logo

Program Pasar Online Di Depok Belum Sesuai Harapan

Program Pasar Online Di Depok Belum Sesuai Harapan

Disperdagin Kota Depok tetap lanjutkan program Pasar Online
20 Januari 2021 21:39 WIB
Penulis : Windrarto

SuaraKarya.id - DEPOK: Pasar online, yang merupakan program Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Depok, belum berjalan baik sejak diluncurkan Oktober 2020. Pasar tradisional, yang diharapkan melaksanakan program ini, kurang bersemangat menjalankannya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pasar Agung Biher Pasaribu mengatakan, program tersebut sulit dilaksanakan karena komoditi yang dijual di pasar bukan seperti produk industri.

“Tidak mungkin direalisasikan karena komoditinya produk pertanian. Lain halnya produk industri, seperti barang elektronik yang jenis dan kualitasnya sesuai standar. Bila ada yang tidak sesuai bisa ditukar,” ucapnya ketika ditemui di ruang kerjanya di gedung Pasar Agung, Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, baru-baru ini,

Maka, tuturnya, pembeli masih lebih suka datang langsung ke pasar untuk berbelanja. Di pasar, konsumen bisa memilih dan menentukan barang yang hendak dibelinya. “Jadi sesuai dengan keinginannya. Kalau belanja secara online belum tentu sesuai keinginannya,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Bidang Sarana dan Bina Perdagangan, Disperdagin Kota Depok, Diana Puspitasari mengatakan, program ini harus dilaksanakan walau diakuinya belum sesuai harapan.

Program ini, ucapnya, bisa diterapkan di lima pasar tradisional karena untuk memudahkan masyarakat dalam berbelanja di masa pandemi Covid-19. Selama tiga bulan ini, pelaksanaan program tersebut belum sesuai harapan.

"Pengembangan program lebih kepada marketing, sebab banyak warga yang masih belum sepenuhnya mau menggunakan sistem ini," kata seperti dikutip dari protal berita Pemerintah Kota Depok, Selasa (19/1/2021).

Meski begitu, tutur Diana, pihaknya akan tetap mengajak masyarakat untuk  berbelanja melalui pasar online. Karena selain harganya sama, dengan sistem ini warga juga tidak perlu mendatangi pasar untuk bertransaksi.

"Setelah mereka pesan melalui aplikasi Tokoku, pesanan akan diantar ke rumah masing-masing dengan ojek pangkalan yang bekerja sama dengan kami," ujarnya.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto