logo

Dugaan Korupsi Di BPJS Dan PT Asabri Ditelisik Kejagung

Dugaan Korupsi Di BPJS Dan PT Asabri Ditelisik Kejagung

Kejagung
21 Januari 2021 20:16 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Tim penyidik Kejaksaan Agung saat ini mulai mengintensifkan pengusutan kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Namun belum ada ditetapkan tersangka dalam kasus itu.

Penyidik dari tindak pidana korupsi Kejaksaan Agung juga tengah mendalami kasus dugaan korupsi PT Asabri.

“Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung  memeriksa satu orang saksi terkait perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengelolaan keuangan dan dana investasi Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.  Saksi yang diperiksa yaitu S selaku Deputi Direktur Penyertaan BPJS Ketenagakerjaan," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, di Jakarta, Kamis (21/1/2021).

Dijelaskan Leonard, pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti terkait dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi BPJS Ketenagakerjaan. Dalam kasus itu sendiri, hingga saat ini Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung telah periksa sebanyak 15 orang saksi.

Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) juga memeriksa satu orang saksi terkait Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) PT Asabri. "Saksi yang diperiksa yakni ARD selaku Mantan Direktur Utama PT Asabri," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, di Jakarta, Kamis (21/1/2021).

Dijelaskan Leonard, pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT Asabri. Hingga saat ini, dalam kasus tersebut Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung telah memeriksa total sebanyak 12 orang saksi.

Belum ada ditetapkan tersangka dalam kasus ini, karena penanganan kasusnya masih dalam tahap penyelidikan. Belum bisa pula ditentukan apakah saksi-saksi yang diperiksa ini bisa juga ditingkatkan statusnya menjadi tersangka. “Sifatnya masih pendalaman,” ujar Leonard.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto