logo

Mensos Antar 15 Pemulung Bekerja Di PT Waskita Karya (Persero) Tbk

Mensos Antar 15 Pemulung  Bekerja Di PT Waskita Karya (Persero) Tbk

Mensos Tri Rismaharini (kedua dari kiri) didampingi Dirjen Rehsos Harry Hikmat (kiri) antar pemulung bekerja di PT Waskita Karya (Persero) Tbk.(foto,ist)
21 Januari 2021 20:33 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - BEKASI: Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini didampingi Dirjen Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Harry Hikmat kembali mengantarkan 15 pemulung binaan Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi dan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Education, Religion Bee Entertainment (ERBE) untuk bekerja di PT. Waskita Karya (Persero) Tbk.

"Saya mewakili pemerintah dan Kemensos mengucapkan terima kasih kepada PT. Waskita Karya (Persero) Tbk yang telah memberikan kesempatan kepada saudara-saudara kita. Saya yakin mereka akan mendapatkan penghasilan yang lebih baik," tutur Mensos, di Kantor PT. Waskita Karya Lokasi Proyek Becakayu, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/1/2021).

Dia mengungkapkan, pendapatan mereka saat menjadi pemulung rata-rata sebesar Rp. 30 ribu. Itu sebabnya mereka juga sulit akses tempat tinggal dan memilih berada di kolong jembatan atau hanya tidur di trotoar. Saat ini, mereka tinggal sementara di Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi.

"Kemensos sediakan balai untuk tempat tinggal mereka sementara sebelum mereka mandiri. Kami akan siapkan tidak hanya balai di Bekasi dan Jakarta, tetapi juga balai-balai di seluruh Indonesia," jelas Mensos.

Nantinya, lanjut dia, setelah mereka mandiri mereka akan ditempatkan di Rumah Susun Sewa (Rusunawa) yang saat ini sedang dalam proses pembangunan bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Di bagian lain, Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk Destiawan Soewardjono menyambut baik gagasan Kemensos ini. "Pada intinya banyak pekerjaan di proyek PT Waskita Karya (Persero) Tbk yang bisa dikerjakan semua orang tanpa perlu keahlian khusus. Apalagi mereka sudah dapat pelatihan di Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi dan LKS," tuturnya.

Destiawan menyatakan, akan menyesuaikan penempatan kerja dengan pengalaman kerja dan keahlian yang mereka miliki. Tujuannya, agar mereka mudah beradaptasi dengan pekerjaan di lapangan.

Jika proyek selesai, tim proyek akan melakukan evaluasi pada pekerja. "Jika pekerja itu rajin dan hasil kerjanya bagus, maka tim proyek akan mengajak bekerja kembali pada proyek selanjutnya," ujarnya.

Dikemukakannya, pihak Waskita akan mendukung program ini. "Kami akan siapkan di banyak proyek kami yang bisa merekrut sumberdaya manusia selama di proyek itu masih banyak aktivitas yang memerlukan tenaga kerja," imbuhnya.

Dia.menyebutkan, PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebagai salah satu BUMN yang memiliki tugas di bidang pembangunan infrastruktur, telah menyiapkan peluang kerja di lokasi proyek seluruh Indonesia.

Ke15 pemulung tersebut 5 di antaranya yakni Riyadi, Agus Suprijadi, Agus Hardian, Pertinatus Aunsi, serta Andri Gunawan Prasetyo merupakan binaan Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi. Sedangkan 10 lainnya yaitu Sogiandi, Hendra Kuswara, Dedi Mulyadi, Didi Kanadi, Abdullah, Achmad Faisal, Nurcholis, Zul Arsyil Mazid, Maimunah, serta Muslimin merupakan binaan LKS ERBE yang juga mitra kerja Kemensos.

Para pemulung yang diantar langsung Mensos itu, akan disebar ke tiga lokasi proyek PT Waskita Karya (Persero) Tbk, yakni di Cimanggis Depok, Bekasi, serta Cibitung.

Pertinatus Aunsi, pemulung binaan Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi menyatakan rasa sykurnya dengan peluang kerja ini. "Saya berterima kasih kepada Tuhan, saya tidak menyangka bisa bekerja di sini. Kepada Kemensos juga saya berterima kasih telah memberi kepercayaan pada kami bisa bekerja di Waskita. Saya berharap dengan bekerja disini saya bisa menabung untuk membeli rumah," tuturnya.

Selama di Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi, dia mengaku, banyak aktivitas yang dilakukan. Seperti dilatih membudidayakan ikan lele, budidaya tanaman porang, mengelola pupuk kompos hingga dilatih menjadi montir.

Begitu pula dengan Maimunah, binaan LKS ERBE yang telah menjadi pemulung selama 3 tahun. Dia juga mengaku merasa senang mendapat peluang kerja ini. "Alhamdulillah saya senang dapat peluang kerja melalui Bu Risma. Saya ingin merubah nasib," ujarnya.

Pada kesempatan ini, Mensos berpesan kepada para pemulung tersebut. "Kuncinya eman-teman harus jujur, rajin dan disiplin. sulit mendapat pekerjaan saat ini. Saya yakin kehidupan kalian akan lebih baik. Susah dan berat sudah pasti, tapi harus yakin Tuhan bisa memberikan kemudahan di balik kesulitan kita," tutur Mensos.

Selain Dirjen Rehsos Harry Hikmat, hadir pula Pejabat Fungsional Pekerja Sosial Ahli Madya Imron Rosadi, Kepala Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi Kokom Komalawati, Kepala Balai Lansia Budhi Dharma Bekasi Pujiyanto, serta Kepala Balai Disabilitas Tanmiyat Bekasi, Christina Iriani Rahayuningsiwi.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto