekan di area rotator cuff-nya. Tadinya sudah mulai latihan hari ini tapi melihat hasil ini kami putuskan untuk istirahatkan dia. Nanti kalau sudah membaik kita mulai lagi pelan-pelan.

 

Melihat hasil Thailand, apa tanggapan Anda?

 

Kita mau ke Eropa waktunya tidak banyak lagi, sementara PR kita banyak. Harus diakui ternyata delapan bulan tidak ada pertandingan itu perkembangan negara lain pesat sekali. Kita tidak boleh beralasan A atau B karena semua juga mengalami. Ini menjadi tanggung jawab kami sebagai pelatih. Makanya ke depan kita harus banyak latihan lagi.

 

Untuk Hafiz/Gloria apa fokus perbaikannya?

 

Hafiz/Gloria kita push dari Swiss karena mereka harus mengejar poin untuk lolos ke Olimpiade. Kekurangannya pertama, dari Hafiz yang sempat nge-drop fisik dan daya tahannya karena waktu itu sempat kepotong dia menikah. Ini ada waktu tiga minggu untuk meningkatkan lagi. Sementara dari sisi Gloria di kecepatan dan powernya harus ditambah.

Saya sudah bilang pola permainan mereka kan beda dengan Jordan/Melati. Hafiz/Gloria polanya lebih membutuhkan fisik yang ekstra. Mereka harus paham itu. Jadi di waktu latihan yang singkat ini mereka harus bisa menutupi kekurangan itu. Yang kemarin saya lihat memang bermasalah di sana, kalau secara pola dan daya juang sebenarnya tidak terlalu buruk.

 

Di luar kondisi Jordan yang tidak prima, apa kendala dari Jordan/Melati ini?

 

Jordan/Melati itu intinya satu, ketika mereka bisa menjaga moodnya dan gregetnya di setiap pertandingan kami tidak khawatir. Memang tidak selalu bisa jadi juara tapi setidaknya hasilnya akan bagus. Dan yang kemarin sangat terlihat adalah komunikasi mereka hilang, tidak secair biasanya. Padahal itu kelebihan mereka. Biasanya ngobrol di lapangan enak, kami kasih masukan juga enak tapi kemarin hilang. Jadi banyak di non-teknisnya kalau mereka.

 

Jordan dianggap overweight, apa berpengaruh pada kondisi saat pertandingan?

 

Ya pasti adalah, tapi kalau saya menilai, Jordan itu kan istimewa. Ya jadi dengan keadaan begitu pun selama mood dan pikirannya fokus untuk menang tidak terlalu ada masalah. Itu sudah beberapa kali kami ingatkan untuk tidak kalah dengan keadaan, keadaan kan banyak, masalah banyak. Misalnya mood-nya dia, pasangannya sedang tidak bagus, permainanya sedang tidak bagus, dia selalu kepikiran itu. Sebenarnya kalau dia bisa cuek pasti bisa konsisten. Sekarang kan belum, dia masih bisa menang dari siapa saja dan bisa kalah dari siapa saja. Makanya harus berani melawan semua itu dan kuncinya dari dia sendiri.

 

Kalau untuk Rinov/Pitha apa yang harus ditingkatkan?

 

Saya lihat untuk Rinov/Pitha itu keyakinan dan ketenangan yang masih kurang. Terutama ketenangan di poin-poin kritis. Ketika sudah unggul lalu mati dengan mudah dari service atau pembukaan, di poin kritis mereka kembali panik. Dan mereka sebenarnya sudah sadar bahwa itu kebiasaan. Nah itu harus diperbaiki sejak di latihan, dicoba terus.

 

Adnan/Mychelle selalu bisa memberikan perlawanan para pemain unggulan tapi masih belum cukup untuk menang. Apa yang terjadi?

 

Adnan/Mychelle secara pola dan strategi sebenarnya tidak ada masalah hanya kurang ada keyakinan kalau mereka bisa ngalahin pemain unggulan. Jadi menurut saya mereka masih perlu jam terbang yang lebih banyak karena modalnya ada.

Jadi menurut saya untuk Rinov/Pitha dan Adnan/Mychelle harus yakin pada kemampuan mereka sendiri karena ukurannya sudah jelas. Di sini seniornya ada Jordan/Melati dan Hafiz/Gloria, kalau mereka bisa mengalahkan dua seniornya ini harusnya melawan pemain luar juga harusnya bisa. ***